27 Oktober 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Mahasiswa UI Bilang Mau Jadi Presiden saat Rapat DPR, Sahroni: Jangan Sampai Ijazahnya Palsu

Oposisi Cerdas | Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni memberikan motivasi kepada mahasiswa Universitas Indonesia untuk berani bermimpi besar dan terus mengasah kemampuan dalam kondisi apapun. Dia menegaskan, ijazah memang bukan satu-satunya penentu kesuksesan, namun harus asli dan tidak boleh palsu.
Pernyataan itu disampaikan Sahroni saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset di Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Mulanya, Sahroni bertanya kepada para mahasiswa mengenai cita-cita mereka. Salah satu mahasiswa kemudian menjawab ingin menjadi presiden.
“Saya mau jadi presiden, pimpinan,” kata salah satu mahasiswa.
Mendengar jawaban tersebut, Sahroni mengaku kagum. Dia mendorong para mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir dan menjaga semangat belajar di mana pun berada.
“Tapi prinsip smart kita berpikir kapan pun dan di mana pun, kalian harus punya itu (cita-cita),” kata Sahroni.
Menurut Sahroni, kemampuan berpikir dan kecerdasan menjadi hal penting yang perlu dimiliki seseorang untuk mencapai cita-cita. Dia juga menekankan ijazah bukan satu-satunya ukuran kemampuan seseorang.
Meski demikian, Sahroni mengingatkan pentingnya memiliki ijazah yang sah sebagai bukti telah menempuh pendidikan.
“Ijazah tidak jadi level utama, tapi ijazah perlu, jangan sampai ada ijazah palsu,” pungkasnya.
Sumber: inews
Komisi III DPR menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset bersama mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Senin (26/10/2026). (Foto: Achmad Al Fiqri)