10 September 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Dirut Perumda Danum Taka PPU Angkat Bicara Soal Isu Air Gatal dan Keruh

PENAJAM – Perumda Air Minum (Perumda) Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) angkat bicara menanggapi keluhan warga terkait kualitas air bersih yang diduga menyebabkan gatal-gatal dan keruh.

Direktur Utama Perumda Danum Taka, Abdul Rasyid, menegaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi dari masyarakat mengenai keluhan air yang menimbulkan rasa gatal. Menurutnya, kualitas air yang disalurkan oleh perusahaannya telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Sampai saat ini, kita belum menerima laporan terkait keluhan air PDAM yang gatal-gatal. Secara umum, kualitas air kita sudah memenuhi standar Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, di mana dalam permenkes tersebut diatur syarat-syarat air yang didistribusikan kepada masyarakat,” ujar Abdul Rasyid saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Terkait keluhan air gatal yang sempat dikeluhkan warga, Abdul Rasyid menduga masalah tersebut bukan berasal dari instalasi pengolahan PDAM, melainkan akibat adanya kerusakan atau kebocoran pada instalasi pipa di rumah pelanggan (pipa persil).

Ia mencontohkan, pipa persil berwarna putih yang sering kali ditaruh di dalam parit rentan mengalami kebocoran. Ketika keran di rumah dibuka, tekanan negatif dapat membuat air kotor dari parit ikut tersedot ke dalam aliran pipa.

“Kemungkinan besar, keluhan tersebut disebabkan oleh adanya kebocoran. Misalnya, pipa persil yang berwarna putih ditaruh di dalam parit dan mengalami kebocoran. Ketika keran dibuka, air dari parit ikut tersedot, sehingga otomatis air yang keluar menjadi gatal,” terangnya.

Ia menambahkan, dari pengalaman penanganan di lapangan sebelumnya, sebagian besar aduan serupa disebabkan oleh sambungan pipa di dalam parit yang bocor atau adanya kontaminasi di area kamar mandi warga.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan kejanggalan agar petugas bisa langsung turun tangan melakukan pengecekan.

“Jadi, masalah tersebut bukan berasal dari air PDAM-nya, melainkan bisa jadi karena ada air kotor yang ikut tersedot. Umumnya, kejadian seperti ini harus dilaporkan agar tim lapangan dapat langsung melakukan pengecekan, dan rata-rata hasil pengecekan di lapangan menunjukkan adanya sambungan di parit yang bocor atau air yang tersedot di kamar mandi,” kata Abdul Rasyid.

Menjawab kekhawatiran warga ihwal penggunaan bahan kimia dalam proses penjernihan air, Abdul Rasyid memastikan bahwa seluruh takaran dan jenis bahan kimia yang digunakan sudah mengikuti prosedur ketat dan aman bagi kesehatan.

“Terkait dengan bahan kimia, campuran bahan kimia yang digunakan sudah sesuai dengan standar Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Air kita sudah dilengkapi dengan disinfektan atau antibakteri, dan proses produksinya tentu menggunakan injeksi bahan kimia yang sesuai dengan standar yang berlaku,” tegasnya.

Disinggung mengenai kondisi air yang belakangan mulai terlihat keruh, Abdul Rasyid menjelaskan bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik teknis di lapangan maupun kondisi alam.

Kenaikan tingkat kekeruhan air baku (raw water) menjadi salah satu penyebab utama.

Sebagai contoh, tingkat kekeruhan air yang biasanya berada di angka 500 ppm bisa melonjak drastis hingga 1.000 ppm akibat perubahan cuaca atau faktor lingkungan sekitar sumber air.

Selain faktor alam, kekeruhan air juga bisa terjadi karena adanya aktivitas pemeliharaan yang sedang dikerjakan oleh petugas di lapangan, seperti kegiatan pengerukan sungai atau rawa untuk membersihkan sedimentasi.

“Mengenai warna air yang mulai keruh, hal tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti kebocoran atau air yang tersedot. Selain itu, kondisi sekarang juga bisa disebabkan oleh air bakunya, di mana tingkat kekeruhannya telah melampaui ambang batas. Ada batas-batas tertentu di mana kekeruhan air baku meningkat, misalnya yang tadinya 500 ppm menjadi 1000 ppm,” ungkapnya.

“Hal ini juga bisa terjadi karena adanya kegiatan PDAM yang sedang menggaruk sungai, sehingga kotoran naik ke atas. Namun, secara umum air yang disalurkan ke masyarakat sudah sesuai standar. Terlebih lagi dalam dua minggu terakhir ini anak-anak PDAM sedang turun ke lapangan untuk menggaruk rawa-rawa, sehingga faktor cuaca juga turut memengaruhi kondisi ini,” pungkas Abdul Rasyid.

The post Dirut Perumda Danum Taka PPU Angkat Bicara Soal Isu Air Gatal dan Keruh first appeared on Beritakaltimterkini.com.