12 Juli 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Sosok Roy, Ahli Kunci yang Membuka Brankas Berisi 74 Kg Emas di Rumah Jampidsus, Cuma Butuh 15 Menit

Sosok Roy, seorang ahli kunci asal Ciawi, Kabupaten Bogor, mendadak menjadi perhatian setelah dipercaya membantu Polres Bogor membuka brankas yang ditemukan di rumah milik Febrie Adriansyah, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di kawasan Parahyangan Golf II, Sentul City, Kecamatan Babakan Madang.
Tanpa disangka, brankas yang berhasil dibukanya itu menyimpan 74 kilogram emas batangan dan uang tunai dalam berbagai mata uang dengan nilai total sekitar Rp476 miliar.
Roy mengaku tidak mengetahui apa yang ada di balik pintu brankas saat menerima panggilan dari pihak kepolisian pada Rabu (8/7/2026) malam.
“Tadi sama Polres Bogor dipanggil, ditelpon suruh dateng ke sini suruh bantu katanya ada kerjaan bongkar brangkas,” kata Roy, Kamis (9/7/2026).
Menurut Roy, dirinya dihubungi sekitar pukul 21.30 WIB.
Setibanya di lokasi, ia bersama rekannya langsung bekerja membongkar brankas menggunakan gerinda.
Proses pembukaan brankas berlangsung relatif singkat.
Hanya dalam waktu sekitar 15 menit, pintu brankas berhasil dibuka.
“Digerinda aja, enggak pakai las, gerak cepat,” ujarnya.
Roy mengungkapkan, brankas tersebut bukanlah brankas biasa.
Menurutnya, brankas itu merupakan produk premium dengan harga yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp20 juta.
Ia menjelaskan, brankas tersebut memiliki dua lapis pelat baja serta dilengkapi sistem pengamanan berupa kombinasi angka dan kunci manual.
“Istimewa itu brangkasnya, bajanya ada dua lapis, bukan besi. Brangkas mahal,” katanya.
Tak hanya memiliki sistem keamanan berlapis, posisi brankas juga dibuat tersembunyi. Brankas tersebut menyatu dengan tembok dan berada di balik lemari di salah satu kamar lantai dua rumah mewah tersebut.
“Dalem tembok itu pak. Jadi itu pintu brankas, dalemnya ruangan, bukan brankas umumnya, tapi ruangan mirip gudang posisinya di belakang lemari,” jelas Roy.
Setelah brankas berhasil dibuka, penyidik menemukan tujuh koper berisi barang-barang berharga.
Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto mengatakan barang bukti yang ditemukan meliputi 74 kilogram emas batangan, 4.767.300 dolar Amerika Serikat, 14.083.800 dolar Singapura, serta uang tunai Rp100 juta.
“Estimasi total dalam rupiah senilai Rp476 miliar,” ujar Totok.
Selain emas dan uang tunai, penyidik juga menyita sejumlah dokumen, telepon seluler, serta foto keluarga yang diduga berkaitan dengan pemilik rumah maupun pemilik barang yang disimpan di dalam brankas.
Seluruh barang bukti kemudian diangkut menggunakan kendaraan taktis Korps Brimob Polri untuk kepentingan penyidikan.
Penggeledahan di rumah mewah kawasan Sentul City itu merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi batu bara di PLN yang diduga memicu pemadaman listrik di Sumatera, serta pengembangan perkara lain, termasuk kasus ASABRI dan Krakatau Steel.
Selain di Sentul, penyidik juga melakukan penggeledahan di kawasan de’Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan.
Dari lokasi tersebut, polisi kembali menemukan uang tunai dalam bentuk rupiah dan mata uang asing dengan nilai sekitar Rp60 miliar.