24 Juni 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Pengakuan Ketua BEM UBK yang Gelagapan Usai Bertemu Gibran saat Demo: Terima Rp 20 Juta dari Polisi Agar Tidak Demo di Istana

Usai bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) Muhamad Abdimaludin, akui menerima uang sebesar Rp20 juta. Uang tersebut diduga diberikan oleh oknum kepolisian dengan tujuan untuk mengalihkan titik aksi demonstrasi mahasiswa yang semula direncanakan di depan Istana Negara ke DPR RI.
Terbongkarnya pusaran dana ini bermula dari kecurigaan masyarakat dan sesama mahasiswa UBK. Mereka menaruh curiga setelah melihat video wawancara Ketua BEM FH UBK, Muhamad Abdimaludin, yang tampak gelagapan dan “tidak nyambung” saat diwawancarai awak media, usai menghadiri audiensi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Tak butuh waktu lama, massa mahasiswa UBK langsung melakukan konfrontasi dan interogasi terbuka terhadap pengurus BEM mereka. Proses sidang internal tersebut bahkan disiarkan secara langsung (live) melalui media sosial pada Senin (22/6) malam.
Detik-Detik Pengakuan Terima Rp20 Juta dari Polisi
Dalam potongan video live yang viral tersebut, Ketua BEM FH UBK, Muhamad Abdimaludin, akhirnya tidak bisa mengelak. Ia mengakui di depan forum, bahwa dirinya telah menerima dana puluhan juta rupiah dari seorang anggota kepolisian.
“Saya mengakui kesalahan. Saya menerima uang tersebut. Rp20 juta dengan pembagian dengan kawan-kawan. Dari pihak kepolisian (bernama) Aan,” tutur Abdi dikutip Selasa (23/6).
Abdi menjelaskan bahwa uang tersebut diberikan oleh oknum bernama Aan, agar kelompok mahasiswa membatalkan aksi unjuk rasa di Istana Negara dan mengalihkannya ke depan Gedung DPR RI. Namun pada realisasinya, massa mahasiswa kala itu tetap menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Monas.
Rincian Aliran Dana ke Sejumlah Pengurus BEM
Untuk memulihkan nama baik institusi kampus yang tercoreng, mahasiswa mendesak transparansi penuh mengenai ke mana saja uang tersebut mengalir. Abdi pun membeberkan secara rinci nominal yang didapatkan oleh rekan-rekan pengurus lainnya, di mana tiap individu menerima berkisar antara Rp2 juta hingga Rp2,5 juta.
“Dari 20 (juta) tersebut saya membagikan kepada dua senior dengan masing-masing 2,5 juta yaitu bang Emon dan bang Saka,” ungkap Abdi.
“Sisanya saya kasih sama Ketua BEM FEB Puji Rp2 juta, Wakil Ketua FEB (Rafi) Rp2 juta, Rp2,5 juta Rafly Wakil Ketua saya. Dan Mubarak dari Fakultas Hukum 2,5 juta. Dan sisanya untuk konsolidasi kemarin dan sisanya masih ada di jok motor saya,” tambahnya.
Berdasarkan pengakuan langsung tersebut, berikut adalah daftar nama mahasiswa dan pengurus BEM yang terseret dalam kasus ini:
– Muhamad Abdimaludin (Ketua BEM FH)
– Rafly Maulana Akbar (Wakil Ketua BEM FH)
– Mubarak Tuasamu (Pengurus BEM FH)
– Pujiono (Ketua BEM FEB)
– Muhammad Rafi Bastian (Wakil Ketua BEM FEB)
Duduk Perkara: Dipicu Wawancara yang Gagap
Jika dirunut ke belakang, kasus ini mencuat setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima 15 perwakilan mahasiswa yang berdemonstrasi di Jalan Medan Merdeka Selatan. Perwakilan yang hadir berasal dari beberapa kampus, termasuk UBK, Universitas Terbuka, dan Universitas MH Thamrin.
Pertemuan yang berlangsung di Istana Wapres tersebut sejatinya berjalan lancar, guna menyampaikan aspirasi terkait kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Rombongan mahasiswa bahkan mengaku mendapat undangan langsung dari pihak Istana untuk masuk dan berdialog.
Namun, petaka dimulai usai pertemuan selesai. Saat diwawancarai oleh jurnalis mengenai hasil pertemuan dengan Gibran, jawaban dari Muhamad Abdimaludin dinilai rancu dan berputar-putar.
Gaya bicara yang gelagapan inilah yang menjadi pemantik kecurigaan netizen di media sosial, hingga memicu gerakan mahasiswa UBK sendiri untuk menginterogasi pengurus mereka dan membongkar aliran dana pengalihan demo tersebut
Sumber: jawapos
Foto: Pengurus BEM FH UBK sempat diminta pertanggungjawaban oleh pihak kampus dan mahasiswa UBK agar membalikan nama baik UBK. (X: @salam4jari)