23 September 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Uang Rp100 Ribu Tanda Tangan Purbaya Kini Langka, Cek Dompetmu!

Oposisi Cerdas | Uang Rp100 ribu bertanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa kini diburu kolektor. Dicetak pada 2026, uang ini disebut langka karena hanya terbit sekali.
Ada yang berbeda dari uang pecahan Rp100 ribu tahun cetak 2026 yang beredar di masyarakat.
Pecahan bergambar Soekarno-Hatta itu kini ramai diburu setelah muncul uang dengan tanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Uang Rp100 ribu tersebut menjadi perhatian karena memuat tanda tangan Purbaya pada bagian kiri bawah uang, berdampingan dengan tanda tangan Gubernur Bank Indonesia.
Sebagian masyarakat bahkan mulai mengecek uang tunai yang tersimpan di dompet untuk melihat apakah mereka memiliki pecahan Rp100 ribu dengan tanda tangan tersebut.
Perhatian terhadap uang ini muncul setelah unggahan akun Instagram @tante.rempong.official pada 22 September 2026 mengangkat sejumlah perbincangan warganet mengenai pecahan Rp100 ribu bertanda tangan Purbaya.
Dalam unggahan tersebut, sejumlah pengguna Threads membahas keberadaan uang pecahan Rp100 ribu tahun cetak 2026 yang memiliki tanda tangan berbeda dari pecahan yang selama ini banyak ditemukan.
Selama ini, masyarakat lebih sering menjumpai uang pecahan Rp100 ribu dengan tanda tangan Sri Mulyani pada sisi kiri bawah.
Karena itu, kemunculan pecahan dengan tanda tangan Purbaya langsung menarik perhatian.
Salah satu pengguna media sosial bahkan mengaku baru menyadari perbedaan tersebut setelah mengecek uang yang dimilikinya.
“Langsung ngecekin uang, iya juga ya, Bu Sri Mulyani semua,” tulis akun @evavidyas dalam perbincangan yang diunggah kembali.
Uang bertanda tangan Purbaya kemudian disebut-sebut sebagai edisi yang menarik bagi kolektor
Alasannya, tanda tangan tersebut berkaitan dengan periode Purbaya ketika menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Narasi mengenai kelangkaan uang tersebut juga dikaitkan dengan masa jabatan Purbaya yang disebut hanya berlangsung sekitar satu tahun.
Tahun cetak 2026 pun menjadi perhatian karena dianggap sebagai periode khusus munculnya tanda tangan tersebut pada uang rupiah.
“Jelas dicari kolektor, karena edisi Perry-Purbaya langka. Pak Purbaya jadi Menkeu hanya setahun doang dan 1x tahun cetak 2026 aja,” tulis akun @albert_artnswim.
Meski demikian, penyebutan uang tersebut sebagai “langka” perlu dibedakan dari sekadar uang yang memiliki tanda tangan pejabat berbeda.
Kelangkaan dalam dunia koleksi uang biasanya berkaitan dengan jumlah penerbitan, seri, kondisi fisik, nomor seri, variasi cetakan, hingga tingkat permintaan kolektor.
Artinya, tidak setiap uang Rp100 ribu dengan tanda tangan Purbaya otomatis memiliki nilai jual tinggi.
Kondisi uang, nomor seri, keaslian, dan karakteristik penerbitannya tetap menjadi faktor penting apabila pecahan tersebut hendak dikoleksi.
Apalagi uang kertas tersebut masih merupakan alat pembayaran yang sah dan dapat saja berada di dompet, laci, kasir, atau tempat penyimpanan uang masyarakat.
Jadi, sebelum buru-buru membelanjakan uang Rp100 ribu tahun cetak 2026, coba cek bagian kiri bawahnya.
Apabila terdapat tanda tangan Purbaya yang berdampingan dengan tanda tangan Gubernur Bank Indonesia, uang tersebut memang memiliki karakteristik yang sedang ramai diperbincangkan kolektor dan warganet.
Sumber: holopis
Foto: Uang Rp100 ribu bertanda tangan Purbaya ramai diburu kolektor. Cek dompetmu, siapa tahu punya! (Foto: Instagram)