6 Juni 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Kuben Oeyah Wonok Bangun Generasi Emas Tolikara Lewat Pendidikan, Bahasa Asing, dan Pelestarian Budaya

Tolikara, 6 Juni 2026 – Penamatan 26 peserta didik TK-PAUD OEYAH WONOK tidak hanya menjadi momen pelepasan siswa, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Kuben Oeyah Wonok dalam membangun generasi emas Tolikara melalui pendidikan yang berkualitas, berkarakter, serta berakar pada budaya lokal.

Pendiri dan Ketua Yayasan Kuben Oeyah Wonok sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Tolikara, Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik, mengatakan bahwa perjalanan membangun lembaga pendidikan tersebut penuh dengan tantangan dan perjuangan panjang.

“Hari ini puji Tuhan, perjuangan yang sangat panjang, penuh lelah, pikiran, suka dan duka akhirnya membuahkan hasil. Kami percaya bahwa ketika kita melakukan sesuatu yang benar demi masa depan generasi Tolikara, Tuhan pasti membuka jalan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa nama OEYAH WONOK yang berarti Matahari Terbit dipilih sebagai simbol perubahan dan pembaharuan melalui pendidikan.

Saat ini TK-PAUD OEYAH WONOK memiliki 69 peserta didik dan telah menamatkan 26 anak pada tahun ajaran 2025-2026. Bahkan untuk tahun ajaran baru, sebanyak 18 peserta didik telah terdaftar.

Menurut Elisabet, sekolah memiliki fokus pada pengembangan kemampuan bahasa Inggris sejak usia dini sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.

“Kami berfokus pada kemampuan speaking bahasa Inggris karena kami yakin anak-anak usia dini sangat cepat menyerap pelajaran. Di daerah lain anak-anak bisa belajar bahasa asing sejak kecil, maka anak-anak Tolikara juga harus mampu melakukan hal yang sama,”* ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa para peserta didik yang telah ditamatkan telah mendapatkan pendidikan dasar seperti membaca, menulis, pengenalan huruf, serta kemampuan berhitung sederhana sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar.

“Harapan kami, anak-anak yang hari ini telah ditamatkan ketika melanjutkan ke SD sudah memiliki dasar yang kuat, baik pengenalan huruf, membaca maupun berhitung. Itu yang selama ini kami tanamkan melalui proses belajar mengajar di TK OEYAH WONOK,”* katanya.

Ke depan, Yayasan Kuben Oeyah Wonok akan terus mengembangkan sistem pendidikan dengan memperkuat pembelajaran bahasa Inggris di tingkat TK dan menambahkan bahasa Mandarin pada jenjang Sekolah Dasar.

“Kami di Tolikara ini baru ada TK OEYAH WONOK yang belajar dengan speaking bahasa Inggris. Bukan saja di TK, nanti di SD juga akan ada penambahan bahasa Mandarin. Kami ingin anak-anak Tolikara memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak di kota besar,” ujarnya.

Elisabet juga mengajak seluruh masyarakat dan para orang tua, khususnya masyarakat asli Tolikara, untuk mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada TK OEYAH WONOK.

*”Harapan saya kepada masyarakat dan orang tua, mari membawa anak-anak belajar di TK OEYAH WONOK, karena dasar pendidikan itu sangat penting. Dari usia dini lidah mereka sudah dilatih agar mampu berbahasa Inggris dengan baik. Setiap hari mereka berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris,”* katanya.

Untuk mendukung program tersebut, Yayasan Kuben Oeyah Wonok terus memperkuat sumber daya pendidik. Saat ini terdapat lima guru yang mengajar bahasa Inggris dan tiga tenaga pendidik tambahan yang bergabung melalui program Lentera, di mana dua di antaranya merupakan pengajar bahasa Inggris dan satu pengajar bahasa Mandarin.

Selain penguasaan bahasa asing, Yayasan Kuben Oeyah Wonok juga berkomitmen melestarikan budaya lokal dengan memasukkan Bahasa Lani sebagai muatan lokal pada jenjang Sekolah Dasar.

Menurut Elisabet, pembelajaran bahasa daerah menjadi penting agar seluruh anak-anak yang lahir dan besar di Tolikara, termasuk anak-anak dari keluarga Nusantara, tetap mengenal identitas budaya daerah tempat mereka tumbuh.

*”Anak-anak yang lahir dan besar di Tolikara wajib mengenal bahasa daerah. Kami ingin mereka bangga mengatakan bahwa mereka adalah anak Tolikara. Karena itu kami sudah menyiapkan tenaga pendidik untuk mengajarkan bahasa daerah di tingkat SD,”* jelasnya.

Selain bergerak di bidang pendidikan formal, Yayasan Kuben Oeyah Wonok juga aktif dalam kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan hidup. Berbagai aksi kebersihan lingkungan terus dilakukan bersama masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap alam.

Yayasan tersebut juga mengelola PKBM Kejar Paket A, B, dan C yang telah berjalan selama 15 tahun dan pada tahun ini berhasil memperoleh dukungan melalui sistem Dapodik dari pemerintah pusat.

Di akhir kegiatan, Kepala Sekolah TK-PAUD OEYAH WONOK, Ester Abigail Maliang, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pendidikan di sekolah tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara, Yayasan Kuben Oeyah Wonok, para orang tua murid, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga prosesi penamatan anak-anak TK-PAUD OEYAH WONOK dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap penamatan ini menjadi awal lahirnya generasi penerus yang berkualitas.

“Kiranya penamatan kali ini dapat melahirkan generasi bangsa yang lebih baik di masa depan, khususnya generasi Tolikara. Kami berharap anak-anak yang hari ini dilepas dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, mencintai budaya daerahnya, serta mampu bersaing di era global,” tuturnya.

Menurut Ester, TK-PAUD OEYAH WONOK akan terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui pembentukan karakter, penguatan budaya lokal, pengembangan bahasa Inggris dan Mandarin, serta penguasaan teknologi sebagai bekal anak-anak menghadapi masa depan.

Dengan semangat *”Matahari Terbit Membawa Perubahan”*, Yayasan Kuben Oeyah Wonok berharap dapat terus menjadi bagian penting dalam mencetak generasi emas Tolikara yang cerdas, berbudaya, memiliki identitas yang kuat, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

The post Kuben Oeyah Wonok Bangun Generasi Emas Tolikara Lewat Pendidikan, Bahasa Asing, dan Pelestarian Budaya first appeared on pembaruanpapua.com.