22 Juni 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Pemprov Papua Tengah Siapkan Pelatihan Barista untuk Generasi Muda OAP, Dorong Industri Kopi Lokal Naik Kelas

NABIRE – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian & Perdagangan Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan program pelatihan barista bagi generasi muda Orang Asli Papua (OAP) sebagai bagian dari upaya memperkuat industri kopi lokal sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kabid Perdagangan Dinas Koperasi UKM , Perindustrian dan Perdagangan Papua Tengah, Brian Sendoh, mengatakan perkembangan usaha kedai kopi di Papua Tengah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang positif. Kondisi ini membuka peluang besar bagi generasi muda Papua untuk mengembangkan keterampilan dan berkarier di industri kopi yang terus berkembang.

“Kami berencana memberikan pelatihan barista, terutama bagi anak-anak asli Papua Tengah. Kami melihat peluang yang besar bagi mereka untuk belajar dan berprofesi sebagai barista,” ungkapnya, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan program pelatihan tersebut rencananya akan dilaksanakan secara bertahap di Nabire dan Timika dengan menghadirkan tenaga pelatih profesional yang berpengalaman di bidang industri kopi. Selain itu mereka juga akan mendorong pengembangan industri kopi secara menyeluruh melalui kolaborasi dengan Dinas Perkebunan yang selama ini membina para petani kopi di berbagai daerah penghasil.

“Kami akan bersinergi antarorganisasi perangkat daerah sangat penting agar pengembangan kopi dapat dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan kualitas budidaya, pengolahan pascapanen, hingga pemasaran produk. Lalu untuk pengembangan SDM Barista kita akan menghadirkan pelatih profesional,” ujarnya.

Brian menuturkan Papua Tengah memiliki potensi kopi yang sangat besar dan telah dikenal luas karena kualitasnya. Beberapa wilayah penghasil kopi unggulan di antaranya Moanemani di Kabupaten Dogiyai, serta daerah-daerah di Kabupaten Paniai, Deiyai dan Puncak Jaya.

Untuk memperluas pasar, pihaknya berencana membuka peluang kerja sama dengan Kementerian Perdagangan guna memperkenalkan kopi Papua Tengah pada berbagai ajang perdagangan tingkat nasional maupun internasional. Namun demikian, kesiapan produksi dan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan menjadi faktor penting apabila kopi Papua Tengah ingin menembus pasar ekspor.

“Kalau ingin masuk pasar ekspor, tentu dibutuhkan ketersediaan bahan baku yang cukup dan berkelanjutan. Karena itu kami perlu meningkatkan kapasitas petani kopi dan pelaku UMKM agar mampu bersaing dengan produk kopi dari daerah lain,” jelasnya.

Brian menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas utama sebelum pemerintah menyalurkan bantuan peralatan maupun program pendukung lainnya. Langkah tersebut dilakukan agar setiap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berdampak langsung pada pengembangan usaha masyarakat.

Lebih lanjut, Brian menjelaskan bahwa pelibatan perwakilan dari delapan kabupaten dalam kegiatan tersebut bertujuan menyelaraskan program antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kegiatan maupun bantuan kepada pelaku UMKM.

“Kabupaten lebih memahami kebutuhan UMKM di wilayah masing-masing. Karena itu diperlukan koordinasi dan sinkronisasi program antara kabupaten dan provinsi agar dukungan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Program pelatihan barista ini diharapkan tidak hanya menciptakan tenaga kerja terampil di sektor kopi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah komoditas kopi Papua Tengah serta memperkuat posisi produk lokal di pasar nasional hingga internasional.

The post Pemprov Papua Tengah Siapkan Pelatihan Barista untuk Generasi Muda OAP, Dorong Industri Kopi Lokal Naik Kelas first appeared on pembaruanpapua.com.