29 September 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Demo HMI di Kantor Gubernur Sultra Ricuh, Kader Mengaku Dipukul Satpol PP

Oposisi Cerdas | Demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) berujung ricuh. Seorang kader HMI mengaku mengalami kekerasan saat massa aksi terlibat benturan dengan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Kericuhan terjadi saat massa HMI menyampaikan aspirasi di Kantor Gubernur Sultra, Senin (28/9/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak Pemerintah Provinsi Sultra membangun monumen untuk mengenang Randi dan Yusuf yang disebut HMI sebagai pahlawan antikorupsi di Sulawesi Tenggara.
Ketua Umum HMI Cabang Kendari, Yusril, mengatakan massa awalnya masuk ke area Kantor Gubernur dengan tertib. Namun, situasi berubah ketika Satpol PP berupaya mendorong massa keluar dari area tersebut.
“Awalnya kami masuk ke dalam Kantor Gubernur baik-baik. Tetapi langkah yang diambil Satpol PP langsung berupaya memukul mundur massa aksi hingga terjadi penganiayaan terhadap Ketua Umum HMI Komisariat FISIP UHO Cabang Kendari,” kata Yusril yang dikutipd ari monotorindonesia, Selasa (29/9/2026).
Menurut Yusril, tindakan tersebut menyebabkan salah seorang kader HMI menjadi korban. HMI menilai benturan terjadi ketika aparat berupaya membubarkan atau memukul mundur massa yang berada di lingkungan kantor gubernur.
Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Kendari sekaligus jenderal lapangan aksi, Eko Rama, menyebut kader HMI mengalami luka lebam di bagian wajah akibat kejadian tersebut.
Eko menilai insiden itu menunjukkan lemahnya koordinasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sultra. Ia juga mempersoalkan tindakan Satpol PP terhadap massa aksi yang disebutnya mengatasnamakan aturan daerah.
“Ini adalah bentuk nyata dari gagalnya seorang gubernur dalam mengkoordinir bawahannya. Jajaran Satpol PP justru selalu semena-mena terhadap massa aksi dengan mengatasnamakan aturan Perda, bahkan sampai memukul hingga ada korban dari kader HMI Cabang Kendari,” ujar Eko.
HMI Cabang Kendari menyatakan tidak akan berhenti pada aksi demonstrasi. Dugaan penganiayaan terhadap kader HMI tersebut telah dilaporkan ke Polresta Kendari.
Eko mengatakan pihaknya akan mengawal laporan tersebut hingga prosesnya tuntas. HMI juga berencana kembali menggelar aksi untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah daerah terkait insiden tersebut.
“Kami sudah layangkan laporan di Polresta Kendari dan akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Kami juga akan melakukan aksi dalam waktu dekat untuk meminta pertanggungjawaban gubernur,” katanya.
Kasus tersebut kini bergulir melalui laporan kepolisian. Sementara itu, pihak HMI meminta dugaan kekerasan terhadap kadernya diproses dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum