Pasca Kematian Mengenaskan Karumga Eks Jampidsus, Muncul Narasi Ajudan Febrie Ditembak OTK
Belum lagi tuntas pengusutan kasus kematian Sutrimo, pria yang diduga sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, kini muncul narasi yang tak kalah seram. Dikabarkan bahwa giliran ajudan mantan penguasa Gedung Bundara Kejaksaan Agung itu ditembak mati.
Tidak hanya sebatas kabar angin, sejumlah media sosial juga mulai mengulik informasi yang belum jelas kebenarannya. Misalnya saja akun Instagram @Kementerian_kurangajar yang berkolaborasi dengan akun @badanperwakilannetizen.
Dalam unggahannya tertulis: “Info A77. Setelah Penjaga Rumahnya Febrie Tewas Secara Misterius Konon Ajudannya Febrie Diduga Tewas Ditembak Oleh Orang Misterius Sampai Sekarang Belum Ditemukan Jasadnya. Hilang Begitu Saja”
Baru 3 jam diunggah, postingan itu langsung mendapat 35 ribu lebih like, seribu lebih komentar dan 3,6 ribu lebih di re-post.
Hoax?
Polda Metro Jaya angkat bicara terkait isu yang beredar luas mengenai dugaan penembakan terhadap ajudan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan informasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Hal itu disampaikan Budi setelah melakukan konfirmasi dengan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.
“Sejauh ini kami sudah mengkonfirmasi dengan Kasat Reskrim Jakarta Selatan itu adalah hoaks,” kata Budi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (27/7/2026).
Misteri Kematian Karumga Febrie
Sementara, misteri penyebab tewasnya Karumga mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, Sutrimo belum juga terpecahkan.
Untuk memastikan jejak kematian Sutrimo, Tim Puslabfor Polri mulai melakukan olah TKP di Klinik Mordent, Senin (27/7/2026).
Apalagi dalam kasus ini, tersiar kabar ada penemuan racun di lokasi tewasnya korban.
Kasubnit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Robby Pasha yang berada di TKP buru-buru membantah adanya temuan racun tersebut.
“Nggak, nggak, nggak,” beber Robby, seperti dkutip dari Antara, saat ditanya mengenai adanya temuan racun di lokasi.
Sayangnta, ia belum bersedia membeberkan hasil olah TKP maupun barang bukti yang diamankan karena proses penyelidikan masih berlangsung. Seluruh barang bukti yang dikumpulkan akan diperiksa lebih lanjut di Puslabfor Polri.
“Ada beberapa ya. Nanti sama Humas ya, sama Humas. Biar Humas yang jelaskan,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan awak media, polisi mulai membuka garis polisi yang terpasang di pagar Klinik Mordent sekitar pukul 13.11 WIB. Sejumlah personel Tim Puslabfor Polri kemudian memasuki area klinik dengan membawa perlengkapan pemeriksaan.
Usai melakukan pemeriksaan di dalam klinik, petugas terlihat membawa sejumlah barang bukti, di antaranya kotak hitam, bantal dengan sprei berwarna hijau, serta beberapa barang yang dibungkus plastik bening. Seluruh barang tersebut dibawa untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan di laboratorium forensik.
Polisi menyelesaikan olah TKP sekitar pukul 14.13 WIB. Selama proses berlangsung, kondisi klinik tampak sepi dengan halaman yang dipenuhi daun kering, sementara sejumlah awak media menunggu perkembangan penyelidikan di lokasi.
Sebelumnya diberitakan, kondisi jenazah Karumga mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, Sutrimo kini menjadi pertanyaan khalayak, setelah foto-foto kondisi jasadnya beredar di media sosial.
Apalagi di dalam foto yang beredar, daru mulutnya terlihat berbusa. Bahkan dalam cerita yang beredar di media sosial, Sutrimo sempat menelpon kerabatnya sebelum tewas. Namun, panggilan darurat itu berujung duka mendalam.
Ironisnya lagi, pada saat kerabat dan armada penolong bergegas menghampiri lokasi di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sutrimo sudah ditemukan dalam kondisi kritis dan tak sadarkan diri dengan kondisi mulut dan hidung pria tersebut mengeluarkan busa.
Kabar kepergian Sutrimo yang mendadak dan tak wajar ini sontak menyengat atensi publik, khususnya usai kabar duka tersebut viral di media sosial lewat unggahan akun @kementerian_kurangajar.
