5 Agustus 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Pemprov Papua Pegunungan Gelar Sertifikasi Kompetensi 60 Tenaga Konstruksi OAP, Elai Giban: OAP Harus Jadi Pelaku Utama Pembangunan

WAMENA, 5 Agustus 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar kegiatan Pengembangan Kompetensi Keahlian dan Teknik Konstruksi bagi Orang Asli Papua (OAP) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Silimo Siloam Wamena ini merupakan kerja sama antara Dinas PUPR Provinsi Papua Pegunungan dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kompetensi tenaga kerja konstruksi Orang Asli Papua melalui proses sertifikasi.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Elai Giban, S.E., M.M., yang hadir mewakili Gubernur Papua Pegunungan.

Sebanyak 60 peserta yang seluruhnya merupakan Orang Asli Papua (OAP) dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan mengikuti proses sertifikasi kompetensi pada tiga bidang keahlian, yaitu tukang bangunan batu, tukang bangunan kayu, dan tukang besi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki sehingga mampu berdaya saing dan berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di daerah masing-masing.

Dalam sambutannya, Elai Giban menyampaikan apresiasi kepada Dinas PUPR Provinsi Papua Pegunungan dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura atas kolaborasi yang dinilai sebagai langkah nyata dalam mempersiapkan putra-putri asli Papua agar memiliki kompetensi yang diakui secara nasional melalui sertifikasi profesi.

Menurutnya, pembangunan di Papua Pegunungan saat ini terus berkembang dengan berbagai proyek jalan, jembatan, gedung, perumahan, dan infrastruktur lainnya yang membutuhkan tenaga kerja lokal yang memiliki kemampuan, disiplin, serta tanggung jawab.

> “Orang Asli Papua tidak boleh hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Mereka harus menjadi pelaku utama pembangunan dengan memiliki kemampuan yang profesional, memiliki sertifikat kompetensi, dan mampu bersaing berdasarkan keahlian yang dimiliki,” tegas Elai Giban.

Ia mengatakan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan investasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua Pegunungan. Sertifikat yang nantinya diperoleh bukan sekadar dokumen, tetapi merupakan pengakuan resmi bahwa seseorang memiliki kompetensi sesuai standar kerja nasional dan siap terlibat dalam berbagai pekerjaan konstruksi.

Elai mengajak seluruh peserta mengikuti seluruh tahapan sertifikasi dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan untuk menunjukkan kemampuan terbaik sehingga seluruh peserta dapat dinyatakan kompeten.

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, lanjutnya, berkomitmen terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Orang Asli Papua melalui program pengembangan kompetensi dan sertifikasi di berbagai bidang. Dengan semakin banyak tenaga kerja lokal yang tersertifikasi, manfaat pembangunan diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Papua Pegunungan.

Ia berharap program seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh delapan kabupaten serta mendapat dukungan dari pemerintah daerah, dunia usaha, dan penyedia jasa konstruksi agar memberikan kesempatan kepada tenaga kerja Orang Asli Papua yang telah memiliki sertifikat kompetensi.

“Setiap pembangunan di Papua Pegunungan harus semakin banyak dikerjakan oleh putra-putri daerah sendiri. Dengan semangat kebersamaan dan kerja nyata, saya yakin Papua Pegunungan akan memiliki sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan mampu membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera,” katanya.

Dalam keterangannya kepada awak media, Elai Giban menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan tenaga konstruksi lokal yang memiliki kompetensi dan pengakuan resmi melalui sertifikasi.

Ia menjelaskan bahwa setelah dinyatakan kompeten dan memperoleh sertifikat, para peserta diharapkan kembali ke daerah masing-masing untuk menjadi tenaga kerja profesional pada bidang *tukang bangunan batu, tukang bangunan kayu, dan tukang besi* yang mampu mendukung pembangunan berbagai infrastruktur di tingkat kampung, distrik, maupun kabupaten.

Menurutnya, kondisi keamanan di Papua Pegunungan yang semakin kondusif harus dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan sekaligus memberikan ruang yang lebih besar kepada tenaga kerja lokal agar menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri.

“Kita ingin ketika ada pembangunan jalan, jembatan, gedung maupun fasilitas umum lainnya, tenaga kerja Orang Asli Papua sudah siap mengerjakannya sesuai kompetensi yang dimiliki. Baik sebagai tukang bangunan batu, tukang bangunan kayu, maupun tukang besi, semuanya harus mampu bekerja secara profesional. Karena itu manfaatkan kesempatan ini dengan baik agar seluruh peserta dapat dinyatakan kompeten dan memperoleh sertifikat kompetensi,” ujarnya.

Elai juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, Bappeda, Dinas Tenaga Kerja, Dinas PUPR, serta seluruh pemangku kepentingan agar program pengembangan kompetensi dan sertifikasi tenaga konstruksi terus berlanjut dengan dukungan anggaran dan perencanaan yang memadai.

Sementara itu, Pembina Jasa Konstruksi Ahli Muda Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura, Martinus Napa, S.T., M.T., berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan sertifikasi dengan serius sehingga dapat dinyatakan kompeten.

Ia mengatakan sertifikat kompetensi nantinya diharapkan menjadi dasar bagi para peserta untuk terlibat langsung dalam berbagai pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan pemerintah maupun sektor swasta di daerah.

“Kami berharap setelah memperoleh sertifikat, para peserta benar-benar memanfaatkannya sesuai peruntukannya. Jangan sampai sertifikat tersebut dipinjamkan atau digunakan oleh pihak lain. Gunakan kompetensi yang dimiliki untuk bekerja secara profesional dan mendukung pembangunan di daerah masing-masing,” katanya.

Martinus menambahkan bahwa Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura secara rutin melaksanakan program sertifikasi kompetensi tenaga kerja konstruksi di wilayah kerjanya yang meliputi Papua dan Maluku. Melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, pihaknya berharap semakin banyak tenaga kerja Orang Asli Papua yang memiliki sertifikat kompetensi sehingga mampu bersaing di dunia kerja sekaligus menjadi pelaku utama pembangunan infrastruktur di tanah Papua.

Sebagai bagian dari rangkaian sertifikasi kompetensi, para peserta tidak hanya mengikuti asesmen teori, tetapi juga menjalani praktik langsung di lapangan. Melalui sesi tersebut, seluruh peserta mempraktikkan keterampilan sesuai bidang kompetensi masing-masing, yaitu tukang bangunan batu, tukang bangunan kayu, dan tukang besi. Praktik lapangan ini menjadi bagian penting dalam proses asesmen, di mana para asesor dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura melakukan penilaian secara langsung terhadap kemampuan teknis setiap peserta sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Hasil penilaian tersebut menjadi dasar penetapan peserta sebagai kompeten sebelum diterbitkannya sertifikat kompetensi sebagai pengakuan resmi atas kemampuan kerja mereka di bidang jasa konstruksi. Sertifikat tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk mengambil bagian dalam berbagai proyek pembangunan di Papua Pegunungan sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Orang Asli Papua di sektor konstruksi

The post Pemprov Papua Pegunungan Gelar Sertifikasi Kompetensi 60 Tenaga Konstruksi OAP, Elai Giban: OAP Harus Jadi Pelaku Utama Pembangunan first appeared on pembaruanpapua.com.