31 Agustus 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Edukasi Kanker Serviks di Puncak Jaya, Perempuan Didorong Aktif Melakukan Deteksi Dini

Mulia, 31 Agustus 2026 — Upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap kesehatan reproduksi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), masyarakat Distrik Dokome mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan Pap Smear dan metode deteksi dini lainnya.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Aula DP3AKB Kabupaten Puncak Jaya, Senin (31/8/2026), menghadirkan Maria Barekala, Keb., A.Md. sebagai Narasumber I dan dr. DN Krisna Arijaya, Sp.OG sebagai Narasumber II. Penyampaian materi juga dibantu oleh Lirinda Wonda sebagai penerjemah.

Dalam pemaparannya, Maria Barekala menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada anak-anak dan remaja agar mampu menjaga kesehatan diri serta menghindari berbagai perilaku yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Ia mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, sehingga anak memiliki ruang yang aman untuk bercerita mengenai persoalan yang dihadapi, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan.

Menurutnya, pengawasan dan pendampingan orang tua sangat penting di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial yang semakin luas. Orang tua diharapkan dapat mendampingi anak dalam menggunakan telepon seluler dan mengakses informasi di internet secara bijak.

“Orang tua harus menjadi tempat anak bercerita. Dengan komunikasi yang baik, anak tidak mencari pelampiasan kepada hal-hal yang dapat merugikan dirinya,” jelasnya.

Maria juga mengingatkan pentingnya memberikan pendidikan mengenai kesehatan reproduksi sejak dini sesuai usia anak. Pendidikan tersebut dapat dilakukan melalui keluarga, sekolah, lingkungan gereja maupun komunitas masyarakat.

Sementara itu, dr. DN Krisna Arijaya, Sp.OG, memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai kanker serviks atau kanker leher rahim.
Ia menjelaskan bahwa kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang dapat menyerang perempuan dan pada banyak kasus dapat dicegah maupun ditangani lebih baik apabila ditemukan pada tahap awal.

Karena itu, ia mendorong perempuan untuk tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan dan tidak menunggu sampai muncul keluhan berat.
“Prinsip penting dalam penanganan kanker adalah deteksi dini. Semakin awal ditemukan, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” jelasnya.

Menurut dr. Krisna, upaya pencegahan kanker serviks dapat dilakukan melalui edukasi kesehatan, vaksinasi HPV, serta pemeriksaan deteksi dini seperti Pap Smear dan IVA, sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan deteksi dini merupakan langkah penting untuk mengetahui adanya perubahan pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

“Pap Smear dan IVA merupakan pemeriksaan untuk deteksi dini, bukan pengobatan kanker. Karena itu, masyarakat perlu memanfaatkannya sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa kanker serviks berkaitan erat dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV). Oleh sebab itu, pemahaman mengenai faktor risiko dan perilaku hidup sehat perlu terus ditingkatkan.

Dalam pemaparannya, dr. Krisna turut menyampaikan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker serviks, antara lain aktivitas seksual pada usia terlalu muda, memiliki banyak pasangan seksual, serta kebiasaan merokok.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya perempuan, agar memperhatikan kesehatan reproduksi dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami keluhan yang tidak biasa.

Beberapa tanda yang perlu diperiksakan antara lain keputihan yang tidak normal, terutama apabila berbau atau berubah warna, serta perdarahan setelah berhubungan seksual.

“Kalau ada keluhan yang tidak biasa, jangan menunggu. Segera periksa ke fasilitas kesehatan,” pesannya.

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia, termasuk puskesmas dan rumah sakit, sesuai dengan layanan yang tersedia.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kanker serviks, tetapi juga mampu meneruskan informasi tersebut kepada keluarga dan masyarakat di kampung masing-masing.

Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui DP3AKB berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan literasi kesehatan perempuan dan memperkuat keterlibatan keluarga, kader, tokoh masyarakat serta tenaga kesehatan dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu langkah nyata untuk membangun kesadaran bahwa pencegahan dan deteksi dini merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan perempuan dan ketahanan keluarga di Kabupaten Puncak Jaya.

The post Edukasi Kanker Serviks di Puncak Jaya, Perempuan Didorong Aktif Melakukan Deteksi Dini first appeared on pembaruanpapua.com.