Dinkes Lanny Jaya Jangkau Tiga Distrik Terdampak Hujan Es, Temukan Beragam Keluhan Kesehatan dan Siapkan Tim Lanjutan
LANNY JAYA, 22 September 2026 — Dampak hujan es yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lanny Jaya mulai menunjukkan persoalan serius di bidang kesehatan dan ketahanan pangan. Hasil pelayanan langsung di lapangan menemukan berbagai keluhan kesehatan masyarakat di tiga distrik terdampak, yakni Kuyawage, Goa Baliem, dan Wano Barat.
Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, OPD terkait, serta unsur DPRK Lanny Jaya di Kantor Bupati Lanny Jaya, Senin (21/9/2026).
Menurut Niel, tim kesehatan yang diterjunkan selama lebih dari dua minggu telah menjangkau kampung-kampung di tiga distrik terdampak. Tim berjumlah sekitar 15 orang, didukung tenaga kesehatan dari puskesmas di wilayah masing-masing.
Dari pelayanan dan pemeriksaan langsung, ditemukan sejumlah keluhan kesehatan masyarakat, antara lain diare, ISPA, nyeri otot (mialgia), kecacingan, nyeri punggung bagian bawah, skabies, sakit kepala, hingga hipertensi.
“Setelah tim masuk, kami melakukan evaluasi. Kami merencanakan tim akan kembali masuk. Kalau tidak pada Oktober, maka pada Desember mendatang,” ujar Niel.
Kemarau Panjang dan Gagal Panen Jadi Ancaman
Selain persoalan kesehatan, Dinas Kesehatan Lanny Jaya mengkhawatirkan dampak bencana terhadap kehidupan masyarakat dalam jangka panjang. Kemarau panjang yang disertai hujan es telah merusak sejumlah tanaman pertanian dan perkebunan masyarakat.
Kondisi tersebut menyebabkan gagal panen dan menurunnya ketersediaan pangan lokal. Jika tidak segera mendapat dukungan, persoalan ini dikhawatirkan masih dirasakan masyarakat hingga awal 2027.
“Pangan lokal sudah tidak ada lagi. Karena itu kebutuhan pendukung harus terus ditopang,” kata Niel.
Ia menegaskan, masyarakat membutuhkan bantuan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam waktu singkat, tetapi juga dukungan berkelanjutan selama proses pemulihan berlangsung.
Peralatan Masak dan Air Bersih Sangat Dibutuhkan
Niel juga menyoroti kebutuhan dasar masyarakat, terutama peralatan memasak dan perlengkapan rumah tangga.
Bantuan yang dibutuhkan antara lain dandang, mangkuk, sabun, perlengkapan tidur, serta bahan makanan.
Menurutnya, peralatan memasak menjadi kebutuhan penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, khususnya untuk memastikan air yang dikonsumsi telah dimasak dan aman.
“Peralatan masak ini penting untuk memastikan masyarakat mengonsumsi air yang sudah dimasak dan bersih,” jelasnya.
Karena sumber pangan lokal banyak yang mengalami kerusakan, bantuan bahan makanan juga dinilai perlu terus diberikan hingga masyarakat kembali mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.
Tenaga Kesehatan Tetap Siaga
Dinas Kesehatan Lanny Jaya memastikan tenaga medis tetap bersiaga dan siap kembali melakukan pelayanan apabila kondisi masyarakat membutuhkan penanganan lanjutan.
“Kami memastikan tenaga kesehatan kami sifatnya standby. Apapun keadaan dan kondisinya, kami siap,” tegas Niel.
Namun, ia menekankan bahwa penanganan dampak bencana tidak dapat hanya mengandalkan pelayanan kesehatan. Dukungan pangan, air bersih, perlengkapan memasak, perlengkapan tidur, dan kebutuhan dasar lainnya harus berjalan bersamaan.
Setelah melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan, Dinas Kesehatan Lanny Jaya berharap penanganan bencana mendapat perhatian lebih luas melalui kolaborasi pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, pemerintah pusat, serta pihak-pihak terkait.
“Kami berharap pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak,” pungkas Niel.
The post Dinkes Lanny Jaya Jangkau Tiga Distrik Terdampak Hujan Es, Temukan Beragam Keluhan Kesehatan dan Siapkan Tim Lanjutan first appeared on pembaruanpapua.com.