8 September 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Istana Curiga Karhutla dan Bencana Ulah Antek Asing, Akademisi: Gampang Benar Ngomong Konspirasi

Oposisi Cerdas | Akademisi Universitas Multimedia Nusantara, Haryanto Ignatius, mengkritik keras pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ulta Levenia Nababan yang menduga sejumlah bencana hingga demonstrasi di Indonesia diorkestrasi pihak tertentu.
Haryanto menilai dugaan tersebut tidak semestinya disampaikan tanpa dasar yang jelas. Ia bahkan menyebut pernyataan Ulta sebagai contoh pejabat yang dinilainya kurang memiliki literasi sebelum menyampaikan narasi konspirasi kepada publik.
“Inilah contoh pejabat kurang literasi. Kurang baca,” kata Haryanto, dikutip Selasa (8/9/2026).
Ia pun meminta tenaga istana itu memperbanyak membaca dan memahami informasi sebelum menghubungkan berbagai peristiwa dengan dugaan konspirasi.
“Gampang benar ngomong konspirasi. Mbak, banyakin baca sebelum ngomong,” ungkapnya.
Menurut Haryanto, pernyataan tersebut justru tidak memberikan penjelasan yang dibutuhkan masyarakat. Sebaliknya, ia menilai narasi itu dapat membuat publik semakin bingung dalam memahami penyebab berbagai bencana yang terjadi.
“Anda cuma mempertontonkan kebodohan anda di depan publik,” ujarnya.
Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ulta Levenia Nababan mengejutkan publik dengan menduga sejumlah bencana dan gejolak diorkestrasi pihak asing.
“Pasti gue bakal dibilang gila ini,” kata Ulta di YouTube Reform Syndicate.
Ia kemudian mengaitkan sejumlah kejadian gempa di China dan Turki. Ia mengaitkan hal itu dengan konflik atau gesekan kedua negara tersebut dengan Amerika Serikat. Namun, Ulta tidak menjelaskan secara spesifik gempa mana yang dimaksud maupun bukti yang mendukung hubungan tersebut.
“Tapi dulu pernah di Turki sama di China. Mereka pernah gesekan sama Amerika,” ujarnya.
Ulta kemudian menghubungkan pemikirannya dengan sejumlah bencana yang terjadi di Indonesia. Hal itu termasuk banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, kebakaran hutan di Kalimantan dan Papua.
“Gua sempat ngobrol sama teman gua tuh, ini kok bisa kayak gini yah. Aceh dan Papua bergejolak, Habis itu Kalimantan,” tuturnya.
Ia mengatakan pemikirannya semakin kuat setelah menonton sebuah film yang menurutnya merangkum berbagai keanehan tersebut. Film yang dimaksud tidak disebutkan.
Dari rangkaian peristiwa itu, ia kemudian menyatakan keyakinannya bahwa sebagian bencana hingga demonstrasi di Indonesia memiliki pihak yang mengorkestrasi.
“Sehingga gua 73,5 persen, wah ini pasti ada yang orkestrasi. Kemudian ada demonstrasi,” pungkasnya.