Satlantas Polres Tolikara Gelar Strong Point Pagi, Utamakan Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas
Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan — Upaya menciptakan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas terus dilakukan jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Tolikara. kegiatan strong point kembali digelar dengan pendekatan humanis di sejumlah titik strategis wilayah hukum Kabupaten Tolikara pada Senin Pagi (27/4/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas, IPTU Febri Yudha Asmara, S.H., ini berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 08.00 WIT. Sejumlah personel diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat pengguna jalan.
Dua lokasi utama menjadi fokus kegiatan, yakni pertigaan SMA Negeri Karubaga serta area depan Lapangan Merah Putih. Kedua titik tersebut dikenal sebagai kawasan padat aktivitas pada pagi hari, terutama saat jam masuk sekolah dan perkantoran.
Sejak apel pengecekan personel pada pukul 07.00 WIT, seluruh anggota langsung bergerak ke lokasi untuk menjalankan tugas pengaturan lalu lintas. Selain mengurai kepadatan kendaraan, petugas juga memberikan teguran kepada pengendara yang tidak mematuhi aturan, khususnya yang tidak menggunakan helm.
Kasat Lantas IPTU Febri Yudha Asmara, S.H menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata penindakan, melainkan bentuk pelayanan kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman. Peneguran yang kami lakukan bersifat edukatif, agar kesadaran tertib berlalu lintas semakin meningkat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran polisi di pagi hari diharapkan mampu mencegah potensi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, terutama di titik-titik rawan.
Selama kegiatan berlangsung, arus lalu lintas terpantau ramai namun tetap lancar. Situasi secara umum aman dan terkendali tanpa adanya kejadian menonjol.
Kegiatan strong point pagi ini menjadi bagian dari komitmen Polres Tolikara dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus memperkuat kedekatan antara polisi dan masyarakat.
Dengan pendekatan yang lebih humanis, diharapkan masyarakat tidak hanya patuh karena aturan, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama.