23 Oktober 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Maximus Tipagau Tegaskan Bukan Penyelenggara Seminar, Perusahaan Minta Klarifikasi atas Video Viral

NABIRE – Maximus Tipagau melalui pihak perusahaannya memberikan klarifikasi atas tudingan sejumlah pemuda yang menyebut dirinya sebagai aktor di balik penyelenggaraan seminar bertajuk “Potensi Mineral dan Migas sebagai Akselerator Pembangunan di Tanah Papua” di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Seminar tersebut sempat dihentikan setelah sejumlah mahasiswa asal Papua melakukan aksi protes.

Humas PT. Mpaigelah, A Korowa, perusahaan milik Maximus Tipagau, menegaskan bahwa kehadiran Maximus dalam kegiatan tersebut hanya sebagai undangan. Ia membantah anggapan bahwa Maximus maupun perusahaannya terlibat sebagai penyelenggara seminar atau memiliki peran dalam mengarahkan pembahasan terkait Blok Wabu.

Korowa menjelaskan, seminar yang diselenggarakan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) itu menghadirkan sejumlah menteri dan pihak terkait. Maximus hadir sebagai peserta untuk mengikuti jalannya diskusi, bukan sebagai pemateri maupun penyelenggara kegiatan.

“Maximus Tipagau hadir di seminar tersebut sebagai undangan. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Ikatan Alumni ITB dan tidak ada kaitannya dengan Maximus Tipagau maupun perusahaannya sebagai penyelenggara. Beliau hadir hanya sebagai pendengar dan tidak diminta untuk menjadi pemateri,” kata Korowa dalam keterangannya, Jumat (23/10/202).

Ia menjelaskan, undangan tersebut diberikan dengan mempertimbangkan hubungan profesional perusahaan milik Maximus Tipagau dengan PT Freeport Indonesia sebagai salah satu rekanan perusahaan tersebut.

Korowa juga meluruskan keberadaan Maximus dalam dokumentasi saat sejumlah mahasiswa melakukan aksi protes hingga membubarkan jalannya seminar. Menurut dia, Maximus justru berupaya meredakan situasi agar aksi tersebut tidak berkembang menjadi insiden yang dapat merugikan siapa pun.

“Ketika melihat adanya aksi mahasiswa, Maximus tergerak untuk menenangkan situasi. Itu merupakan panggilan hatinya sebagai sesama anak Papua. Beliau tidak ingin situasi semakin memanas atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang justru dapat merugikan adik-adik mahasiswa,” ujarnya.

Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya sebuah video berdurasi 1 menit 42 detik di akun media sosial Facebook milik Aldopius Sondegau. Dalam video tersebut, sekelompok pemuda menyampaikan penolakan terhadap pihak-pihak yang dinilai mengatasnamakan masyarakat Intan Jaya untuk memperoleh keuntungan dari investasi yang berkaitan dengan Blok Wabu.

Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menegaskan bahwa Intan Jaya bukan milik perseorangan dan masyarakat setempat harus dilibatkan dalam pembahasan mengenai masa depan wilayahnya. Mereka juga menyampaikan pesan yang ditujukan kepada Maximus Tipagau, termasuk pernyataan, “Bukan kamu saja yang punya Intan Jaya.”

Video tersebut turut memuat ancaman untuk mendatangi kantor perusahaan Maximus di Kabupaten Mimika dan melakukan pemalangan.

Menanggapi hal itu, Korwa meminta pihak yang membuat dan menyebarluaskan video tersebut untuk menarik pernyataan yang dinilai keliru serta menyampaikan klarifikasi secara terbuka.

“Kami meminta agar video yang beredar tersebut ditarik dan pihak-pihak yang menyampaikan tudingan terhadap Maximus Tipagau memberikan klarifikasi. Jangan sampai informasi yang tidak sesuai dengan fakta menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan nama baik seseorang,” tegas Korowa.

Ia menilai tudingan tersebut berpotensi merusak nama baik Maximus Tipagau, baik secara pribadi, keluarga maupun terhadap perusahaan yang dijalankannya.

“Kami menghormati hak setiap orang untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi. Namun, penyampaian pendapat harus tetap didasarkan pada fakta. Apabila permintaan klarifikasi ini tidak diindahkan, pihak perusahaan melalui tim hukum akan mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan tindakan yang merugikan nama baik Maximus Tipagau,” katanya.

Korowa menambahkan, Maximus Tipagau tidak hanya menjalankan aktivitas sebagai pengusaha, tetapi juga merupakan putra asli Papua yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di wilayah terpencil.

“Maximus Tipagau adalah anak muda Papua yang mencintai masyarakatnya. Kepeduliannya tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan usaha, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pada 2012 Maximus mendirikan Yayasan Somatua Papua sebagai wadah untuk membantu masyarakat, terutama di daerah terpencil. Program yayasan tersebut mencakup pelayanan kesehatan melalui program dokter terbang, dukungan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Sejak mendirikan Yayasan Somatua Papua, Maximus berupaya agar masyarakat di wilayah terpencil juga dapat merasakan akses pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kesempatan ekonomi. Bagi beliau, pembangunan Papua harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakatnya,” tutup Korowa.

Melalui klarifikasi ini, pihak perusahaan berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai kehadiran Maximus Tipagau dalam seminar tersebut, sekaligus menghindari berkembangnya kesimpulan yang tidak sesuai dengan fakta.

The post Maximus Tipagau Tegaskan Bukan Penyelenggara Seminar, Perusahaan Minta Klarifikasi atas Video Viral first appeared on pembaruanpapua.com.