27 September 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

STT Arastamar Wamena Wisuda 87 Lulusan, Ketua: Dari Gunung Papua Pegunungan Harus Lahir Orang-Orang Hebat

WAMENA, 26 September 2026 — Sekolah Tinggi Teologi (STT) Arastamar Wamena kembali mencetak sumber daya manusia melalui Wisuda Sarjana ke-XV dan Magister ke-IX. Sebanyak 87 mahasiswa resmi diwisuda, terdiri atas 23 lulusan Magister Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan 64 lulusan program sarjana.

Momentum wisuda ini tidak hanya menjadi perayaan akademik bagi para lulusan dan keluarga, tetapi juga menjadi penegasan komitmen STT Arastamar Wamena dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi serta mencetak sumber daya manusia yang mampu mengambil bagian dalam pelayanan gereja, masyarakat dan pembangunan Papua Pegunungan.

Ketua STT Arastamar Wamena, Dr. Sensius Amon Karlau, M.Th., M.Pd.K., mengatakan kelulusan 87 mahasiswa merupakan buah dari proses panjang yang melibatkan mahasiswa, dosen, keluarga dan seluruh sivitas akademika.

“Hari ini dalam agenda akademik, kampus ini boleh meluluskan 87 mahasiswa. Sebanyak 23 orang merupakan lulusan magister dan 64 orang lulusan sarjana. Ini bukan jumlah yang sedikit. Untuk menghasilkan satu orang lulusan saja membutuhkan proses panjang, apalagi hari ini kita dapat meluluskan 87 mahasiswa sekaligus,” ujar Sensius.

Menurutnya, jumlah lulusan tersebut menjadi bukti bahwa STT Arastamar Wamena terus hidup dan berkembang sebagai lembaga pendidikan tinggi di wilayah pegunungan Papua, meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.

Sensius menjelaskan, STT Arastamar Wamena saat ini memiliki 37 dosen, dengan 12 orang di antaranya bergelar doktor. Sejumlah dosen lainnya bergelar magister dan beberapa sedang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dosen, kata dia, menjadi salah satu perhatian utama kampus.

“Dengan kekuatan 37 dosen dan 12 doktor, kita terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan. Dosen-dosen kita juga terus didorong untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan jabatan fungsional akademiknya,” jelasnya.

Pada momentum wisuda tersebut, sejumlah dosen juga menerima dokumen jabatan fungsional akademik sebagai bagian dari peningkatan profesionalisme dan kapasitas tenaga pengajar.

Sensius bahkan berharap suatu saat akan lahir profesor dari STT Arastamar Wamena.

“Kalau memungkinkan, kita ingin suatu saat ada profesor yang lahir dari gunung ini. Anak-anak muda kita harus terus melanjutkan studi, doktoral dan seterusnya. Kita ingin mereka menjadi kekuatan akademik bagi Papua Pegunungan,” katanya.

STT Arastamar Wamena saat ini memiliki lima program studi. Sensius menegaskan, pengembangan program studi harus selalu dibarengi dengan pemenuhan standar mutu dan akreditasi.

“Saya tidak berani menambah program studi kalau persyaratannya belum terpenuhi. Kita harus membangun kampus ini dengan standar yang benar. Setiap program studi harus kita dorong untuk memenuhi dan meningkatkan akreditasinya,” tegasnya.

Ia mengatakan akreditasi bukan sekadar persyaratan administratif, tetapi menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas pembelajaran, tenaga pengajar, kurikulum serta tata kelola perguruan tinggi.

Menurut Sensius, peningkatan kualitas kelembagaan juga menjadi bagian dari persiapan STT Arastamar Wamena untuk berkembang menjadi perguruan tinggi yang lebih luas.

Dukungan terhadap pengembangan STT Arastamar Wamena disampaikan Direktur Pendidikan Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Suwarsono, S.PAK., M.M.

Dalam sambutannya, Suwarsono menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengamatan langsung selama berada di Wamena serta melihat perkembangan STT Arastamar, pihaknya memberikan persetujuan agar kampus tersebut dapat menambah satu program studi dalam waktu dekat.

“Berdasarkan pengamatan kami selama berada di Wamena, kami melihat STT Arastamar memiliki potensi yang cukup kuat untuk terus dikembangkan. Karena itu, kami menyetujui agar dalam waktu dekat STT Arastamar dapat menambah satu program studi,” ujar Suwarsono.

Tidak hanya itu, Suwarsono juga menyetujui dan mendorong agar STT Arastamar Wamena mulai memproses perubahan bentuk kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi Institut Agama Kristen pada tahun depan.

