Gubernur John Tabo Hadiri Wisuda ke-18 UNA’IM Yapis Wamena, Dorong Generasi Muda Raih Pendidikan Setinggi-tingginya
WAMENA, 10 Oktober 2026 – Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-18 Universitas Amal Ilmiah (UNA’IM) Yapis Wamena yang berlangsung di halaman kampus UNA’IM Yapis Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (10/10/2026).
Sebanyak 224 lulusan dari program magister (S2), sarjana (S1), dan diploma (D3) diwisuda dalam acara tersebut. Momentum ini menjadi bagian penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu berkontribusi bagi pembangunan Provinsi Papua Pegunungan.
Dalam sambutannya, Gubernur John Tabo menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Yapis dan seluruh civitas akademika UNA’IM Yapis Wamena yang telah berperan dalam mengembangkan pendidikan tinggi di wilayah Papua Pegunungan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu jalan utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda Papua Pegunungan untuk mengambil peran lebih besar di tingkat nasional.
“Gunung ini bisa menjawab tantangannya hanya melalui pendidikan. Karena itu, adik-adik harus terus belajar, berusaha, dan mengejar pendidikan setinggi-tingginya,” ujar John Tabo.
Di hadapan para wisudawan dan wisudawati, John Tabo turut menceritakan pengalamannya sebagai salah satu mahasiswa awal Yapis Wamena. Ia mengungkapkan bahwa perjalanan lembaga pendidikan tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan dan penolakan pada masa awal perkembangannya.
Saat itu, menurutnya, ia turut mengambil bagian dalam memperjuangkan keberlangsungan pendidikan Yapis demi memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.
John Tabo juga mengenang perjalanan pendidikannya yang dimulai sejak menamatkan sekolah dasar pada 1982. Dalam usia 12 tahun, ia merantau ke Jayapura untuk melanjutkan pendidikan karena keterbatasan akses sekolah di daerah asalnya.
Pengalaman tersebut, katanya, menjadi pelajaran penting bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Ia bahkan mengingat berbagai perlakuan diskriminatif dan ejekan yang pernah dialami orang Papua Pegunungan ketika menempuh pendidikan di luar daerah.
Namun, pengalaman pahit tersebut justru dijadikannya sebagai motivasi untuk terus belajar dan membuktikan bahwa anak-anak dari wilayah pegunungan juga mampu meraih keberhasilan.
“Ejekan dan cacian jangan dijadikan alasan untuk menyerah. Jadikan itu sebagai motivasi. Kalau orang lain bisa, kita juga bisa. Kita sama-sama manusia,” pesannya.
Ia mengajak para lulusan agar tidak membatasi cita-cita hanya pada jabatan yang pernah diraih oleh generasi sebelumnya.
“Kalau kakakmu pernah menjadi bupati atau gubernur, jangan hanya bermimpi menjadi bupati atau gubernur. Bermimpilah untuk sekolah sampai bisa menjadi menteri, bahkan wakil presiden. Itulah yang harus kita kejar,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, John Tabo menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan terus memberikan perhatian terhadap pengembangan pendidikan tinggi, termasuk perguruan tinggi yang berada di wilayah provinsi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pada 2024, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan telah memberikan bantuan sebesar Rp5 miliar kepada Yapis. Sementara itu, pada 2025, dukungan anggaran tidak diberikan karena keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi.
Untuk 2026, pemerintah telah menyiapkan alokasi bantuan sebesar Rp1 miliar bagi Yapis, dengan pelaksanaannya menyesuaikan kebijakan efisiensi anggaran.
Menurutnya, perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada satu perguruan tinggi, tetapi juga diarahkan kepada perguruan tinggi lainnya di Papua Pegunungan agar pengembangan pendidikan dapat berlangsung secara merata dan berkeadilan.
“Kita tidak memperhatikan satu saja, tetapi semua harus mendapat perhatian. Kita berusaha agar perguruan tinggi yang ada di Papua Pegunungan bisa berkembang bersama,” jelasnya.
