Air Mata di Mapolres Nduga: Momen Haru Pelepasan AKBP Alredo Rumbiak
KENYAM- Suasana haru menyelimuti halaman Mapolres Nduga saat AKBP Alredo Rumbiak berpamitan kepada seluruh personel, Forkopimda, dan masyarakat, Kamis (9/7/2026). Setelah melewati berbagai dinamika dan tantangan memimpin di salah satu wilayah paling berat di Papua, Alredo harus mengakhiri masa pengabdiannya di Nduga untuk melanjutkan tugas di tempat yang baru.
Dalam sambutannya, Alredo mengaku banyak pelajaran berharga yang diperoleh selama bertugas di Nduga. Baginya, setiap tantangan, suka dan duka yang dilalui menjadi bagian dari perjalanan hidup yang akan selalu dikenang.
Dengan penuh rasa syukur, ia menyampaikan bahwa keberhasilan menjaga keamanan di Kabupaten Nduga bukanlah hasil kerja seorang diri. Menurutnya, semua dapat terwujud berkat doa, campur tangan Tuhan, serta kebersamaan seluruh personel Polres Nduga, masyarakat, dan jajaran Forkopimda yang terus berjalan bergandengan tangan.
“Puji Tuhan, tentunya semua yang saya lalui tidak bisa saya kerjakan sendiri. Pastinya semua itu berkat campur tangan Tuhan dan kemauan seluruh personel, masyarakat, jajaran Forkopimda Nduga untuk bekerja sama,” ujar Alredo.
Di penghujung sambutannya, Alredo menyampaikan pesan yang membuat suasana semakin emosional. Meski tidak lagi bertugas di Nduga, ia menegaskan ikatan dengan masyarakat tidak akan pernah terputus.
“Pintu saya akan selalu terbuka untuk masyarakat Nduga,” ucapnya.
Ia pun berharap daerah yang pernah dipimpinnya itu terus bertumbuh menjadi wilayah yang aman, maju, dan masyarakatnya semakin sejahtera.
Perpisahan tersebut juga meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga besar Polres Nduga. Wakapolres Nduga Kompol Sevredo Fenanlampir mengakui kepergian AKBP Alredo Rumbiak terasa sangat berat karena sosoknya telah menjadi bagian dari perjalanan dan semangat seluruh personel.
“Terlalu berat, tetapi kami mengerti. Ketika kami menahan pimpinan di sini, sama saja kami menahan karier komandan kami yang masih jauh hingga mencapai puncak,” katanya dengan penuh haru.
Ucapan perpisahan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Nduga. Asisten III Setda Nduga Festus Wompere menyampaikan terima kasih atas dedikasi AKBP Alredo Rumbiak yang dinilai mampu menjaga situasi Nduga tetap relatif aman selama masa kepemimpinannya.
Tak hanya melepas kepergian seorang Kapolres, Festus juga menitipkan doa agar putra asli Papua itu terus mengukir prestasi hingga mencapai jabatan tertinggi di institusi Polri.
“Saya tidak setuju kalau Kapolres nanti hanya Kapolda. Kami doakan Kapolres bisa menjadi Kapolri,” ucap Festus yang disambut tepuk tangan para tamu yang hadir.
Perpisahan itu menjadi penutup perjalanan pengabdian AKBP Alredo Rumbiak di Nduga. Namun bagi banyak orang, kenangan akan kepemimpinannya, kebersamaan yang terjalin, serta harapan yang ia tinggalkan diyakini akan tetap hidup di hati masyarakat dan keluarga besar Polres Nduga.
The post Air Mata di Mapolres Nduga: Momen Haru Pelepasan AKBP Alredo Rumbiak first appeared on pembaruanpapua.com.