28 Juli 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Heboh Setnov, Koruptor Bebas Bersyarat Rayakan Pesta Mewah Bertema K-Pop, Netizen Murka

Mantan Ketua DPR RI sekaligus terpidana kasus korupsi pengadaan KTP Elektronik (e-KTP), Setya Novanto (Setnov), kembali bikin heboh dan menjadi pusat sorotan publik. Kali ini, kemunculannya di ruang publik memicu kegaduhan di media sosial usai menghadiri pesta ulang tahun yang digelar secara mewah dengan mengusung tema grup musik global asal Korea Selatan BTS, Senin (27/7/2026).
Momen bahagia yang memperlihatkan Setya Novanto tampil santai membaur bersama keluarga dan kerabat tersebut dengan cepat menjadi viral, menyulut kembali ingatan publik atas mega skandal korupsi yang pernah mengguncang tanah air. Netizen pun geram dan berkomentar pedas terkait video tersebut. Kemunculan Setnov di tengah kemewahan pesta sontak memancing gelombang kritik pedas dari warganet di berbagai platform media sosial, seperti Instagram dan X (Twitter).
Banyak warganet yang menilai hukuman bagi koruptor tidak memberikan efek jera dan menyoroti ketimpangan keadilan hukum di Indonesia. “Udh jadi miliarder 7 turunan, enakkan jadi koruptor, buat ap kerja lama2, itupun ntah di tahan ap tdak di sel, tpi udlh ini konoha,” tulis akun @he_ndra3201
“Jangan dimiskinkan lo, nanti melanggar HAM, kata DPR dan men HAM, Krn mereka adalah teman akrabnya,” ketus akun @baymas531.
“Wkwkwk UU Perampasan asset gajd gajd tidak dihukum mati, ya selamanya Korupsi akan ada dikonoha,” kata @cadinugr5758.
“Tuhkan, korupsi itu kejahatan paling menguntungkan. Cuma modal pindah kamar tidur doang,” sinis akun @belsCrysy.
Kegeraman publik terhadap Setya Novanto tidak lepas dari rekam jejak kasus korupsi e-KTP dan deretan drama hukum yang menyertainya. Diketahui, Setnov pernah terseret kasus proyek pengadaan KTP elektronik bernilai total Rp5,9 triliun pada era 2011–2012. Kasus ini sempat mencatatkan kerugian negara fantastis mencapai Rp2,31 triliun. Kasus ini melibatkan jajaran pejabat tinggi Kemendagri dan anggota DPR RI.
Selain kasusnya, penangkapan Setnov pun diwarnai banyak drama. Penetapan Setnov sebagai tersangka dipenuhi dinamika hukum yang panjang, mulai dari kemenangan di sidang praperadilan, insiden tewasnya saksi kunci Johannes Marliem di AS, hingga aksi menghilang yang berujung pada kecelakaan mobil menabrak tiang listrik di Jakarta Barat.
Saat menjalani hukuman di Lapas Klas I Sukamiskin, Bandung, Setnov juga berkali-kali diterpa isu fasilitas eksklusif. Sidak Ombudsman dan penelusuran media menemukan indikasi kamar sel berukuran luas dengan fasilitas layaknya kamar hotel, lengkap dengan dispenser, AC portabel, hingga kamar mandi dalam yang memicu kecaman publik.
Saat menjalani hukuman, Setnov pun diberikan pengurangan masa tahanan dari 15 tahun menjadi 12,5 tahun melalui jalur PK di Mahkamah Agung. Setnov juga mengantongi serangkaian pengurangan masa penahanan (remisi) khusus dan umum, hingga akhirnya memenuhi syarat administratif dan substantif untuk menghirup udara bebas bersyarat pada pertengahan 2025.
Menanggapi ramainya pemberitaan dan tuduhan publik, pihak Setya Novanto menyampaikan sejumlah klarifikasi resmi. Pihak Setnov mengegaskan, acara tersebut merupakan perayaan hari ulang tahun sang istri, Deisti Astriani Tagor (Desty Setya Novanto), yang memang menggemari grup BTS, bukan perayaan ulang tahun Setya Novanto pribadi.
Setnov hadir lantaran statusnya sudah bebas bersyarat. Setya Novanto telah mengirup udara bebas secara bersyarat dari Lapas Sukamiskin sejak 16 Agustus 2025. Meski mendapat Pembebasan Bersyarat (PB) setelah menjalani masa hukuman fisik lebih dari 7 tahun, Setnov masih berada di bawah pengawasan Bapas dan diwajibkan melapor secara berkala hingga tahun 2029.