17 Agustus 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Kepala BGN Sudaryono Dibentak Ibu-ibu di Berastagi, Racun Apa yang Kalian Kasih Sama Anak Kami

Oposisi Cerdas | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono disenggak (dibentak) ibu-ibu di Berastagi saat mengunjungi siswa yang keracunan MBG di RS Efarina Etaham Berastagi, Karo.
Puluhan siswa yang sebelumnya keracunan makanan program MBG dirawat di RS Efarina Etaham Berastagi, Minggu (16/8).
Seorang ibu yang merupakan orang tua dari siswa ini terlihat meluapkan emosinya kepada Kepala BGN. Ibu ini bahkan menepuk-nepuk dadanya beberapa kali sambil menangis di depan kepala BGN.
Kejadian tersebut terjadi saat Kepala BGN meninjau kondisi para pelajar yang sedang dirawat di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi, Minggu (16/8/2026).
Sambil menangis, ibu tersebut menceritakan kondisi anaknya, siswa SMA Negeri 1 Berastagi, yang sejak Kamis mengalami sesak napas hingga harus dirawat selama tiga hari di Rumah Sakit Amanda.
Sempat diperbolehkan pulang, kondisi anaknya kembali memburuk setelah mengalami mual dan gatal-gatal hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Etahanam Berastagi.
Dengan suara bergetar, ia kemudian berteriak menggunakan bahasa daerah.
“Racun apa yang terkandung dalam tubuh anak kami. Biar tahu kami mengobatinya,” jelasnya di hadapan kepala BGN Sudaryono yang datang menghampirinya.
“Racun apa yang kalian kasih sama anak kami, biar tahu kami mengobatinya,” ujarnya berkali-kali dengan suara keras.
Hingga kini, ia mengaku belum mendapat penjelasan mengenai penyebab anaknya mengalami keracunan.
“Tolong Bapak, permintaan maaf Bapak tidak mengubah keadaan. Apa sebenarnya racun yang dimakan anak kami, agar kami tahu mengobatinya,” ujarnya sambil menangis.
“Pertanggungjawaban yang mana yang kalian bilang, anak saya ini segeranya kenapa, tolong jangan cuma datang dan melihat kasih kami keterangan yang jelas,” ucapnya sambil teriak.
“Anak saya gatal-gatal. Kadang tangannya kebas-kebas,” ujarnya lagi.
Kepala (BGN) Sudaryono menyampaikan, pihaknya akan membuka secara gamblang hasil investigasi dan tidak akan menutup-nutupi hasilnya.
“Kita akan terbuka, semuanya kita akan buka, kalau penyebab berasal dari ikan yang tidak diletakkan di ruang pendingin lebih dari 12 jam,” ujar dia.
Dia mengaku ada kelalaian oleh petugas SPPG yang fatal dan menjadi penyebab terjadinya keracunan ini.
“Hasil uji sudah ada di dinas kesehatan, itu ada kelalaian yang fatal dan kita sudah lakukan penutupan dapur, dan kepala SPPG sudah kita copot,” ujarnya.
Hingga saat ini, ada 64 anak yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit diduga akibat keracunan MBG di Berastagi.
Diketahui, sebanyak 361 siswa di Kabupaten Karo, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (13/8/2026).
Satu siswa SMA Negeri 1 Berastagi bahkan harus dirujuk ke RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran dan kini menjalani perawatan intensif.***
Sumber: pojoksatu
Foto: Dia juga meminta pertanggungjawaban BGN.Seorang ibu di Berastagi Karo meluapkan amarahnya kepada Kepala BGN Sudaryono karena anaknya keracunan MBG. (ist)