Minggu Kasih di Dogiyai, Kapolres Pieter Kendek Pimpin Ibadah dan Ajak Jemaat Waspadai Akar Pahit
DOGIYAI – Kapolres Dogiyai Kompol Dr. Pieter Kendek memimpin ibadah Minggu Kasih di Gereja GPSDI Kristus Ajaib, Moanemani, Kabupaten Dogiyai, Minggu (19/10/2026). Ibadah tersebut mengangkat tema “Waspada Terhadap Akar Pahit” dengan berlandaskan firman Tuhan dalam Ibrani 12:15.
Ayat tersebut berbunyi, “Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.”
Melalui tema tersebut, jemaat diajak untuk menjaga hati, menjauhkan diri dari kepahitan, serta memelihara kasih dalam kehidupan sehari-hari. Pesan firman Tuhan itu juga menjadi pengingat pentingnya membangun hubungan yang baik dengan sesama demi terciptanya kehidupan yang damai dan harmonis.
Kehadiran Kapolres Dogiyai dalam ibadah tersebut merupakan bagian dari program Minggu Kasih yang bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, sekaligus mendekatkan pelayanan kepolisian kepada warga melalui pendekatan keagamaan.
Kapolres Dogiyai Kompol Dr. Pieter Kendek mengatakan, kehadiran polisi di gereja bukan hanya untuk melaksanakan pengamanan, tetapi juga menjadi bentuk nyata komitmen Polri dalam melayani dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Melalui program Minggu Kasih, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir untuk masyarakat. Kami ingin semakin dekat dengan warga, mendengarkan aspirasi mereka, serta membangun hubungan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, gereja merupakan salah satu tempat penting untuk membangun nilai-nilai kasih, persaudaraan, dan kedamaian. Karena itu, sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan jemaat diperlukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Selain memimpin ibadah di Gereja GPSDI Kristus Ajaib, Kapolres juga meminta jajarannya melakukan monitoring pelaksanaan ibadah di Gereja Katolik Santa Maria Immaculata Moanemani dan Gereja GKI Koinonia Moanemani.
Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan umat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Kehadiran personel kepolisian di sejumlah gereja juga menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama berlangsungnya kegiatan keagamaan.
Kapolres menegaskan, pengamanan kegiatan ibadah merupakan bagian dari tanggung jawab Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.
“Kami ingin memastikan seluruh umat dapat beribadah dengan tenang dan nyaman. Kehadiran anggota di gereja merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus upaya memberikan rasa aman bagi jemaat yang sedang menjalankan ibadah,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga toleransi, memperkuat persaudaraan, dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat memicu perselisihan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menurut Kapolres, pesan tentang bahaya akar pahit yang disampaikan dalam ibadah tersebut relevan dengan upaya menjaga kedamaian. Sikap saling memaafkan, menghargai perbedaan, dan menghindari kebencian perlu terus ditumbuhkan agar tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan banyak pihak.
“Harapan kami, melalui Minggu Kasih ini, hubungan Polri dengan masyarakat semakin erat, nilai-nilai kasih dan persaudaraan semakin kuat, serta situasi kamtibmas di Kabupaten Dogiyai tetap aman dan kondusif. Mari bersama-sama menjaga kedamaian mulai dari keluarga, gereja, hingga lingkungan masyarakat,” tutupnya.
The post Minggu Kasih di Dogiyai, Kapolres Pieter Kendek Pimpin Ibadah dan Ajak Jemaat Waspadai Akar Pahit first appeared on pembaruanpapua.com.