INVI Resmikan EV Mining di Tambang Kideco, Penghematan Biaya Diproyeksikan Capai 50 Persen
Implementasi EV Mining 18 truk listrik dan 3 stasiun penukaran baterai di Kideco, diproyeksikan menghemat biaya energi dan bahan bakar hingga 50 persen serta biaya operasional sekitar 30 persen dibandingkan armada diesel.
Paser, Kalimantan Timur — PT Energi Makmur Buana (invi) bersama PT Kideco Jaya Agung (Kideco) meresmikan implementasi EV Mining di tambang Kideco, Kalimantan Timur. EV Mining yang dioperasikan terdiri dari 18 truk tambang listrik dan 3 stasiun penukaran baterai. Kolaborasi kedua anak usaha PT Indika Energy Tbk (Indika Energy) ini bertujuan meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi melalui pengembangan elektrifikasi di area pertambangan. Inisiatif tersebut diluncurkan dalam acara “EVMine: Electrifying Mining Operations” di area stasiun penukaran baterai KM 35, tambang Kideco. Acara ini dihadiri Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy, Azis Armand, Direktur Utama Kideco, Kurnia Ariawan, dan Direktur Utama invi, Alif Sasetyo. Perwakilan mitra kerja Kideco seperti, Bima Internasional (BIMA), Bima Invi Sinergi Alami (bisa), dan perwakilan anak usaha Indika Energy seperti, Interport Mandiri Utama dan KALISTA serta Produsen truk EV, SANY.
Dalam implementasi EV Mining, invi berperan sebagai penyedia solusi kendaraan listrik. Dukungan yang diberikan mencakup penyediaan truk listrik dan stasiun penukaran baterai, dukungan operasional, pemeliharaan, layanan purnajual, serta pengembangan kapabilitas sumber daya manusia (SDM).
“Pengoperasian truk listrik ini telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari uji coba, pengumpulan dan analisis data operasional serta komersial, hingga penyempurnaan spesifikasi kendaraan dan infrastruktur pendukung. Selain itu, penguatan kapabilitas SDM juga dilakukan melalui Basic Mechanical Electric Vehicle Course (BMEVC) untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan tim dalam mendukung pengoperasian dan pemeliharaan kendaraan listrik di lingkungan pertambangan,” ujar Alif Sasetyo, Direktur Utama invi, Sabtu (5/9/2026).
Sebagai mitra strategis sekaligus pemilik tambang tempat EV Mining diterapkan, Kideco, berperan dalam memastikan implementasinya sesuai dengan kebutuhan operasional tambang. Direktur Utama Kideco Kurnia Ariawan, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendorong pengurangan emisi.

“Bagi Kideco, implementasi truk listrik di area pertambangan merupakan bagian dari upaya untuk terus meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional. Pengalaman dari proses trial hingga implementasi memberikan pembelajaran penting bagi kami dalam melihat bagaimana teknologi kendaraan listrik dapat diintegrasikan ke dalam kebutuhan operasional tambang secara bertahap, dan terukur”, ungkap Kurnia.
Di tingkat grup, Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy, Azis Armand, menekankan bahwa kolaborasi invi dan Kideco merupakan wujud dari komitmen Indika Energy untuk mempercepat dekarbonisasi dan meningkatkan efisiensi operasional di sektor pertambangan.
“Implementasi di Kideco membuktikan bahwa elektrifikasi operasional tambang tidak hanya menurunkan emisi, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang nyata. Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi rujukan bagi akselerasi elektrifikasi pertambangan, baik di dalam Indika Energy Group maupun di sektor pertambangan nasional”, ujar Azis.
Pengembangan EV Mining di Kideco dimulai dengan kajian awal pada Agustus 2024, dilanjutkan uji coba pertama pada November 2024. Berdasarkan hasil evaluasi, invi dn para mitra melakukan 16 penyempurnaan pada aspek keselamatan, produktivitas, operasional, dan kenyamanan sebelum menjalankan uji coba kedua pada Oktober 2025. Penyempurnaan dilakukan melalui analisis data, pengembangan spesifikasi kendaraan, serta peningkatan kesiapan sumber daya manusia.
Setelah melalui rangkaian uji coba dan penyempurnaan, enam truk listrik mulai dioperasikan pada tahap awal selama Maret–Juli 2026. Biaya energinya tercatat sekitar 14 persen lebih rendah dibandingkan estimasi biaya bahan bakar armada diesel pembanding. Berdasarkan estimasi awal, pengoperasian enam unit tersebut juga mengurangi emisi sekitar 370 ton CO₂ pada periode yang sama.
Dengan optimalisasi seluruh sistem EV Mining, invi dan Kideco memproyeksikan penghematan biaya energi dan bahan bakar hingga 50 persen serta penurunan biaya operasional sekitar 30 persen dibandingkan armada diesel.
Peluncuran ini menandai peralihan EV Mining di Kideco dari tahap uji coba menuju operasi. Pengalaman tersebut menjadi dasar bagi pengembangan elektrifikasi pertambangan berikutnya, baik di lingkungan Indika Energy Group maupun di industri pertambangan Indonesia.
The post INVI Resmikan EV Mining di Tambang Kideco, Penghematan Biaya Diproyeksikan Capai 50 Persen first appeared on Beritakaltimterkini.com.