22 Juli 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Uang Hadiah Piala Dunia Spanyol Bakal Dipangkas Pajak 30% oleh AS

Spanyol memenangkan Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina dengan skor 1-0. Spanyol pun berhak atas hadiah uang sebesar USD 50 juta atau sekitar Rp 895 miliar (kurs Rp 17.900 per dolar AS).
Namun, sebagian besar dari uang itu berpotensi dikenakan pajak federal di Amerika Serikat (AS). Bahkan, nilainya bisa mencapai 30 persen.
Dikutip dari Fox News, Rabu (22/7), pendapatan yang diperoleh dari aktivitas yang dilakukan di AS umumnya, bahkan hampir dalam semua kasus, dikenakan pajak oleh Internal Revenue Service (IRS). Berdasarkan hukum pajak di AS, pembayaran tertentu kepada atlet asing non-residen umumnya dikenakan pemotongan pajak federal sebesar 30 persen, kecuali dikurangi oleh perjanjian pajak atau pengecualian yang berbeda.
Hal ini dikritik oleh anggota Kongres AS. Anggota Kongres, Tim Burchett, menyebut ini sebagai penipuan.
“Saya rasa ini adalah perampokan,” kata Burchett.
Burchett berpendapat bahwa potensi beban pajak mengirimkan pesan yang salah saat AS menyiapkan diri menjadi tuan rumah lebih banyak acara olahraga internasional besar. Menurutnya, negara seharusnya mendorong atlet dan pengunjung asing untuk membelanjakan uang di dalam negeri daripada membebani mereka dengan kewajiban pajak yang tinggi.
“Saya bukan pendukung IRS. Mereka menghasilkan banyak yang di sini, tapi saya tidak suka itu. Kami ingin mendorong orang-orang datang ke sini dan menghabiskan uang mereka, dan kita mengambil sebagian besar dari itu,” ujarnya.
“Kita harus memiliki sistem pajak yang lebih baik,” lanjutnya.
Anggota Kongres AS lainnya, Jonathan Jackson, juga mengkritik potensi tarif pajak yang tinggi atas hadiah uang Spanyol.
“Ini salah, dan ini semacam menyoroti sesuatu yang lebih besar,” kata Jackson.
Jackson juga mengkritik kode pajak AS secara lebih luas, dengan alasan bahwa perusahaan seharusnya membayar lebih banyak pajak dibandingkan pekerja. Menurutnya, ini adalah contoh klasik dari apa yang salah dengan sistem perpajakan AS.
“Mereka seharusnya membayar pajak daripada memiliki celah pajak. Masyarakat, para pekerja yang bekerja, mereka seharusnya tidak membayar 30 persen pajak dari pendapatan mereka,” kata Jackson.
Anggota Kongres AS lainnya, Burgess Owens, juga sepakat bahwa potensi pajak 30 persen atas hadiah uang yang diterima Spanyol terlalu tinggi. Namun, ia menggunakan kesempatan ini untuk menyinggung pentingnya penyelenggaraan Piala Dunia di AS. Sebagai pemain NFL yang sudah pensiun, ia bercerita bagaimana pengalaman Piala Dunia menariknya ke sepak bola, olahraga yang sebelumnya tak pernah ia minati.
“Saya sangat menghargai sepak bola sekarang. Saya pikir ini akan menjadi pendobrak bagi banyak anak-anak kita. Jadi, saya ingin mengucapkan selamat kepada presiden (Donald Trump) dan semua orang yang mewujudkan ini. Sayangnya, begitulah kenyataan di negara kita yang penuh pajak ini,” kata Owens.