11 Agustus 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Kepala Bappisus: Kita Punya PR Tangkap Koruptor Besar Riza Chalid

Oposisi Cerdas | Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto menyoroti upaya pengejaran terhadap buronanRiza Chalid yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) aparat penegak hukum.
Riza Chalid adalah seorang pengusaha minyak Indonesia yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan buronan internasional dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero) periode 2018-2023 yang merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah.
Dalam Forum Group Discussion (FGD) Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) di Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/8/2026), Aries mengungkapkan masih ada pekerjaan besar yang menjadi perhatian bersama, yakni memburu Riza Chalid yang disebut telah berstatus red notice dan telah diterbitkan surat ekstradisinya.
“Saat ini mungkin kita masih punya PR untuk menangkap dan memburu salah satu koruptor besar yang sudah diberikan red notice dan surat ekstradisi, yaitu Muhammad Riza Chalid. Ini sedang kita ungkap,” ujarnya.
Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto (foto: Yuwantoro Winduajie)
Aries menyatakan, Bappisus menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang dan tidak melakukan intervensi.
“Bappisus menyerahkan semua proses materi hukum kepada aparat penegak hukum. Tidak ada intervensi apa pun yang berkaitan dengan materi penegakan hukum,” katanya.
Upaya itu dilakukan melalui sinergi antara Bappisus, aparat penegak hukum dan pihak internasional. Dia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat membuahkan hasil.
“Dan mudah-mudahan pekerjaan kita yang sudah sinergis dengan seluruh aparat penegak hukum maupun internasional sampai detik ini akan berbuah seperti apa yang kita harapkan,” katanya.
Dalam FGD tersebut, Aries juga menekankan pentingnya sinergi Bappisus dengan Kejaksaan dalam mendukung pengawasan pelaksanaan program pemerintah dan optimalisasi APBN hingga daerah. 
Menurut dia, koordinasi dengan jajaran intelijen kejaksaan diperlukan untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden. Kerja sama Bappisus dengan kejaksaan telah berjalan khususnya untuk mendukung penegakan hukum termasuk pemberantasan korupsi dan berbagai praktik yang merugikan negara.
“Sampai saat ini alhamdulillah Bappisus intens dengan kejaksaan dan saudara-saudara semuanya melihat bagaimana proses penegakan hukum,” kata Aries.
Dia mengatakan, sinergi tersebut menyasar berbagai bentuk pelanggaran yakni mulai dari korupsi hingga kejahatan ekonomi.
“Pemberantasan korupsi, manipulasi, illegal logging, under invoicing, under counting, transfer pricing, semuanya kita sikat habis,” ujarnya.
Sumber: inews
Foto: