Prabowo Dituduh Lakukan ‘Kejahatan Pembiaran’ Terkait Isu Ijazah Palsu Jokowi
Pengamat politik Rizal Fadillah menduga Presiden Prabowo Subianto telah mengetahui kalau ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi palsu. Atas dasar itu, Rizal memasukkan nama Prabowo dalam klaster utama gugatan yang diajukannya terkait dugaan tindak pidana pemalsuan ijazah tersebut.
Rizal menduga Prabowo sebenarnya telah mengetahui persoalan tersebut, tetapi memilih tidak mengambil tindakan sehingga kebohongan itu, menurutnya, terus berlarut-larut.
“Dalam hukum itu termasuk crime by omission. Kan, kejahatan pembiaran gitu,” kata Rizal dikutip dari kanal YouTube Forum Keadilan TV, Jumat (24/7/2026).
Menurut Rizal, dugaan itu diperkuat dengan posisi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang merupakan alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), sama seperti almamater Jokowi.
Karena kedekatan Prasetyo dengan Prabowo, ia menilai kepala negara semestinya mengetahui persoalan tersebut.
“Masa dia (Prasetyo) enggak tahu juga? dan Prasetyo ini alumni Fakultas Kehutanan UGM,” ujarnya.
Rizal Fadillah salah satu tersangka kasus dugaan fitnah ijazah palsu Presiden ke-7 RI Jokowi. [tangkapan layar]
Meski demikian, Rizal menilai langkah Prabowo untuk mengungkap perkara tersebut terhambat oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang disebutnya memiliki kedekatan dengan Jokowi.
“Makanya kalau kita lihat dari fenomena geraknya Kapolri yang tidak nyambung dengan presiden, harus sudah diganti,” tambah Rizal.
Karena itu, Rizal yang kekinian telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus duggan fitnah ijazah palsu Jokowi itu mendesak Prabowo mengambil langkah tegas. Salah satunya ia meminta presiden memerintahkan langsung Polri mengusut tuntas dugaan pemalsuan ijazah Jokowi agar proses hukum tidak terus berlarut-larut.
“Prabowo enggak boleh diam saja. Harus mengintruksikan langsung ke Kapolri. Kalau tidak mau bergerak, ganti!” pungkasnya.
Sumber: suara
Foto: Presiden terpilih Prabowo Subianto saat berkunjung ke kediaman Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (13/10/2024) siang. (tangkapan layar/Instagram)

