30 April 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Hasil Lab Keluar, Dinkes PPU Temukan Kuman di Sampel Makan Bergizi Gratis SPPG Waru

PENAJAM – Teka-teki penyebab puluhan siswa SD 08 Waru yang mengalami gejala keracunan beberapa waktu lalu mulai menemui titik terang. Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengonfirmasi bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan adanya cemaran kuman pada sampel makanan yang dikonsumsi siswa.

Kepala Dinas Kesehatan PPU, Dr. Jansje Grace Makisurat, mengungkapkan bahwa pemeriksaan dilakukan oleh Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.

Dari sekian banyak sampel yang diperiksa, terdapat dua jenis hidangan yang terdeteksi mengandung kuman.

“Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru menunjukkan adanya cemaran kuman. Ditemukan pada dua sampel, yakni puding dan satu menu lainnya,” terang Grace saat memberikan keterangan, Kamis (12/3/2026).

Sementara, Grace menduga masuknya kuman ke dalam makanan bukan terjadi saat proses memasak, melainkan saat tahap penyajian atau penyimpanan.

Menu yang dibagikan saat itu diketahui terdiri dari nasi, sayur wortel dan kentang, tahu goreng, telur berbumbu, serta puding buah.

“Ada kemungkinan tercemar karena makanan dibiarkan terpapar udara terlalu lama dan tidak tertutup dengan rapat. Hal ini sangat berpotensi memicu kontaminasi dari lingkungan sekitar,” tambahnya.

Insiden ini sebelumnya menimpa 25 siswa yang mengeluhkan mual, diare, hingga sesak napas pada hari ke-10 pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Beruntung, seluruh siswa yang sempat dilarikan ke Puskesmas sudah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang pada hari yang sama tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit.

Hingga saat ini, dapur SPPG Waru masih berhenti beroperasi.

Terkait kapan program ini akan dijalankan kembali, Grace menegaskan bahwa kewenangan sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN).

Dinas Kesehatan PPU dalam hal ini hanya bertindak sebagai pemberi rekomendasi teknis dan melakukan pembinaan di lapangan.

“Masalah operasional kembali itu merupakan kebijakan Badan Gizi Nasional. Kami di daerah hanya memberikan rekomendasi serta melakukan pembinaan teknis,” jelasnya.

Selain masalah kuman, Dinkes PPU juga menjelaskan bahwa SPPG Waru belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Ada sejumlah catatan penting yang harus dibenahi oleh pihak pengelola sebelum sertifikat tersebut bisa diterbitkan.

“Ada beberapa poin yang harus diperbaiki, salah satunya terkait manajemen pengelolaan sampah dan limbah di area dapur. Kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan pembinaan,” kata Grace.

Lebih lanjut, Grace menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan sekadar urusan teknis dapur, melainkan memulihkan kepercayaan masyarakat.

Ia meminta Koordinator Wilayah program dan pengelola SPPG untuk melakukan pendekatan persuasif kepada para orang tua siswa.

“Banyak orang tua yang merasa trauma akibat kejadian ini. Membangun kembali kepercayaan mereka tidaklah instan. Pendekatan harus dilakukan secara maksimal agar trauma tersebut pulih sebelum program kembali berjalan,” pungkasnya.(adv)

 

Penulis: Ayu

The post Hasil Lab Keluar, Dinkes PPU Temukan Kuman di Sampel Makan Bergizi Gratis SPPG Waru first appeared on Beritakaltimterkini.com.