19 Agustus 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Bapak Ojol Mau Cari Nafkah, Motornya Malah Dirusak oleh Pengemudi Alphard Gegara Senggolan

Oposisi Cerdas | Seorang bapak pengemudi ojek pangkalan (sering disebut ojol di media sosial) bernama Mulyadi (53) harus menelan kepahitan saat hendak mencari nafkah, Selasa (18/8/2026) pagi. Motor andalannya yang menjadi sumber penghasilan utama keluarga dirusak oleh pengemudi Toyota Alphard di kawasan Bintaro, Pesanggrahan.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB di Jalan IKPN, Kelurahan Bintaro. Mulyadi baru saja mengantar penumpang ke sekolah dan sedang dalam perjalanan pulang. Menurut keterangannya, posisi motornya terjepit di sisi kiri jalan karena ada pengendara lain di sebelah kanan. Saat itu, lengan atau bagian motornya tak sengaja menyenggol area spion mobil Alphard (berwarna silver metalik, pelat B 1216 PIV).
Pengemudi Alphard (mengenakan baju merah) langsung membunyikan klakson dan meminta Mulyadi menepi. Keduanya berhenti di bahu jalan. Mulyadi, yang merasa tidak menyebabkan goresan (menurutnya posisi baret di mobil lebih tinggi daripada setang motor), sempat meminta maaf dengan menundukkan kepala dan tangan gemetar memegang helm. Warga sekitar membenarkan bahwa bapak ojek itu terlihat pasrah dan tidak melawan.
Namun, pengemudi Alphard yang tak terima atas lecet spion mobilnya justru emosi. Ia mengambil batu (atau batu bata) dan memukulkannya berkali-kali ke bagian depan motor Mulyadi hingga rusak. Dalam video yang beredar luas di media sosial, termasuk Instagram dan X, terlihat aksi tersebut berlangsung di depan korban yang hanya bisa berdiri menyaksikan alat pencari nafkahnya dihantam. Pengemudi Alphard sempat mengancam akan memukul korban dengan batu dan mencoba mengambil ponsel Mulyadi.
Video viral itu memicu kemarahan warganet. Banyak yang menyoroti arogansi pengemudi mobil mewah terhadap pekerja kecil yang hanya ingin mencari nafkah. “Motor itu alatnya cari makan, spion lecet dikit aja langsung dirusak,” tulis salah satu netizen. Ada juga yang membuka donasi untuk membantu korban.
Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam mengonfirmasi kejadian tersebut. Polisi sudah mendatangi TKP, memeriksa saksi termasuk Mulyadi, dan mendalami identitas pengemudi serta mobil yang terdaftar atas nama perusahaan. “Belum ada laporan formal, tapi tetap kita tindaklanjuti. Ada keserempet kena spion, pemilik mobil nggak terima, motor dirusak pakai batu,” ujarnya.
Anak korban, Pras (26), menyebutkan bahwa pengemudi Alphard mengaku sedang banyak pikiran dan masalah pribadi sehingga emosinya meledak. Keluarga menduga goresan di spion mobil sudah lama, bukan akibat senggolan pagi itu.
Pada sore hari yang sama, sekitar pukul 15.00–17.00 WIB, mediasi digelar di rumah Mulyadi. Hadir pihak perusahaan, pengemudi Alphard, keluarga korban, Ketua RT, dan Babinsa. Kedua pihak sepakat damai. Pihak perusahaan memberikan kompensasi uang, sementara pengemudi Alphard bertanggung jawab memperbaiki kerusakan motor (dengan penggantian komponen). Mulyadi memilih tidak membuat laporan polisi. Ia menyatakan tetap akan melanjutkan pekerjaan sebagai pengemudi ojek pangkalan. Keluarga masih berencana mediasi lanjutan setelah motor selesai diperbaiki.
Insiden ini menjadi pengingat tentang pentingnya empati di jalan raya. Bagi seorang bapak yang mengandalkan motor untuk menghidupi keluarga, kerusakan seperti ini bukan sekadar kerugian materi, melainkan ancaman terhadap kelangsungan hidup sehari-hari. Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan keadilan.