Pengakuan Eros Djarot, Tak Ikut Diculik karena Temanan sama Anaknya Soeharto
Oposisi Cerdas | Ada yang menarik dalam perbincangan antara Bambang Harymurti dengan Erros Djarot di Retorika Show.
Dalam perbincangan itu, terungkap bahwa Erros Djarot lolos dalam penculikan karena memiliki “karib” di Keluarga Cendana.
“Yang seniman itu jangan ya, itu teman anakku Bambang,” ungkap Bambang, menirukan Soeharto, dikutip Selasa (25/8/2026).
Erros Djarot dan Bambang Trihatmodjo memang bersahabat. Mereka satu almamater yang sama waktu SMA, di Boedi Oetomo.
Erros dan Bambang, bahkan sering ngeband bareng di depan rumah Soeharto. Dari sinilah, Bambang bertemu dengan Prabowo.
Hubungan Erros dengan Prabowo juga dekat. Mereka bahkan sudah berbicara “lu” “gua” dalam situasi-situasi yang tidak formal.
Sampai suatu ketika, dua anak buah Erros diculik oleh Prabowo, yakni Haryanto Taslam dan Desmon, sepulang dari rumah Erros di Deplu.
Saat menanyakan kenapa tidak dirinya saja yang diculik, keluarlah bahasa itu dari Prabowo, yang dikutip oleh Bambang Harymurti.
Yang mengejutkan dari perbincangan itu, pengakuan Prabowo yang menyebut perintah penculikan datang dari Panglima Tertinggi.
“Jadi gini yah, dulu waktu SMA, Bambang Kelas 1, saya Kelas 3,” kata Erros, membongkar hubungan dengan Bambang Trihatmodjo.
“Saya sejak dia letnan sudah kenal.. dia itu orang apa sih, orang sopan lah ya. Kalau kita kan anak jalanan, suka berantem,” timpalnya.
Hingga saat ini, hubungan Erros dengan Bambang Trihatmodjo masih terjaga dengan baik. Menurut Erros, Bambang tetap baik.
Sedang dengan Prabowo, Erros mengaku ada berbeda. Menurutnya, Prabowo saat ini telah berubah, bukan orang yang dikenalnya dulu.
Semua cerita ini ditulis dalam memoar sutradara peraih 9 Piala Citra, dan wakil Indonesia di Academy Awards ini.
