Pemda Lanny Jaya Minta Dukungan Provinsi Papua Pegunungan dan Pusat Tangani Dampak Hujan Es di Tiga Distrik
TIOM, 21 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya terus memperkuat langkah penanganan dampak bencana hujan es yang melanda masyarakat di tiga distrik, yakni Kuyawage, Wano Barat, dan Goa Baliem. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena bencana tidak hanya berdampak terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga mengancam ketersediaan pangan, air bersih, tempat tinggal, serta keberlangsungan kehidupan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, S.Pd. memimpin rapat bersama unsur pimpinan DPRK Lanny Jaya, Dinas Kesehatan, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Tiom, Senin (21/9/2026). Rapat tersebut digelar setelah tim tenaga kesehatan menyelesaikan pelayanan kesehatan dasar di wilayah terdampak.
Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap hasil pelayanan kesehatan sekaligus membahas kebutuhan mendesak masyarakat yang berada di tiga distrik terdampak.
Bupati Aletinus mengatakan, tim kesehatan sebelumnya telah melakukan survei awal sebelum kemudian diterjunkan untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Selama lebih dari dua minggu, tenaga kesehatan bergerak ke sejumlah wilayah hingga mendekati daerah perbatasan dengan Kabupaten Puncak.
“Teman-teman dari Dinas Kesehatan sudah masuk ke Kuyawage, Goa Baliem dan Wano Barat. Sebelumnya dilakukan survei, kemudian mereka turun memberikan pelayanan kesehatan dasar. Setelah lebih dari dua minggu memberikan pelayanan, hari ini mereka kembali dan menyampaikan laporan,” ujar Bupati.
Air Bersih, Pangan dan Peralatan Masak Jadi Kebutuhan Mendesak
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, masyarakat di tiga distrik tersebut membutuhkan sejumlah bantuan mendasar. Di antaranya air bersih, bahan makanan, peralatan memasak, perlengkapan tidur, serta kebutuhan tempat tinggal.
Bupati menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak dapat ditangani hanya dengan pelayanan kesehatan. Menurutnya, faktor lingkungan dan ketersediaan pangan menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya masalah kesehatan baru.
“Pada prinsipnya masih banyak yang harus kita lakukan. Pertama yang dibutuhkan adalah air bersih, tempat tinggal dan bahan makanan,” katanya.
Pemerintah daerah juga mengkhawatirkan munculnya berbagai penyakit dalam beberapa minggu atau bulan mendatang apabila persoalan air bersih dan pangan tidak segera ditangani.
Salah satu rekomendasi dari Dinas Kesehatan adalah memastikan air yang dikonsumsi masyarakat harus dimasak terlebih dahulu. Karena itu, kebutuhan seperti dandang, mangkuk, sabun dan perlengkapan memasak lainnya dinilai mendesak untuk segera disalurkan.
Bupati mengatakan, pemerintah daerah Lanny Jaya memiliki keterbatasan apabila harus menanggung seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dalam jangka panjang.
Karena itu, Pemkab Lanny Jaya meminta dukungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Pusat agar penanganan bencana dapat dilakukan secara bersama-sama.
“Kami pemerintah daerah sendiri tidak akan mampu mengatasinya. Karena itu kami berharap dan meminta dukungan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” tegasnya.
Pemkab Minta Bantuan Nyata dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan
Bupati juga berharap bantuan yang diberikan tidak sebatas penyaluran kembali bantuan dari pemerintah pusat, tetapi terdapat dukungan nyata dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk masyarakat di wilayah terdampak.
Menurutnya, sebelumnya bantuan yang diterima masyarakat sebagian berasal dari pemerintah pusat, terutama dalam bentuk dukungan ketahanan pangan, serta bantuan yang telah beberapa kali disalurkan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya.
Namun, melihat kondisi masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana, kebutuhan tersebut diperkirakan akan berlangsung cukup panjang.
“Kami berharap ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan. Kami sangat berharap bantuan itu benar-benar nyata untuk masyarakat yang terdampak,” kata Aletinus.
15 Tenaga Kesehatan Diterjunkan
Dalam penanganan awal, sebanyak 15 tenaga kesehatan diturunkan, di luar tenaga kesehatan yang memang bertugas di puskesmas setempat.
Tim tersebut telah mencapai tiga distrik terdampak, bahkan bergerak hingga wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Puncak. Hampir seluruh kampung yang dapat dijangkau telah mendapatkan pelayanan kesehatan dasar.
Dari hasil pelayanan tersebut, tenaga kesehatan menemukan sejumlah keluhan dan gejala penyakit yang dialami masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., mengatakan hasil pelayanan langsung di lapangan menunjukkan adanya sejumlah kasus kesehatan yang perlu mendapat perhatian.
Beberapa keluhan yang ditemukan antara lain diare, ISPA, mialgia atau nyeri otot, kecacingan, nyeri punggung bagian bawah, skabies, sakit kepala, serta sejumlah kondisi lainnya termasuk hipertensi.
“Setelah tim masuk, kami melakukan evaluasi. Kami merencanakan tim akan kembali masuk. Kalau tidak pada Oktober, maka pada Desember mendatang,” jelas Niel.
Menurutnya, pelayanan kesehatan akan terus disiapkan karena kondisi masyarakat masih membutuhkan pemantauan secara berkala.
