1 September 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Permukiman Padat Penduduk di Batu Ceper Terbakar, 310 KK Terdampak dan 114 Rumah Ludes Dilalap Api

Oposisi Cerdas | Kebakaran melanda permukiman padat di Jalan Batu Ceper, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 31 Agustus 2026. Sebanyak 114 rumah terbakar dan 310 kepala keluarga (KK) terdampak.
Api dilaporkan muncul sekitar pukul 13.40 WIB. Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Jakarta Pusat tiba enam menit kemudian dengan mengerahkan 21 unit mobil pemadam serta 135 personel gabungan.
Kobaran api berhasil dilokalisir sekitar pukul 16.17 WIB. Proses pemadaman kemudian dinyatakan selesai pada pukul 18.00 WIB.
Akses Terbatas karena Permukiman Padat
Kepala Suku Dinas Damkar Jakarta Pusat Syarifudin mengatakan petugas langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan kebakaran.
“Kebakaran di Kecamatan Gambir ini sudah bisa dilokalisir, tinggal pendinginan saja di jam 16.17 WIB. Kita terima berita 13.40 WIB, 13.46 WIB kita sudah mulai bekerja,” ujar Kepala Suku Dinas Damkar, Syarifudin.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara penyebab kebakaran masih diselidiki kepolisian dan Puslabfor.
“Untuk penyebab kebakaran nanti, masih dalam penyelidikan kepolisian, Puslabfor, sementara penanganan kebakaran di kita,” terang dia.
Syarifudin menjelaskan, kondisi permukiman yang rapat menjadi salah satu kendala petugas.
Api juga cepat merambat karena kobaran sudah membesar saat penanganan dilakukan.
“Karena padat hunian dan api sudah besar, perambatan cepat sekali. Akhirnya kita berusaha memblokir dan alhamdulillah sekarang sudah bisa dilokalisir,” ungkapnya lebih lanjut.
Pemkot Fokus Penuhi Kebutuhan Warga
Pemerintah Kota Jakarta Pusat kini memprioritaskan penanganan warga yang terdampak.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin mengatakan pembangunan atau perbaikan rumah akan dilakukan setelah masa tanggap darurat berakhir.
“Perbaikan atau rekonstruksi rumah warga akan dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai,” kata Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin dalam keterangannya Selasa 1 September 2026.
Selama masa tanggap darurat, pemerintah menyiapkan makanan, minuman, air bersih, serta toilet bergerak.
Sejumlah lokasi juga disiapkan sebagai tempat pengungsian, termasuk Pos RW 01, tenda di lahan kosong, area bagian dalam, dan gedung parkir.
Meski demikian, sebagian warga memilih sementara tinggal di rumah keluarga atau kerabat karena belum sepenuhnya menempati lokasi pengungsian.
Pemerintah juga berkoordinasi dengan PLN untuk memulihkan jaringan listrik.
Pasokan listrik akan dinyalakan kembali setelah kondisi lokasi dipastikan aman.
“Upaya pemulihan jaringan tengah dilakukan PLN agar pasokan listrik dapat kembali menyala setelah kondisi di lokasi dinyatakan aman,” sebut Arifin.
Pemkot Jakarta Pusat bersama pihak terkait berjanji akan terus memastikan kebutuhan dasar dan fasilitas pendukung warga terpenuhi selama masa tanggap darurat.***
Sumber: konteks
Foto: Permukiman padat penduduk di Batu Ceper, Jakarta Pusat terbakar (Foto: Threads/@dewisukmawatisiregar)