Warga Paronggo dan Polisi Patungan Tenaga Bangun Pospol, Harapan Pelayanan Makin Dekat
MIMIKA — Bagi warga Kampung Paronggo, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, kehadiran polisi bukan sekadar soal menjaga keamanan. Mereka ingin pelayanan kepolisian hadir lebih dekat, sehingga setiap persoalan dapat ditangani tanpa harus menunggu atau menempuh jarak yang jauh.
Harapan itu mulai diwujudkan melalui pembangunan Pos Polisi (Pospol) Polsek Mimika Barat di Kampung Paronggo. Menariknya, pembangunan tersebut tidak hanya dikerjakan polisi, tetapi dilakukan secara swadaya bersama masyarakat melalui semangat gotong royong, Minggu (13/9/2026).
Sejak sekitar pukul 10.00 WIT, warga bersama personel Polsek Mimika Barat bergotong royong memasang umpak dan tiang bangunan. Kepala kampung, kepala suku, tokoh masyarakat hingga kaum perempuan turut mengambil bagian dalam pekerjaan tersebut.
Kapolsek Mimika Barat Ipda Muhamad Yani bahkan ikut turun langsung bersama personelnya. Kehadiran polisi di tengah warga itu menjadi gambaran bahwa pembangunan Pospol tersebut bukan sekadar membangun sebuah gedung, tetapi juga membangun kedekatan antara aparat dan masyarakat.
Kepala Kampung Paronggo Timotius Atapea, Kepala Suku Paronggo Welem Tepa, tokoh masyarakat dan warga setempat turut terlibat dalam proses pembangunan.
Pembangunan Pospol ini merupakan respons Polsek Mimika Barat terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan kehadiran personel kepolisian lebih dekat di kampung mereka.
Dengan adanya Pospol, masyarakat diharapkan lebih mudah mendapatkan pelayanan kepolisian sekaligus memiliki akses yang lebih cepat untuk menyampaikan berbagai persoalan maupun potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Pembangunan Pospol ini merupakan bentuk nyata sinergi antara Polri dan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi kepedulian warga yang dengan sukarela ikut bergotong royong,” kata Ipda Muhamad Yani.
Menurut dia, Pospol tersebut nantinya tidak hanya menjadi tempat anggota kepolisian menjalankan tugas, tetapi juga menjadi ruang pelayanan dan komunikasi bagi masyarakat.
“Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat. Ketika ada persoalan, masyarakat tidak perlu merasa jauh dari polisi. Kami akan terus mengedepankan koordinasi dan kolaborasi agar setiap persoalan dapat diketahui dan diselesaikan bersama dengan baik,” ujarnya.
Bagi masyarakat Paronggo, berdirinya Pospol di kampung mereka nantinya diharapkan menjadi lebih dari sekadar bangunan polisi. Pospol itu diharapkan menjadi titik hadirnya pelayanan, komunikasi dan rasa aman bagi warga.
The post Warga Paronggo dan Polisi Patungan Tenaga Bangun Pospol, Harapan Pelayanan Makin Dekat first appeared on pembaruanpapua.com.