19 Juli 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Isu Pergantian Kapolri dan Penebalan Pasukan di Widya Chandra, Prabowo Marah: Kalian Mau Sabotase Pemerintahan Saya?

Isu mengenai kemungkinan pergantian Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo kembali menjadi perhatian publik setelah muncul laporan yang mengungkap adanya ketegangan antara Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran Kepolisian Republik Indonesia menyusul pelaksanaan sebuah penggeledahan yang disebut dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada kepala negara.
Informasi tersebut mencuat dalam laporan investigatif yang dipublikasikan Tempo dan kemudian ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Dalam laporan itu disebutkan Presiden Prabowo dikabarkan menunjukkan kemarahan karena merasa tidak memperoleh informasi awal mengenai langkah penegakan hukum yang dinilai memiliki dampak politik besar.
Menurut laporan tersebut, Presiden mempertanyakan mengapa tindakan penggeledahan dilakukan tanpa koordinasi kepada dirinya sebagai kepala pemerintahan. Bahkan, dalam narasi yang beredar disebutkan Presiden sempat melontarkan pertanyaan bernada keras kepada jajaran terkait.
“Kalian mau sabotase pemerintahan saya?”
Ucapan tersebut diklaim berasal dari sumber yang dikutip dalam podcast investigatif Bocor Alus Tempo. Namun demikian, hingga kini tidak ada konfirmasi resmi dari Istana Kepresidenan mengenai isi percakapan tersebut.
Kapolri Disebut Memberikan Penjelasan
Masih berdasarkan laporan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut telah memberikan penjelasan kepada Presiden mengenai alasan penggeledahan dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Disebutkan bahwa kekhawatiran utama aparat adalah potensi kebocoran informasi apabila rencana penggeledahan diketahui lebih awal. Dalam narasi tersebut juga disebutkan Kapolri menyampaikan permohonan maaf atas munculnya kesalahpahaman yang terjadi.
Namun, keterangan tersebut juga belum memperoleh konfirmasi resmi dari Mabes Polri.
Isu Pergantian Kapolri Kembali Mengemuka
Di tengah situasi tersebut, laporan Tempo menyebut muncul pembahasan mengenai kemungkinan evaluasi terhadap posisi Kapolri. Nama Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol. Karyoto disebut masuk dalam bursa calon pengganti apabila Presiden memutuskan melakukan pergantian pimpinan Polri.
Meski demikian, laporan itu juga menyebut Presiden disebut masih mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan.
Salah satu pertimbangan yang disebut dalam laporan adalah adanya kedekatan hubungan keluarga Komjen Karyoto dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM). Faktor tersebut dikabarkan menjadi bahan pertimbangan terkait persepsi independensi dan loyalitas apabila terjadi pergantian pimpinan Polri.
Hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari Presiden maupun pihak Istana yang membenarkan adanya proses penggantian Kapolri.
Laporan Soal Penebalan Pasukan
Selain isu penggeledahan, laporan tersebut juga menyinggung adanya informasi mengenai penebalan pasukan yang disebut disampaikan dalam sebuah rapat internal di kawasan Widya Chandra.
Laporan itu menyebut informasi mengenai penambahan kekuatan personel sempat memunculkan kekhawatiran di lingkungan Istana sehingga memicu pertanyaan mengenai tujuan langkah tersebut.
Namun demikian, pihak Kepolisian dalam laporan yang sama membantah keras adanya dugaan bahwa langkah tersebut berkaitan dengan upaya melemahkan ataupun menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo.
Polri disebut menegaskan seluruh tindakan dan pengamanan dilakukan sesuai kebutuhan organisasi serta mekanisme pengamanan negara, bukan untuk kepentingan politik tertentu.
Belum Ada Pernyataan Resmi
Hingga berita ini disusun, Istana Kepresidenan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait isi laporan tersebut. Demikian pula Mabes Polri belum memberikan penjelasan resmi mengenai dugaan percakapan antara Presiden dan Kapolri maupun isu pergantian pimpinan Korps Bhayangkara.
Karena itu, sejumlah informasi yang beredar masih berupa klaim yang bersumber dari laporan media dan belum dapat dipastikan sebagai fakta yang telah dikonfirmasi oleh seluruh pihak terkait.
Perkembangan isu ini diperkirakan masih akan menjadi perhatian publik mengingat menyangkut hubungan antara Presiden sebagai kepala pemerintahan dengan institusi Polri sebagai aparat penegak hukum yang memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan nasional.