Dampak Bencana Dikhawatirkan Berlangsung hingga 2027
Dinas Kesehatan Lanny Jaya juga melihat adanya tantangan besar karena kondisi kemarau panjang dan dampak hujan es diperkirakan masih dirasakan masyarakat hingga awal 2027.
Kerusakan pada sektor perkebunan menjadi salah satu persoalan utama. Hasil pertanian dan perkebunan masyarakat yang mengalami gagal panen menyebabkan sumber pangan lokal semakin terbatas.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan bantuan pangan menjadi semakin penting.
Niel mengatakan, masyarakat bukan hanya membutuhkan bantuan dalam jangka pendek, tetapi juga dukungan berkelanjutan selama kondisi belum pulih.
“Kami membutuhkan peralatan masak untuk masyarakat seperti dandang, mangkuk, sabun, peralatan tidur dan tentunya bahan makanan. Peralatan masak ini penting untuk memastikan masyarakat mengonsumsi air yang sudah dimasak dan bersih,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan pangan juga harus terus tersedia karena pangan lokal masyarakat terdampak akibat kegagalan panen.
“Pangan lokal sudah tidak ada lagi. Karena itu kebutuhan pendukung harus terus ditopang,” katanya.
Dinas Kesehatan memastikan tenaga medis tetap siaga menghadapi perkembangan kondisi di lapangan.
“Kami memastikan tenaga kesehatan kami sifatnya standby. Apapun keadaan dan kondisinya, kami siap,” tegas Niel.
Namun, ia kembali menekankan bahwa pelayanan kesehatan harus dibarengi dengan dukungan pangan dan kebutuhan dasar lainnya.
DPRK Lanny Jaya Apresiasi Respons Pemda
Ketua II DPRK Lanny Jaya, Oronius Yigibalom, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya yang terus hadir bersama masyarakat di tiga distrik terdampak.
Ia menilai kehadiran pemerintah daerah dan tenaga kesehatan di wilayah bencana merupakan bagian penting dalam memastikan masyarakat tidak menghadapi kondisi tersebut sendirian.
“Kami mengapresiasi Pemda Lanny Jaya karena terus bersama masyarakat di tiga distrik tersebut dan selalu siap ketika terjadi bencana. Kami juga berterima kasih karena tenaga kesehatan sudah masuk dan memberikan pelayanan di tiga distrik,” ungkap Oronius.
Namun, ia menilai kondisi bencana yang terjadi tahun ini memiliki dampak yang berbeda dibandingkan kejadian pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, kerusakan yang terjadi tidak hanya berpengaruh terhadap kehidupan manusia, tetapi juga terhadap lingkungan dan makhluk hidup lainnya, termasuk hewan yang menjadi bagian dari ekosistem masyarakat.
Karena itu, DPRK Lanny Jaya turut mendorong adanya keterlibatan lebih besar dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Pusat.
Kepala Kampung Diminta Gunakan Dana Kampung untuk Warga Terdampak
Oronius juga meminta pemerintah kampung di wilayah terdampak agar menggunakan anggaran kampung sesuai kebutuhan masyarakat yang terkena bencana.
Ia menegaskan bahwa dana kampung harus dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.
“Kepala kampung harus menggunakan dana kampung yang ada untuk membantu masyarakat yang terkena bencana. Jangan digunakan untuk kepentingan lain yang tidak berkaitan dengan kondisi bencana,” tegasnya.
Menurutnya, sebagian anggaran kampung harus diarahkan untuk membantu masyarakat yang saat ini membutuhkan pangan dan kebutuhan dasar lainnya.
Ia juga mengingatkan bahwa apabila kondisi bencana diperkirakan berlangsung hingga tahun depan, maka diperlukan strategi penanganan jangka menengah dan panjang.
Pemkab Lanny Jaya: Penanganan Harus Dilakukan Bersama
Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya menegaskan bahwa penanganan dampak bencana di Kuyawage, Wano Barat dan Goa Baliem membutuhkan kerja bersama lintas pemerintahan.
Pemkab akan terus melakukan pelayanan kesehatan, pendataan kebutuhan masyarakat, serta koordinasi dengan berbagai pihak. Namun, keterbatasan kemampuan daerah membuat dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Pusat menjadi sangat penting.
Terlebih, dampak bencana terhadap perkebunan dan pangan lokal berpotensi membuat masyarakat menghadapi persoalan dalam waktu yang panjang.
Bupati Aletinus Yigibalom berharap persoalan tersebut mendapat perhatian serius sehingga bantuan tidak berhenti pada tahap tanggap darurat saja, tetapi dapat berlanjut hingga masyarakat benar-benar mampu kembali memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri.
“Ini bukan hanya persoalan hari ini. Kalau dampaknya panjang, maka bantuan pangan, air bersih, peralatan memasak dan kebutuhan dasar lainnya juga harus dipikirkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pemkab Lanny Jaya berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Pusat, DPRK, pemerintah kampung, tenaga kesehatan dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat penanganan bencana.
Dengan kolaborasi tersebut, masyarakat di Kuyawage, Wano Barat dan Goa Baliem diharapkan dapat memperoleh perlindungan, pelayanan kesehatan, pangan dan kebutuhan dasar secara berkelanjutan hingga kondisi di wilayah terdampak kembali pulih.
The post Pemda Lanny Jaya Minta Dukungan Provinsi Papua Pegunungan dan Pusat Tangani Dampak Hujan Es di Tiga Distrik first appeared on pembaruanpapua.com.