30 Agustus 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Viral Suku Anak Dalam Emosi Kejar dan Keroyok Anggota TNI di Kebun Sawit, Ternyata Ini Penyebabnya

Oposisi Cerdas | Suasana di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Sari Aditya Loka (SAL), Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, memanas setelah terjadi bentrokan antara warga Suku Anak Dalam (SAD) dan prajurit TNI, Jumat, 28 Agustus 2026 kemarin.
Kericuhan yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB itu melibatkan personel Yonif 896/Serumpun Pseko yang tengah disiagakan untuk mengamankan kawasan perkebunan.
Video kejadian kemudian menyebar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sejumlah warga SAD terlihat mengejar personel TNI di area perkebunan. 
Kericuhan Berawal dari Persoalan TBS Sawit
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula dari laporan petugas keamanan PT SAL mengenai sejumlah warga SAD yang diduga mengambil tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari kawasan inti perusahaan.
Manajemen perusahaan kemudian meminta bantuan prajurit Yonif 896/Serumpun Pseko untuk melakukan pengamanan sekaligus mengendalikan situasi.
Ketika prajurit mendatangi lokasi dan meminta warga SAD meninggalkan TBS yang telah diambil, terjadi cekcok.
Situasi yang awalnya berupa adu mulut kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan.
Dugaan Pemukulan Picu Massa Emosi
Ketegangan semakin meningkat setelah muncul dugaan bahwa salah seorang warga SAD dipukul oleh oknum prajurit TNI di lokasi.
Dugaan tersebut membuat warga SAD lainnya terpancing dan situasi berubah menjadi bentrokan.
Dalam kericuhan itu, massa SAD disebut merusak kendaraan kepala kebun. Sejumlah prajurit TNI juga menjadi sasaran pengeroyokan di area perkebunan.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan situasi kejar-kejaran antara warga dan personel TNI di tengah kawasan perkebunan.
Konflik PT SAL dan SAD Bukan Kali Pertama
Perselisihan antara warga SAD dan pihak PT SAL sebelumnya juga pernah berujung bentrokan. Peristiwa serupa terjadi pada Minggu, 12 April 2026 silam.
Saat itu, kericuhan disebut dipicu persoalan berbeda, yakni perselisihan terkait proses rekrutmen tenaga kerja di perusahaan.
Rangkaian konflik tersebut menunjukkan hubungan antara masyarakat SAD dan perusahaan masih menghadapi persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Sengketa Lahan Jadi Pemicu Utama
Di balik berbagai perselisihan tersebut, terdapat persoalan lebih mendasar mengenai klaim atas tanah dan wilayah adat.
Masyarakat SAD menganggap sebagian kawasan perkebunan PT SAL berada di atas tanah ulayat serta wilayah jelajah tradisional yang selama turun-temurun digunakan untuk mencari penghidupan.
Di sisi lain, PT SAL memiliki konsesi resmi berupa Hak Guna Usaha (HGU) atas kawasan perkebunan tersebut.
Perbedaan klaim mengenai penguasaan dan pemanfaatan lahan inilah yang menjadi salah satu akar persoalan antara masyarakat SAD dan perusahaan.***
Sumber: konteks
Foto: Viral video anggota TNI dikejar dan dikeroyok Suku Anak Dalam, Jambi di kebun sawit (Foto: X/IndependentJawa)