Menteri Radikal Israel Serukan Usir Warga Gaza, Diisi Pemukim Yahudi
Oposisi Cerdas | Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir menyerukan agar warga Palestina meninggalkan Jalur Gaza secara permanen. Setelah Gaza dikosongkan, dia menginginkan wilayah tersebut diisi dengan permukiman baru Israel.
Ben Gvir bahkan menegaskan seluruh Gaza harus menjadi milik Israel. Pernyataan itu disampaikannya dalam podcast bersama Rom Braslavski, bekas tawanan Israel yang sebelumnya ditahan di Gaza, Minggu (16/8/2026).
Selain menyerukan pengosongan Gaza, Ben Gvir berulang kali menyatakan wilayah tersebut nantinya akan berada di bawah kendali Israel. Dia menghendaki pembangunan permukiman Israel di wilayah yang saat ini dihuni jutaan warga Palestina.
Seruan tersebut menuai kekhawatiran terkait kemungkinan pengusiran warga Palestina secara paksa dari Gaza.
Para pakar hukum internasional sebelumnya memperingatkan, pengusiran paksa atau pemindahan penduduk yang dilakukan secara sistematis bisa dikategorikan sebagai pembersihan etnis maupun pelanggaran hukum internasional, bergantung pada keadaan dan pembuktiannya.
Dalam kesempatan tersebut, politikus sayap kanan radikal itu juga menyerukan tindakan brutal terhadap warga Gaza. Dia meminta militer Israel membunuh 30-40 warga Gaza setiap malam.
“Ada orang-orang di sana yang tidak layak hidup. Mereka seharusnya tidak hidup. Mereka bahkan bukan manusia,” kata Ben Gvir, kepada Braslavski.
Pernyataan tersebut menjadi kontroversi terbaru yang dilontarkan Ben Gvir di tengah situasi perang Gaza. Dia diketahui tidak setuju dengan keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengurangi serangan militer di Gaza berdasarkan proposal gencatan senjata yang sedang dibahas.
Sebaliknya, Ben Gvir justru mendorong peningkatan serangan dan pembunuhan warga Gaza. Meski menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional dan menjadi bagian dari kabinet keamanan Israel, dia tidak memiliki kewenangan langsung untuk memerintahkan militer melakukan serangan ke Gaza
Sumber: inews
Foto: Itamar Ben Gvir menyerukan agar warga Palestina meninggalkan Jalur Gaza secara permanen (Foto: AP)
