5 Oktober 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Dinas Pendidikan Jayawijaya Tarik 330 Guru dari Distrik ke Kota Wamena, Kebijakan Sementara Demi Keamanan dan Kelancaran Belajar Mengajar

WAMENA – Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menarik sementara sebanyak 330 tenaga pengajar yang bertugas di wilayah luar Kota Wamena menyusul kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dinilai belum sepenuhnya kondusif.

Dari 330 tenaga pengajar tersebut, sebanyak 210 orang merupakan guru sekolah dasar (SD), 90 guru sekolah menengah pertama (SMP), dan 30 guru SMA/SMK.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Bambang Budiandoyo, mengatakan kebijakan penarikan sementara dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah kepala sekolah di wilayah perkotaan.

Menurut Bambang, guru-guru yang bertugas di luar Kota Wamena, khususnya guru Nusantara, untuk sementara ditempatkan di sejumlah sekolah yang berada di sekitar Kota Wamena.

“Guru-guru yang berada di luar kota, terutama guru Nusantara, sementara kami tempatkan di sekolah-sekolah yang ada di sekitar Kota Wamena,” kata Bambang, Senin (5/10/2026).

Sebagai penyesuaian, guru asli Jayawijaya yang selama ini bertugas di sekolah-sekolah perkotaan akan ditugaskan sementara membantu sekolah yang berada di luar kota. Kebijakan tersebut dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung meskipun terjadi perubahan penempatan tenaga pendidik.

Bambang menjelaskan, Dinas Pendidikan juga terus memantau kondisi sekolah di wilayah luar Kota Wamena melalui kepala bidang, terutama untuk jenjang SD dan SMP.

Dinas Pendidikan dijadwalkan kembali melakukan pengecekan pada Rabu untuk memastikan kondisi sekolah serta proses pembelajaran di lapangan.

“Kami meminta kepala bidang SD dan SMP melakukan pengecekan kembali bagaimana proses pembelajaran di sekolah-sekolah yang ada di luar kota,” ujarnya.

Berdasarkan komunikasi dengan sejumlah guru, Bambang mengatakan kegiatan belajar mengajar di beberapa wilayah masih tetap berjalan. Namun, pihaknya tetap melakukan pemantauan untuk mengetahui kondisi dan berbagai kendala yang dihadapi sekolah secara langsung.

Ia menegaskan, Dinas Pendidikan tetap berupaya memastikan proses pembelajaran tidak terhenti akibat situasi keamanan.

“Apapun yang terjadi, kami ingin proses belajar mengajar tetap berjalan dengan harapan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” katanya.

Bambang menegaskan, penarikan 330 guru tersebut bersifat sementara. Dinas Pendidikan akan terus mengevaluasi perkembangan situasi keamanan dan mempertimbangkan pengembalian para guru ke wilayah tugas masing-masing apabila kondisi dinilai telah memungkinkan.

“Kami berharap situasi kamtibmas di Kabupaten Jayawijaya kembali membaik sehingga guru-guru yang ditarik dan dititipkan di kota dapat kembali ke tempat tugas masing-masing,” ujarnya.

Untuk sekolah swasta yang berada di wilayah distrik, Dinas Pendidikan tetap memperhatikan keberadaan guru berstatus ASN yang ditugaskan di sekolah tersebut. Sementara pengelolaan guru swasta tetap menjadi kewenangan yayasan atau pengelola sekolah masing-masing.

Bambang menyebut faktor keamanan dan kenyamanan guru menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyesuaian penempatan tenaga pendidik agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.

Selama berada di Kota Wamena, para guru yang ditarik dari wilayah luar kota tetap diwajibkan menjalankan aktivitas kedinasan. Mereka ditempatkan di sejumlah sekolah dan tetap melakukan presensi sebagai bagian dari pemantauan kehadiran dan kinerja.

Menurut Bambang, penempatan ratusan guru di sekolah-sekolah perkotaan memang menimbulkan sejumlah kendala karena jumlahnya cukup banyak. Namun, para guru tetap dapat dilibatkan dalam kegiatan sekolah, termasuk kegiatan ekstrakurikuler maupun aktivitas pendidikan lainnya.

“Memang ada kesulitan karena guru yang kita titipkan cukup banyak. Tetapi minimal mereka memiliki daftar hadir untuk memantau aktivitas dan kehadiran. Mereka juga bisa membantu kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan lainnya di sekolah,” jelasnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya akan kembali melakukan monitoring pada Rabu guna memastikan kondisi sekolah dan efektivitas proses belajar mengajar di wilayah luar Kota Wamena.

Dinas Pendidikan berharap situasi keamanan segera membaik sehingga penyesuaian penempatan guru tidak berlangsung lama dan seluruh tenaga pendidik dapat kembali menjalankan tugas di sekolah masing-masing.

The post Dinas Pendidikan Jayawijaya Tarik 330 Guru dari Distrik ke Kota Wamena, Kebijakan Sementara Demi Keamanan dan Kelancaran Belajar Mengajar first appeared on pembaruanpapua.com.