Tawuran Pelajar Smp Di Sp 3. Polsek Kuala Kencana Amankan 9 Anak dan Barang Bukti.
Polda Papua Tengah — Polres Mimika.
Personel Polsek Kuala Kencana bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Mimika melakukan giat penyisiran dan berhasil mengamankan sembilan pelajar yang terlibat aksi tawuran antara SMP Negeri 4 Mimika dan SMP Negeri 10 Mimika, di depan Perumahan DPR Sp 3, Distrik Kuala Kencana. Minggu, (23/11/25).
Kegiatan yang dipimpin Ipda Wiklif S. Rumere, Waka Polsek Kuala Kencana, dilakukan setelah pihak kepolisian menerima laporan masyarakat bahwa sekelompok anak-anak dari arah Sp 2 bergerak menuju Sp 3 untuk melakukan tawuran.
personel Polsek Kuala Kencana menuju lokasi kejadian, sesampainya di depan perumahan DPR Sp 3, petugas menemukan sekelompok anak-anak yang diduga hendak melakukan tawuran. Saat dikejar, sebagian anak-anak melarikan diri ke arah hutan, namun tiga orang berhasil diamankan.
Penyisiran pun dilakukan di sekitar Sp 2 dan Sp 3, termasuk area kuburan Sp2. Petugas berhasil mengamankan total 9 anak-anak yang diduga terlibat aksi tawuran.
Personel Brimob Pas III turut membawa 3 anak-anak tambahan yang diamankan di sekitar area kuburan Sp 2 – Sp 3 ke Polsek Kuala Kencana.
Sembilan pelajar yang berhasil diamankan berasal dari Sp 2, Sp 3, dan sejumlah wilayah lainnya di Distrik Kuala Kencana. Beberapa di antaranya turut membawa barang bukti berupa 3 buah kartapel dan 2 botol bom molotov, serta batu yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran.
Potensi Tawuran Lanjutan, pihak kepolisian menyebutkan adanya kemungkinan kedua kelompok anak-anak yang masih status pelajar kembali melakukan aksi tawuran karena saling melakukan provokasi melalui media sosial, khususnya Facebook.
Polsek Kuala Kencana menegaskan perlunya langkah pembinaan terhadap para anak-anak yang diamankan agar tidak mengulangi perbuatannya. Selain itu, pihak kepolisian akan mengundang orang tua serta pihak sekolah, yaitu SMP Negeri 4 Mimika dan SMP Negeri 10 Mimika, untuk memberikan arahan dan pembinaan terhadap para murid.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Peran orang tua dan sekolah sangat penting untuk mencegah anak-anak terlibat aksi kekerasan,” ujar Ipda Wiklif S. Rumere.