8 September 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

PM Malaysia Anwar Ibrahim: Saya Mohon Maaf Tidak Dapat Menyantuni Pak Jokowi

Oposisi Cerdas | Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menelepon Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi yang sedang berada di Pulau Pinang, Malaysia, Minggu (6/9/2026).
Dalam percakapan tersebut, keduanya bertukar kabar dan membahas kondisi Indonesia, termasuk erupsi Gunung Anak Krakatau serta kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Anwar juga menyampaikan solidaritas kepada masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi bencana tersebut.
Jokowi mengapresiasi perhatian dan doa yang disampaikan Anwar. Ia mengungkapkan rasa senang dapat kembali berbicara dengan sahabat lamanya tersebut.
“Terima kasih, sahabat saya, Perdana Menteri Malaysia, Yang Mulia Dato’ Seri Anwar Ibrahim @anwaribrahim_my, atas perhatian dan doa untuk Indonesia,” tulis Jokowi melalui akun Instagram pribadinya, Senin (7/9/2026).
Jokowi diketahui berada di Pulau Pinang untuk menghadiri Penang Peace Dialogue. Namun, keduanya belum dapat bertemu secara langsung karena agenda masing-masing.
Jokowi pun menyampaikan permohonan maaf kepada Anwar karena belum bisa bertemu dengannya di Penang.
“Senang dapat berbicara dan saling bertukar kabar pagi tadi. Mohon maaf karena belum dapat bertemu langsung di Penang,” ujar Jokowi.
Sementara itu, Anwar juga menjelaskan alasan dirinya tidak dapat menemui Jokowi secara langsung. Menurut Anwar, sebelum menghadiri MAHA 2026, dirinya sempat menghubungi Jokowi yang tengah berada di Pulau Pinang untuk menghadiri forum perdamaian tersebut.
“Pagi ini sebelum ke MAHA 2026, saya sempat hubungi sahabat lama yang juga Mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang kini berada di Pulau Pinang bagi menghadiri Penang Peace Dialogue,” tulis Anwar melalui akun X-nya.
Anwar mengatakan dirinya telah lebih dulu memiliki agenda bersama petani, peternak, peladang, dan komunitas agro dalam MAHA 2026 sehingga tidak dapat mendampingi Jokowi secara langsung.
“Saya zahirkan permohonan maaf kerana tidak dapat menyantuni Pak Jokowi secara langsung di sana berikutan rencana bersama golongan petani, penternak, peladang dan komuniti agro di MAHA 2026 yang telah dijadualkan lebih awal,” tulisnya.
Dalam percakapan tersebut, Anwar menyampaikan solidaritas kepada masyarakat Indonesia yang menghadapi dampak bencana gunung berapi dan kabut asap.
“Kami bertukar khabar dalam suasana penuh mesra, selain saya menzahirkan solidariti kepada saudara-saudara kita di Indonesia susulan bencana gunung berapi serta cabaran jerebu yang sedang dihadapi,” kata Anwar.
Anwar juga menegaskan kedekatan hubungan Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, hubungan kedua negara tidak sebatas hubungan antarnegara, tetapi juga dibangun atas sejarah, budaya, dan ikatan persaudaraan.
“Malaysia dan Indonesia bukan sekadar negara jiran, tetapi dua bangsa serumpun yang diikat sejarah, budaya dan persaudaraan yang akrab,” tulisnya.
Anwar menekankan bahwa pergantian posisi dan kekuasaan merupakan bagian dari dinamika politik, tetapi hubungan persahabatan antarpemimpin dan antarmasyarakat harus tetap dipelihara.
“Amanah dan kedudukan boleh silih berganti, namun persahabatan dan rasa hormat akan terus kekal,” ujarnya.
Ia berharap hubungan erat Indonesia dan Malaysia terus terjaga demi kepentingan masyarakat kedua negara serta stabilitas kawasan.
“Insya-Allah, ikatan ini akan terus dipelihara demi kesejahteraan rakyat kedua-dua negara serta keamanan dan kemakmuran rantau,” tulis Anwar.
Sumber: wartaekonomi
Foto: Ilustrasi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menelepon Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi/Net