Korban Konflik Kwamki Narama Pulih Berkat Misi Kemanusiaan Kapolda
MIMIKA – Misi kemanusiaan yang dilakukan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, membuahkan hasil. Despon Kiwak, korban konflik sosial di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, yang sebelumnya mengalami luka serius, kini telah pulih dan kembali berkumpul bersama keluarganya.
Despon Kiwak menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kapolda Papua Tengah beserta jajaran Kepolisian yang telah memberikan perhatian penuh hingga dirinya berhasil mendapatkan penanganan medis terbaik.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Kapolda Papua Tengah dan Kepolisian yang sudah membantu saya hingga sembuh atas apa yang menimpa saya. Saya dirujuk sampai ke Jakarta sehingga nyawa saya bisa tertolong. Saya hanya bisa menyampaikan, Tuhan Yesus memberkati Bapak Kapolda dan seluruh anggota Kepolisian,” ungkap Despon, Rabu (8/7/2026).
Korban diketahui dirujuk dari RSUD Mimika menuju RS Bhayangkara Kramat Jati, Jakarta, pada 9 Juni 2026. Saat menerima informasi adanya korban konflik sosial di Kwamki Narama yang membutuhkan penanganan medis lanjutan akibat luka serius, Kapolda Papua Tengah langsung memerintahkan personelnya untuk melakukan rujukan ke RS Bhayangkara Kramat Jati sekaligus mendampingi korban bersama keluarganya selama menjalani proses pengobatan.
Setelah hampir satu bulan mendapatkan perawatan intensif dari tim medis, kondisi Despon Kiwak berangsur pulih hingga akhirnya diperbolehkan kembali ke Kabupaten Mimika untuk berkumpul bersama keluarga.
Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Lukiyus Newenggalen, kerabat korban. Menurutnya, keluarga sempat pasrah dan mengira Despon tidak dapat diselamatkan.
“Awalnya kami sudah siap kehilangan Despon. Namun berkat tindakan cepat yang diambil Bapak Kapolda Papua Tengah, anak kami bisa selamat dan kini telah kembali bersama keluarga. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan,” ujarnya.
Misi kemanusiaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Polda Papua Tengah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, termasuk memastikan korban konflik memperoleh hak atas pelayanan kesehatan secara maksimal.
Sementara itu, situasi keamanan di Distrik Kwamki Narama kini telah berangsur kondusif. Dua kelompok warga yang sebelumnya bertikai, yakni keluarga Dang dan keluarga Newegalen, telah sepakat berdamai melalui prosesi adat yang digelar di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, pada Rabu, 24 Juni 2026.
Prosesi perdamaian dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, Ketua MRP Papua Tengah Agustinus Anggaibak, perwakilan DPR Papua Tengah dan DPRK Mimika, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat.
Perdamaian ditandai dengan prosesi patah panah oleh kedua kepala perang, dilanjutkan penembakan simbolis oleh Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, bersama Dandim 1710/Mimika Letkol Inf. Teuku Jozanda.
Dengan tercapainya kesepakatan damai tersebut, kedua kubu berkomitmen mengakhiri permusuhan, memulihkan keamanan, serta menjaga masa depan masyarakat Kwamki Narama agar dapat hidup berdampingan dalam suasana damai dan penuh persaudaraan.
The post Korban Konflik Kwamki Narama Pulih Berkat Misi Kemanusiaan Kapolda first appeared on pembaruanpapua.com.