Febrie Diduga Hubungi Pak Haji ‘Pengusaha Kalimantan’ dan E ‘Pengusaha Sepakbola’ untuk Ngakui Emas Itu Milik Mereka
Kabar terbaru soal mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus)
Febrie Adriansyah semakin panas. Menurut informasi yang beredar dari sumber
terpercaya, Febrie diduga telah menghubungi beberapa pengusaha besar agar
bersedia mengaku bahwa emas dan uang tunai hasil penggeledahan di rumahnya
merupakan milik mereka.
Febrie Adriansyah semakin panas. Menurut informasi yang beredar dari sumber
terpercaya, Febrie diduga telah menghubungi beberapa pengusaha besar agar
bersedia mengaku bahwa emas dan uang tunai hasil penggeledahan di rumahnya
merupakan milik mereka.
Langkah ini disebut-sebut sebagai upaya untuk membersihkan nama atau
mengalihkan tanggung jawab atas barang bukti bernilai fantastis tersebut.
Polri sebelumnya telah menggeledah 12 lokasi dan menyita uang Rp476 miliar
serta emas 74 kilogram, yang kemudian menjadi dasar penetapan Febrie sebagai
tersangka dalam kasus dugaan korupsi.
mengalihkan tanggung jawab atas barang bukti bernilai fantastis tersebut.
Polri sebelumnya telah menggeledah 12 lokasi dan menyita uang Rp476 miliar
serta emas 74 kilogram, yang kemudian menjadi dasar penetapan Febrie sebagai
tersangka dalam kasus dugaan korupsi.
Dua Pengusaha Tambang Disebut Terlibat
Dari informasi yang bocor, setidaknya ada dua pengusaha tambang yang
dihubungi Febrie:
dihubungi Febrie:
1. Pengusaha tambang asal Kalimantan bernama “Pak Hajiiiii”
Sosok ini kuat diduga merujuk pada pengusaha tambang batu bara dan sawit
ternama dari Kalimantan Selatan. Pak Haji dikenal sebagai salah satu
konglomerat kaya raya di sektor pertambangan.
ternama dari Kalimantan Selatan. Pak Haji dikenal sebagai salah satu
konglomerat kaya raya di sektor pertambangan.
2. Pengusaha tambang yang berkaitan dengan Asosiasi Sepak Bola Indonesia,
ada “E”-nya
ada “E”-nya
Konglomerat ini disebut memiliki latar belakang pengusaha tambang sekaligus
pernah berkecimpung di dunia sepak bola nasional. Detail lebih lanjut masih
dirahasiakan, namun keterkaitannya dengan PSSI menjadi sorotan publik.
pernah berkecimpung di dunia sepak bola nasional. Detail lebih lanjut masih
dirahasiakan, namun keterkaitannya dengan PSSI menjadi sorotan publik.
Menurut narasumber Tempo yang dikutip berbagai media, Febrie menjalin
komunikasi dengan para pengusaha tersebut agar mereka mengakui kepemilikan
atas emas dan uang yang disita. Upaya ini muncul di tengah tekanan kasus
yang melibatkan dugaan korupsi di PT Asabri, pengadaan batubara PLN, hingga
kasus di PT Krakatau Steel.
komunikasi dengan para pengusaha tersebut agar mereka mengakui kepemilikan
atas emas dan uang yang disita. Upaya ini muncul di tengah tekanan kasus
yang melibatkan dugaan korupsi di PT Asabri, pengadaan batubara PLN, hingga
kasus di PT Krakatau Steel.
Febrie ternyata sudah sempat minta beberapa PENGUSAHA untuk mengaku-ngaku bahwa emas dan uang hasil penggeledahan itu MILIK MEREKA.
Salah DUA di antaranya
1. Pengusaha tambang, dari Kalimantan, ‘Pak Hajiiiii’
2. Pengusaha tambang, berkaitan dengan Asosiasi sepak bolaIdi… pic.twitter.com/6IzpDj4Od5— 🅱🅰🅶🅾🅽🅶 (@RagilSemar) July 18, 2026
Konteks Kasus Febrie Adriansyah
Febrie Adriansyah baru saja ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri.
Penyitaan barang bukti dilakukan setelah penggeledahan intensif. Selain aset
keuangan, kasus ini juga menyeret isu dugaan korupsi besar-besaran selama ia
menjabat sebagai Jampidsus Kejagung.
Penyitaan barang bukti dilakukan setelah penggeledahan intensif. Selain aset
keuangan, kasus ini juga menyeret isu dugaan korupsi besar-besaran selama ia
menjabat sebagai Jampidsus Kejagung.
Informasi ini masih berkembang dan beredar luas di media sosial serta
platform berita. Belum ada konfirmasi resmi dari Febrie atau pihak terkait
mengenai tudingan ini. Namun, bocoran diskusi internal menyebut adanya upaya
“bersih-bersih nama” termasuk skenario pengunduran diri dengan imbalan
perlindungan hukum.
platform berita. Belum ada konfirmasi resmi dari Febrie atau pihak terkait
mengenai tudingan ini. Namun, bocoran diskusi internal menyebut adanya upaya
“bersih-bersih nama” termasuk skenario pengunduran diri dengan imbalan
perlindungan hukum.
Respons Publik dan Implikasi
Kabar ini langsung menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Banyak yang
mempertanyakan integritas penegak hukum dan potensi praktik suap atau
obstruction of justice dalam penanganan kasus korupsi kelas kakap.
mempertanyakan integritas penegak hukum dan potensi praktik suap atau
obstruction of justice dalam penanganan kasus korupsi kelas kakap.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan Kejaksaan Agung belum
memberikan keterangan resmi terbaru. Kasus ini dipantau ketat karena
melibatkan nama-nama besar di dunia usaha dan olahraga nasional.
memberikan keterangan resmi terbaru. Kasus ini dipantau ketat karena
melibatkan nama-nama besar di dunia usaha dan olahraga nasional.
