1 November 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Dari Mimbar Minggu Kasih, Wakapolda Papua Tengah Ajak Jemaat Cegah Perkelahian Antarpelajar

NABIRE – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah mengajak tokoh agama, orang tua, guru, dan masyarakat untuk bersama-sama mencegah perkelahian antarpelajar dan pemuda yang berpotensi mengganggu keamanan serta mengancam masa depan generasi muda di Papua Tengah.

Ajakan tersebut disampaikan Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas dalam mimbar “Minggu Kasih” di Gereja GKI Yesus Rubasai, Kampung Kimi, Kabupaten Nabire, Minggu (1/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Papua Tengah Ny. Yuhanna Gustav Urbinas. Kegiatan diawali dengan ibadah bersama jemaat yang dipimpin Pdt. Ketrina Sawen dengan pembacaan firman Tuhan dari Roma 10:4-15 tentang “Kebenaran karena Iman”.

Usai ibadah, Wakapolda menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mengajak jemaat mengambil bagian dalam membangun lingkungan yang aman, damai, dan penuh kasih, khususnya dalam melindungi generasi muda dari tindakan kekerasan.

Ia menegaskan bahwa perkelahian antarpelajar bukanlah bentuk keberanian ataupun kehebatan, melainkan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, sekolah, bahkan berujung pada persoalan hukum.

“Anak-anak kita adalah generasi penerus dan masa depan Papua Tengah. Jangan sampai masa depan mereka hancur hanya karena emosi sesaat, kesalahpahaman, ataupun ajakan teman yang mengarah pada tindakan kekerasan,” tegas Gustav.

Menurutnya, pencegahan perkelahian antarpelajar membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pengawasan orang tua, pendidikan karakter di sekolah, serta pembinaan melalui lingkungan keluarga dan gereja menjadi bagian penting dalam membentuk kepribadian anak-anak dan remaja.

“Saya mengajak seluruh jemaat untuk menanamkan nilai-nilai kasih Kristus, kedisiplinan, saling menghormati, serta membiasakan penyelesaian setiap persoalan melalui komunikasi dan musyawarah,”pungkasnya.

Kepada para pemuda dan pemudi, Wakapolda berpesan agar menjadi generasi yang takut akan Tuhan, menghormati orang tua dan guru, rajin belajar, serta menjaga ikatan persaudaraan.

“Saya mengajak generasi muda Papua Tengah agar tidak mudah terprovokasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial, yang dapat memicu perkelahian dan permusuhan. Jadilah generasi yang membawa damai, bukan menciptakan pertikaian,” pesannya.

Gustav menjelaskan, kegiatan Minggu Kasih merupakan bagian dari upaya Polri mendukung program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”.

Melalui kegiatan tersebut, Polri ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi jemaat, mempererat hubungan dengan tokoh agama, sekaligus mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami mengajak para tokoh agama, orang tua, guru, pemuda-pemudi, dan seluruh jemaat untuk bersama-sama membimbing serta melindungi generasi muda dari tindakan kekerasan. Mari jadikan gereja dan keluarga sebagai tempat menanamkan nilai-nilai kasih Kristus, perdamaian, persaudaraan, dan saling menghormati,” ungkapnya.

Ia berharap melalui kebersamaan antara Polri, gereja, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat, upaya mencegah perkelahian antarpelajar dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Mari kita wujudkan Papua Tengah yang aman, damai, dan penuh kasih demi masa depan generasi muda yang lebih baik,” tutup Wakapolda.

The post Dari Mimbar Minggu Kasih, Wakapolda Papua Tengah Ajak Jemaat Cegah Perkelahian Antarpelajar first appeared on pembaruanpapua.com.