“Kami juga menyetujui agar tahun depan segera berproses untuk mengubah bentuk STT Arastamar menjadi Institut Agama Kristen. Ini merupakan langkah yang perlu dipersiapkan secara serius, sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku,” katanya.

Menurut Suwarsono, perubahan bentuk menjadi institut akan memberikan ruang yang lebih luas bagi STT Arastamar untuk mengembangkan program studi, termasuk mengakomodasi program studi umum yang dibutuhkan masyarakat dan nantinya dapat berada dalam pembinaan kementerian yang membidangi pendidikan tinggi.

“Dengan berubah menjadi institut, nantinya ruang untuk mengakomodasi program studi yang lebih umum akan semakin terbuka. Ini penting agar perguruan tinggi di Papua Pegunungan tidak hanya menyediakan pendidikan di bidang keagamaan, tetapi juga dapat menjawab kebutuhan sumber daya manusia di berbagai bidang,” jelasnya.

Ia menilai langkah tersebut penting mengingat kebutuhan sumber daya manusia di Papua Pegunungan terus berkembang. Kehadiran perguruan tinggi dengan bidang keilmuan yang lebih luas diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan pendidikan bagi generasi muda Papua Pegunungan.

Suwarsono juga menegaskan bahwa dukungan tersebut diberikan setelah melihat secara langsung kondisi STT Arastamar Wamena dan potensi pengembangannya.

“Dari apa yang kami lihat selama berada di Wamena, saya melihat ada potensi yang bisa dikembangkan. Karena itu, saya menyetujui agar proses ini mulai dipersiapkan. Tahun depan kita harapkan proses perubahan bentuk menuju institut sudah dapat berjalan,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses perubahan bentuk kelembagaan tentunya harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia, dosen, program studi, tata kelola, sarana dan prasarana serta persyaratan akademik lainnya.

“Kita ingin perubahan ini bukan hanya perubahan nama, tetapi benar-benar menjadi peningkatan kualitas kelembagaan. Karena itu, seluruh persyaratan harus dipersiapkan dengan baik dan prosesnya harus dilakukan sesuai aturan,” tegasnya.

Suwarsono berharap STT Arastamar Wamena dapat terus meningkatkan mutu akademik dan kelembagaan sehingga mampu menjadi salah satu pusat pendidikan tinggi yang berkontribusi bagi pembangunan sumber daya manusia di Papua Pegunungan.

“Kami dari Kementerian Agama tentu akan terus memberikan pendampingan sesuai kewenangan yang ada. Harapan kami, STT Arastamar terus maju, berkembang dan mampu menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi Papua Pegunungan yang berkualitas,” pungkasnya.

Ketua STT Arastamar Wamena menyambut positif dukungan tersebut. Menurut Sensius, rencana pengembangan dari sekolah tinggi menjadi institut memang telah menjadi bagian dari arah pengembangan kelembagaan kampus.

“Ini menjadi dorongan besar bagi kami. Kita tidak ingin hanya bertahan, tetapi terus berkembang. Kalau Tuhan membuka jalan dan seluruh persyaratan dapat kita penuhi, kita siap menuju institut,” katanya.

Sensius menjelaskan, pihaknya tengah mempersiapkan studi kelayakan sebagai salah satu tahapan menuju perubahan bentuk kelembagaan.

Menurutnya, perubahan menjadi institut nantinya akan memberikan peluang lebih besar untuk membuka program studi baru sesuai kebutuhan masyarakat.

“Dengan menjadi institut, kita berharap nantinya dapat mengakomodasi bidang-bidang yang dibutuhkan masyarakat, bukan hanya teologi dan pendidikan agama Kristen, tetapi juga bidang lain seperti kesehatan, teknik, komputer dan bidang umum lainnya, tentunya sesuai ketentuan dan kemampuan kampus,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa perubahan bentuk tidak boleh hanya menjadi pergantian nama kelembagaan. Peningkatan jumlah dan jenis program studi harus diikuti dengan kesiapan dosen, sarana prasarana, tata kelola, kurikulum dan kualitas akademik.

STT Arastamar Wamena telah melalui perjalanan panjang sejak berdiri pada 2007 dan memperoleh izin penyelenggaraan pada 2011.

Hingga saat ini, kampus tersebut telah menghasilkan lebih dari 1.300 alumni dan terus diarahkan menuju sekitar 1.500 alumni.

Namun, bagi Sensius, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kontribusi para alumni setelah menyelesaikan pendidikan.

Ia meminta para wisudawan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan di kota, tetapi bersedia kembali ke kampung dan mengabdikan ilmu yang telah diperoleh.