Selain dukungan kepada perguruan tinggi, ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyalurkan bantuan pendidikan bagi mahasiswa, termasuk bantuan penyelesaian studi akhir.
John Tabo menyebutkan bahwa sekitar Rp20 miliar telah dialokasikan untuk bantuan penyelesaian studi mahasiswa. Pemerintah juga terus berupaya memperluas dukungan bagi mahasiswa dari berbagai kabupaten di Papua Pegunungan.
Ia menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan harus menjadi perhatian bersama karena kualitas sumber daya manusia akan menentukan masa depan daerah.
Selain mendorong para lulusan untuk melanjutkan pendidikan, John Tabo mengingatkan agar ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan seorang sarjana tidak semata-mata diukur dari kemampuan memperoleh pekerjaan sebagai aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga dari kemampuannya menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Ia mencontohkan berbagai komoditas unggulan yang dimiliki Papua Pegunungan, seperti kopi, nanas, keladi, serta produk olahan pangan yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha produktif.
John Tabo juga menceritakan pengalaman seorang pedagang yang memulai usaha dari modal kecil hingga mampu mengembangkan bisnisnya. Kisah tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa keberhasilan dapat dimulai dari kemauan untuk bekerja, keberanian mengambil peluang, dan ketekunan menjalankan usaha.
“Jangan gengsi untuk memulai usaha dari hal kecil. Ilmu yang diperoleh harus diterapkan untuk mengubah kehidupan kita dan masyarakat di kampung masing-masing,” ujarnya.
Ia berharap para wisudawan dapat menjadi pelaku pembangunan di daerah asal masing-masing, baik melalui profesi, kewirausahaan, maupun pengembangan potensi lokal.
Lebih lanjut, Gubernur John Tabo menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun Papua Pegunungan. Menurutnya, generasi muda harus memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi, termasuk program magister dan doktoral.
Ia juga mendorong mahasiswa dan pelajar dari seluruh jenjang pendidikan agar terus mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Dalam sambutannya, John Tabo turut membagikan pengalaman perjalanan kariernya, mulai dari menjadi aparatur sipil negara dengan golongan awal II/a hingga dipercaya memimpin Provinsi Papua Pegunungan sebagai gubernur.
Ia mengungkapkan bahwa kebiasaan membaca buku dan terus belajar menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Karena itu, ia mengajak para lulusan untuk membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat serta meneladani pengalaman positif dari orang-orang yang telah lebih dahulu berhasil.
Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh latar belakang keluarga atau kondisi daerah asal, tetapi juga oleh kemauan untuk belajar, bekerja keras, dan memanfaatkan kesempatan yang tersedia.
Selain pendidikan dan pengembangan ekonomi, John Tabo mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, kedamaian, serta kerukunan antarumat beragama di Papua Pegunungan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun kelompok tertentu.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar menjadikan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurutnya, generasi muda harus memiliki ilmu pengetahuan, karakter yang baik, serta tanggung jawab sosial agar mampu berkontribusi dalam membangun daerah.
John Tabo turut mengapresiasi Yayasan Yapis dan UNA’IM Yapis Wamena yang telah mendidik para mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan tinggi. Ia berharap universitas tersebut terus berkembang dan menghasilkan lulusan yang berkualitas serta mampu bersaing di tingkat nasional.
“Anak-anak Papua Pegunungan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berperan di Republik ini. Kita harus mempersiapkan diri melalui pendidikan agar mampu menjawab tantangan pembangunan,” katanya.
Menutup sambutannya, John Tabo menyampaikan ucapan selamat kepada 224 wisudawan dan wisudawati UNA’IM Yapis Wamena. Ia berharap para lulusan dapat mengabdikan ilmu dan kemampuan mereka untuk keluarga, masyarakat, serta kemajuan Provinsi Papua Pegunungan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan harus terus menjadi prioritas bersama agar generasi muda dari wilayah pegunungan mampu tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan berdaya saing.
The post Gubernur John Tabo Hadiri Wisuda ke-18 UNA’IM Yapis Wamena, Dorong Generasi Muda Raih Pendidikan Setinggi-tingginya first appeared on pembaruanpapua.com.