Pemkab Nduga Ambil Alih Pengelolaan Subsidi Penerbangan, Harga Tiket Kenyam–Timika Dipastikan Tidak Ada Lagi Kenaikan
KENYAM, 22 September 2026 – Pemerintah Kabupaten Nduga mengambil langkah tegas untuk memastikan subsidi transportasi udara benar-benar dirasakan masyarakat. Pemkab Nduga secara resmi mencanangkan penerbangan bersubsidi rute Kenyam–Timika dan Timika–Kenyam, sekaligus mengambil alih pengawasan pengelolaan subsidi penumpang, barang, hingga BBM.
Pencanangan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Nduga Yoas Beon, S.IP., bersama Plt Kepala Dinas Perhubungan Nduga Lines Gwijangge dan jajaran terkait di Bandara Kenyam, Selasa (22/9/2026).
Melalui kebijakan tersebut, masyarakat Nduga mendapatkan kepastian tarif penerbangan yang lebih terjangkau. Untuk rute Kenyam–Timika, tarif subsidi ditetapkan sebesar Rp406.210 untuk penumpang dewasa dan Rp39.521 untuk bayi.
Sementara untuk penerbangan Timika–Kenyam, tarif yang ditetapkan sebesar Rp365.210 bagi penumpang dewasa dan Rp39.521 bagi bayi.
Penerbangan bersubsidi tersebut dijadwalkan melayani masyarakat pada hari Senin, Kamis, dan Jumat.
Pemerintah daerah juga menyepakati besaran biaya pengiriman barang dan BBM melalui pesawat agar masyarakat tidak kembali terbebani biaya angkutan yang tinggi.
Pemkab Ambil Alih Pengelolaan Subsidi
Bupati Yoas Beon mengatakan, kebijakan pengambilalihan pengelolaan subsidi dilakukan setelah pemerintah daerah menemukan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan subsidi sebelumnya.
Menurutnya, subsidi penerbangan untuk penumpang, barang, dan BBM sebenarnya telah berjalan, namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai persoalan sehingga manfaat subsidi belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
“Hari ini, tanggal 22 September 2026, saya bersama Kepala Dinas Perhubungan, Perindagkop dan Diskominfo baru saja mencanangkan penerbangan subsidi, baik untuk penumpang maupun kargo barang, serta subsidi BBM,” tegas Yoas Beon di Bandara Kenyam.
Ia menjelaskan, setelah dilakukan inspeksi mendadak dan rapat bersama sejumlah pihak, pemerintah daerah memutuskan untuk mengambil alih pengurusan subsidi tersebut.
Langkah ini dilakukan agar seluruh proses pengelolaan dapat dikontrol secara langsung oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait.
Dengan demikian, pemerintah dapat mengawasi penyaluran subsidi penumpang, barang, dan BBM agar sesuai dengan tujuan program serta peruntukannya bagi masyarakat Nduga.
Harga Tiket Tidak Boleh Lagi Melambung
Bupati Yoas Beon menyoroti persoalan biaya operasional di lapangan yang selama ini dinilai ikut memengaruhi harga tiket.
Ia menyebut persoalan seperti honor pekerja, kebersihan lapangan terbang, hingga keamanan sebelumnya menjadi bagian dari biaya yang dibebankan dalam operasional penerbangan.
Akibatnya, tarif yang seharusnya mendapatkan subsidi dapat meningkat jauh lebih tinggi.
“Selama ini banyak persoalan, mungkin karena honor orang yang bekerja tidak diperhatikan, pembersihan lapangan terbang dan masalah keamanan dipotong, sehingga harga subsidi dari Rp406.210 dan Rp365.210 bisa berubah menjadi Rp850.000,” ungkapnya.
Atas kondisi tersebut, Pemkab Nduga kini menyatakan bahwa berbagai kebutuhan operasional yang menjadi tanggung jawab pemerintah akan ditangani oleh pemerintah daerah.
Mulai dari kebersihan lapangan terbang, honor pekerja, hingga kebutuhan keamanan akan menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah sehingga tidak boleh lagi menjadi alasan untuk menaikkan harga tiket subsidi yang telah ditetapkan.
Subsidi Harus Sampai kepada Masyarakat
Yoas menegaskan, kebijakan ini bukan sekadar menetapkan tarif murah, tetapi juga memastikan subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat.
Pemerintah Kabupaten Nduga ingin mengakhiri kondisi ketika masyarakat memiliki hak atas subsidi, tetapi dalam praktiknya tetap harus membayar dengan harga tinggi.
“Secara resmi kami canangkan subsidi penumpang, barang dan BBM serta pengambilalihan untuk menekan harga dan sesuai dengan aturan yang ada. Semua ini untuk masyarakat Nduga itu sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah memahami kekecewaan masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya menikmati manfaat subsidi.
Karena itu, Pemkab Nduga mengambil langkah langsung dengan mengendalikan pengelolaan subsidi agar tarif yang telah ditetapkan dapat dipertahankan.
“Selama ini masyarakat mendapatkan subsidi, tetapi ternyata tidak bisa didapatkan. Hari ini kami mengobati kekecewaan itu dan kami ambil alih semua kepengurusannya, sehingga harga harus tetap sesuai dengan harga subsidi tersebut,” tegas Yoas.
Dengan kebijakan tersebut, Pemkab Nduga berharap akses transportasi udara bagi masyarakat semakin terbuka, distribusi barang menjadi lebih terjangkau, dan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah Nduga dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih terkendali.
Pemerintah daerah juga menegaskan akan memperkuat pengawasan agar subsidi penerbangan, kargo, dan BBM tidak kembali mengalami penyimpangan dalam pelaksanaannya.
The post Pemkab Nduga Ambil Alih Pengelolaan Subsidi Penerbangan, Harga Tiket Kenyam–Timika Dipastikan Tidak Ada Lagi Kenaikan first appeared on pembaruanpapua.com.