Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
Temuan ratusan senjata api (senpi) di salah satu sekolah swasta di Jakarta Selatan (Jaksel) mengejutkan banyak pihak.
Aparat kepolisian dari Polres Metro Jaksel memastikan sudah bergerak. Sejumlah fakta terkuak pasca laporan polisi resmi dilayangkan.
Hermawanto sebagai penasehat hukum pelapor menyebutkan bahwa jumlah keseluruhan senpi yang ditemukan di salah satu ruang sekolah sebanyak 995 pucuk. Terdiri atas 776 pucuk Air Rifle, 215 pistol, 4 senapan kaliber 4,5. Tidak hanya senpi, turut ditemukan amunisi di sekolah tersebut pada 10-11 Juli lalu.
”Hampir satu bulan yang lalu kami menemukan ada 995 pucuk senjata api (di sekolah itu),” ucap Hermawanto kepada awak media pada Kamis (6/8).
Bukan hanya ratusan senpi, turut didapati narkoba dan kaset DVD porno setelah penggeledahan dilakukan pada Rabu malam (5/8).
Berdasar informasi yang sampai kepada awak media, turut ditemukan pula senapan serbu AK-47. Menurut Hermawanto, barang-barang itu ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan berinisial IWD.
”Ruangan (IWD) yang saya bongkar itu, ruangan yang kita temukan (barang bukti) semuanya di situ,” imbuhnya.
Menurut Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan Untung Sangaji, IWD dipecat dari jabatannya karena diduga menyalahgunakan uang untuk kepentingan pribadi.
Pemecatan sudah dilakukan sejak 18 April 2026 lalu. Karena itu, secara hukum yang bersangkutan sudah tidak terkait dengan yayasan.
Temuan ratusan senpi, narkoba, dan CD porno, lanjut Untung, diperoleh setelah pihaknya membuka pasca ruangan IWD. Itu dilakukan karena IWD membawa kunci ruangan tersebut dan belum mengembalikannya kepada yayasan. Sehingga pihaknya tidak punya akses.
”Jadi yang hari ini kami juga akan bikin laporan baru terkait dengan penemuan narkoba,” terang Untung.
Namun demikian, dia enggan bicara banyak terkait temuan ratusan senpi dan barang ilegal lain di ruang IWD. Termasuk dugaan kepemilikannya. Menurut dia, itu sudah menjadi ranah penyidik dalam proses penyelidikan dan penegakan hukum yang berjalan.
”Persisnya kalau kami tidak tahu siapa pemiliknya karena itu adalah kewenangan penyidik untuk mencari,” ujarnya.
Terpisah, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo menyampaikan bahwa saat ini penanganan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Dia mengaku sudah menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan senjata pada 15 Juli 2026. Kemudian hari ini dibuat laporan baru.
”Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan senjata yang terdiri dari air gun dan senjata api yang tersimpan di salah satu ruangan di yayasan sekolah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama,” ucap Joko saat dikonfirmasi oleh awak media.
Joko menegaskan bahwa sebelum adanya laporan masyarakat, petugas kepolisian sudah lebih dulu membuat laporan polisi model A.
Langkah itu dilakukan karena temuan senjata yang jumlahnya diduga mencapai ratusan itu sudah lebih dulu diketahui aparat kepolisian.
”Sebelum adanya laporan polisi dari masyarakat, Polres Jakarta Selatan telah membuat Laporan Polisi Model A,” kata dia.
Laporan Polisi Model A tersebut yang menjadi dasar pihak kepolisian di Jaksel memulai serangkaian proses hukum, termasuk pendalaman kasus.
Namun demikian, Joko belum bicara banyak soal rincian temuan senpi dan benda-benda lain di sekolah tersebut
Sumber: jawapos
Foto: Temuan ratusan senpi di salah satu sekolah di wilayah Jaksel. Saat ini polisi masih melakukan pendalaman. (Istimewa
