27 Oktober 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Akhirnya Terungkap Motif Dwi Bagus Bunuh, Bakar, Giling Istri Siri dan Anaknya di Madiun

Oposisi Cerdas | Dwi Bagus Martono (DBM) diduga tega menghabisi nyawa istri sirinya, Dini Hardiyanti (30), dan anaknya AGF (4), di sebuah hotel di Madiun.
Itu setelah dia merasaken emosi yang memuncak setelah cekcok dengan korban pada, Minggu (20/9/2026).
Dirreskrimum Polda Jawa Timur Kombes Pol Roy HM Sihombing menjelaskan cekcok itu dipicu kecemburuan korban terhadap tersangka, karena merasa dibiarkan setelah diajak menginap pada Sabtu (19/10). 
Padahal, rencana menginap itu untuk merayakan ulang tahun anak korban. “Jadi, dapat saya jelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan memang pada waktu itu antara korban dengan pelaku mau ada acara ulang tahun anaknya.
Makanya mereka melakukan  menginap di hotel itu pada tanggal 19 September 2026,” kata Roy di Mapolda Jatim, Selasa (27/10). 
Namun, setelah sesaat setelah chekin, istri sah pelaku minta untuk dijemput setelah melakukan aktivitas dari luar. 
“Nah, pada tanggal pada saat tanggal 19 itu juga istri sahnya ini minta dijemput ya dari luar sehingga dibuatlah alasan oleh si tersangka ini mobil dalam keadaan rusak kepada korban. Namun, korban sudah berhasil dimasukkan ke hotel tanggal 19,” katanya. 
Pelaku pun pergi untuk menjemput istri sahnya dan kembali lagi pada keesokan harinya, Minggu (20/9).
“Pada tanggal 20 dia datang. Si tersangka ini datang menemui korban. Nah, di situlah terjadi emosi yang meluap gitu. Ya, percekcokan di situ timbul,” lanjutnya. 
Emosi yang tak terbendung, membuat pelaku hilang kendali sehingga nekat menghabisi nyawa Dini dengan cara dicekik.
“Nah, tanggal 20 itulah si korban ini dihabisi oleh atau dilakukan perbuatan dilakukan pembunuhan tersangka,” jelasnya. 
Mengetahui korban tak berdaya, pelaku membawa jasad korban ke mobil dengan menggunakan sleeping bag. Sementara anaknya juga dibawa ke mobil. 
“Anaknya juga juga dibunuh dengan cara yang sama yakni dicekik di dalam mobil. Kedua jenazah kemudian dibawa ke rumah korban di Madiun,” katanya. 
“Setelah itu, tanggal 20 itu melakukan upaya untuk mengilangkan jejak itu. Membakar, memotong, dan memasukan ke penggilingan dan dimasukan ke karung dan dibuag ke sungai,” tandasnya
Sumber: jawapos 
Foto: Dwi Bagus Martono saat digelandang di Mapolda Jawa Timur. (Ardini Pramitha/JawaPos.com)