Satgas TPID dan Polres Merauke Sidak Harga Bahan Pokok di Pasar Wamanggu
Merauke – Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Satgas terkait melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Wamanggu, Kabupaten Merauke, pada Kamis (2/3/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 10.00 WIT tersebut dipimpin oleh sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (DKPPKH) Kabupaten Merauke, Badan Pangan Nasional (Bapanas RI), Perum BULOG Cabang Merauke, serta didukung oleh jajaran Satreskrim Polres Merauke.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengecekan langsung terhadap harga sejumlah komoditas bahan pokok di lapangan. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa harga bahan pokok relatif stabil, di antaranya beras premium Rp15.800/kg, beras medium Rp15.000/kg, daging sapi Rp140.000/kg, daging ayam Rp55.000/kg, telur ayam Rp48.000/kg, bawang merah Rp55.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, serta minyak goreng Minyakita Rp15.700/liter dan gula konsumsi Rp19.000/kg.
Sementara itu, harga cabai masih tergolong tinggi, dengan cabai rawit merah mencapai Rp130.000/kg, cabai merah besar Rp90.000/kg, dan cabai merah keriting Rp50.000/kg. Hal ini disebabkan karena ketersediaan stok yang masih terbatas dan belum memasuki masa panen, yang diperkirakan akan berlangsung pada Mei 2026 mendatang.
Selain melakukan pemantauan harga, tim juga berdialog langsung dengan para pedagang guna memastikan kelancaran distribusi bahan pokok. Dalam kesempatan tersebut, petugas memberikan imbauan agar para pedagang tidak melakukan penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat.
Tim juga menyarankan para pedagang untuk menerapkan metode penyimpanan yang baik, seperti teknik vakum, guna menjaga kualitas serta memperpanjang masa simpan komoditas, khususnya cabai.
Dari hasil kegiatan tersebut, disimpulkan bahwa secara umum ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Merauke masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Meski demikian, diperlukan langkah-langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas harga, termasuk penguatan distribusi dan dukungan pasokan dari luar daerah melalui program penyaluran pangan bersubsidi.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.