“Saya berharap para alumni jangan hanya mencari tempat di kota. Kalau sudah menjadi sarjana dan magister, kembalilah ke kampung. Bangun masyarakat di sana. Jadikan pendidikan yang kita berikan di kampus ini benar-benar menghasilkan perubahan bagi masyarakat Papua Pegunungan,” tegasnya.

Menurutnya, kebutuhan tenaga terdidik di kampung-kampung masih sangat besar. Para alumni diharapkan mengambil peran sebagai pendidik, pelayan gereja, pemimpin masyarakat maupun penggerak pembangunan.

“Kalau semua lulusan hanya berkumpul di kota, lalu siapa yang membangun kampung? Karena itu saya berharap anak-anak saya yang hari ini diwisuda kembali ke tempat asalnya. Jadikan ilmu yang diperoleh sebagai buah yang dapat dinikmati masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Suwarsono berpesan agar para lulusan tidak menjadikan gelar akademik sebagai tujuan akhir.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh harus digunakan sebagai alat pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia meminta para lulusan menjadi pelayan yang mampu membangun generasi, melayani masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat persaudaraan dan moderasi beragama di Papua.

“Jangan berhenti di kota. Kembalilah kepada umat, sebab di sanalah pendidikan teologi menemukan maknanya,” pesannya.

Suwarsono juga mengingatkan para alumni untuk tetap menjaga nilai-nilai budaya lokal Papua, termasuk kebersamaan, kekerabatan dan gotong royong.

“Teruslah menimba ilmu, membaca, meneliti dan menulis. Jadilah teladan dalam kejujuran, kerendahan hati dan kehidupan,” katanya.

Kepada STT Arastamar Wamena, Kementerian Agama juga berharap peningkatan mutu tata kelola dan akreditasi terus dilakukan, sehingga kampus semakin kuat dalam menjalankan fungsi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Pemprov Papua Pegunungan Dorong Lulusan Bangun Daerah

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Pegunungan, Simon Sembor, hadir mewakili Gubernur Papua Pegunungan John Tabo dan membacakan sambutan Gubernur.

Gubernur menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati serta memberikan penghargaan kepada para orang tua dan keluarga yang selama ini mendukung perjalanan pendidikan anak-anak mereka.

“Keberhasilan hari ini bukan hanya hasil kerja keras para wisudawan, tetapi juga buah dari doa keluarga, bimbingan para dosen dan pertolongan Tuhan,” demikian pesan Gubernur yang dibacakan Simon.

Gubernur menegaskan bahwa wisuda bukan akhir perjalanan, melainkan awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu kepada masyarakat.

Papua Pegunungan, menurutnya, membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki gelar dan pengetahuan, tetapi juga memiliki hati untuk melayani, karakter, kejujuran dan kepedulian terhadap sesama.

Karena itu, para lulusan STT Arastamar diharapkan membawa ilmu yang diperoleh ke tengah keluarga, gereja, masyarakat dan daerah.

“Jadilah pribadi yang mampu membawa damai, menjadi teladan dan ikut menyelesaikan persoalan yang ada di tengah masyarakat,” pesan Gubernur.

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

Pendidikan diharapkan berjalan seiring dengan nilai budaya, adat dan iman sehingga generasi muda Papua Pegunungan mampu menjadi sumber daya manusia yang berpendidikan sekaligus berkarakter.

Para lulusan STT Arastamar diharapkan mengambil bagian dalam pembangunan daerah, khususnya dalam membangun manusia Papua Pegunungan yang beriman, berpendidikan, berbudaya dan memiliki semangat melayani.

Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan Papua Pegunungan yang mengedepankan sinergi antara adat, agama dan pemerintah sebagai tiga tungku.

Menutup sambutannya, Gubernur John Tabo berpesan agar para wisudawan tidak menggunakan ilmu hanya untuk kepentingan pribadi.

“Di mana pun saudara berada dan apa pun tugas yang dipercayakan, lakukan dengan rendah hati dan penuh tanggung jawab. Jangan takut untuk memulai dari hal-hal kecil. Jadilah orang yang kehadirannya memberikan manfaat bagi orang lain,” pesannya.

Wisuda Sarjana ke-XV dan Magister ke-IX STT Arastamar Wamena menjadi momentum penting bagi penguatan pendidikan tinggi di Papua Pegunungan. Dukungan Kementerian Agama untuk penambahan satu program studi serta dorongan perubahan bentuk menjadi Institut Agama Kristen pada tahun depan menjadi langkah lanjutan bagi STT Arastamar untuk memperluas akses pendidikan dan mencetak sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat Papua Pegunungan.

The post STT Arastamar Wamena Wisuda 87 Lulusan, Ketua: Dari Gunung Papua Pegunungan Harus Lahir Orang-Orang Hebat first appeared on pembaruanpapua.com.