31 Agustus 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Tempat Belajar Terancam Hilang, 400 Murid di Jambi Ngadu ke Prabowo

Oposisi Cerdas | Sebanyak 400 murid TK dan SD Asiatic Persada di Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, Jambi, terancam kehilangan tempat belajar akibat sengketa lahan. Mereka pun mengirim surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah turun tangan menyelamatkan keberlangsungan pendidikan mereka.
Surat terbuka itu dibacakan murid kelas 6 SD Asiatic Persada I, Nurul Aini Zamilah, di halaman sekolah, Senin (24/8/2026). Para siswa meminta kepastian agar rencana eksekusi lahan tidak membuat mereka kehilangan sekolah.
“Kami tidak tahu sekolah tempat kami menuntut ilmu ini akan dieksekusi. Kawan-kawan semua pasti sedih, tidak tahu harus bersekolah di mana lagi,” kata Rafi, murid kelas 6 SD Asiatic Persada, Senin (24/8/2026)
Kekhawatiran itu disampaikan di hadapan ratusan siswa yang berkumpul usai upacara. Mereka masih mengenakan seragam dan topi merah putih saat mendengarkan penjelasan Kepala Sekolah (Kepsek) mengenai kondisi sekolah mereka.
Sekolah tersebut berada di atas lahan yang masuk dalam perkara sengketa. Ancaman eksekusi berkaitan dengan Putusan Mahkamah Agung Nomor 5287 K/Pdt/2025 tertanggal 30 Desember 2025.
Bagi para siswa, persoalan hukum itu kini berimbas langsung kepada mereka. Jika sekolah dieksekusi, mereka belum mengetahui harus melanjutkan pendidikan di mana.
“Kami hanya ingin bersekolah seperti biasa. Sekolah kami jangan dieksekusi. Kami ingin tetap belajar di sini,” ujar Rafi.
SD Asiatic Persada dikelola Yayasan Sekolah Asiatic Persada. Sekolah itu sebelumnya berada di lingkungan PT Asiatic Persada yang kemudian berubah nama menjadi PT Berkat Sawit Utama (BSU).
Baca juga:
Duel Maut Dua Pelajar SMP di Jambi, Satu Tewas
Selain siswa, guru, karyawan dan orang tua juga mempertanyakan keberlanjutan sekolah jika eksekusi dilakukan. Mereka belum mendapatkan kepastian mengenai lokasi sekolah pengganti, tenaga pengajar, biaya pendidikan maupun keberlanjutan izin dan operasional sekolah.
Kondisi tersebut kemudian dituangkan para siswa dalam surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo dan Menteri Pendidikan.
“Dari guru-guru dan cerita para orang tua kami, hingga kini masa depan pendidikan dan sekolah tempat kami menuntut ilmu sama sekali tidak ada dibahas. Tidak ada solusi mau ke mana kami belajar, mau ke mana kami dipindahkan, mau ke mana kami bersekolah usai ini dieksekusi,” kata Nurul Siswi SD kelas 6 lainnya.
Nurul mengatakan para siswa tidak mengetahui persoalan hukum yang menyebabkan lahan sekolah mereka disengketakan. Mereka hanya berharap hak mendapatkan pendidikan tetap dijamin.
“Bapak Presiden dan Bapak Menteri yang kami hormati, pendidikan adalah hak konstitusional anak bangsa yang dijamin Undang-Undang Dasar 1945. Kami tidak tahu-menahu mengenai sengketa hukum. Jangan jadikan 400 anak-anak polos ini sebagai korban dari proses eksekusi yang dipaksakan,” ucapnya.
Dari halaman sekolah di tengah kawasan perkebunan Batang Hari, para siswa meminta Presiden Prabowo dan Menteri Pendidikan turun tangan sebelum eksekusi dilakukan. Mereka berharap ada solusi agar proses belajar mengajar tetap berjalan tanpa terputus.
“Jangan padamkan pelita harapan dan masa depan anak-anak kami,” pungkas Nurul.
Sumber: detik
Foto: Pelajar SD di Batang Hari curhat ke Presiden Prabowo gegara lahan sekolah bakal disegel (Dok. Istimewa)