Edy Mulyadi Soroti Isu “Agustus Bakal Rusuh”, Pertanyakan Siapa yang Bermain di Baliknya
Wartawan senior Edy Mulyadi menyoroti isu yang berkembang di media sosial mengenai potensi kerusuhan di Jakarta pada Agustus 2026. Dalam tayangan di akun YouTube pribadinya bertajuk “AGUSTUS BAKAL RUSUH? SIAPA BERMAIN? BENARKAH MEREKA MAU JATUHKAN PRABOWO?” yang disiarkan pada 3 Agustus 2026, Edy mempertanyakan siapa pihak yang diduga mengambil keuntungan dari beredarnya rumor tersebut.
Edy menyebut isu kerusuhan kembali mencuat setelah sejumlah pusat perbelanjaan dan mal di Jakarta memasang pagar dengan ukuran lebih tinggi dari biasanya.
“Gosip Jakarta bakal rusuh pada Agustus ini masih saja menggelinding liar. Apalagi sejumlah mal dan pusat perbelanjaan meninggikan pagarnya,” kata Edy Mulyadi dalam tayangan tersebut, Senin (3/8/2026).
Menurut Edy, langkah pengamanan itu memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Publik langsung menerjemahkan ini sebagai antisipasi jika kerusuhan benar-benar terjadi,” ujarnya.
Dalam video itu, Edy juga mengajukan sejumlah pertanyaan yang ia sebut sebagai bagian dari upaya membaca situasi politik yang berkembang.
“Lalu, siapa yang bermain dan mengail di air keruh? Benarkah ada jejak Geng Oslo? Betulkah mereka bekerja sama dengan para oligarki yang marah karena bisnis haram tambang dan sawit ratusan triliun mereka disikat Prabowo?” tutur Edy.
Namun demikian, Edy tidak menyampaikan bukti atau data yang dapat memverifikasi dugaan mengenai keterlibatan pihak tertentu dalam isu tersebut.
Pemprov DKI Bantah Isu Kerusuhan
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah adanya indikasi Jakarta akan mengalami kerusuhan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menurut Edy dalam tayangannya, bahkan telah meminta pengelola pusat perbelanjaan untuk membongkar pagar yang dianggap menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
“Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah. Dia bahkan sudah memerintahkan pengelola mal membongkar pagar tingginya,” kata Edy mengutip pernyataan pemerintah daerah.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Pemprov DKI tidak melihat adanya kondisi darurat keamanan yang mengharuskan pemasangan pagar tinggi di pusat-pusat keramaian.
Polda Metro dan Pemerintah Pastikan Aktivitas Normal
Selain Pemprov DKI, Polda Metro Jaya juga disebut telah memberikan jaminan bahwa situasi keamanan Jakarta dalam kondisi terkendali.
“Polda Metro Jaya menjamin keamanan Jakarta,” ujar Edy dalam tayangan itu.
Sementara itu, Menteri Perdagangan disebut menyatakan bahwa aktivitas perdagangan berlangsung normal dan tidak terganggu oleh isu yang beredar.
“Menteri Perdagangan mengklaim aktivitas perdagangan berlangsung normal,” kata Edy.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pemerintah pusat yang mengonfirmasi adanya rencana kerusuhan di Jakarta pada Agustus 2026. Isu tersebut sejauh ini beredar dalam bentuk rumor dan spekulasi di media sosial. Sejumlah pengamat juga menilai rumor demonstrasi atau kerusuhan tidak otomatis menunjukkan adanya ancaman nyata terhadap stabilitas pemerintahan.
Imbauan Tidak Berspekulasi
Pemberitaan mengenai isu keamanan memerlukan kehati-hatian agar tidak menimbulkan kepanikan publik. Karena itu, informasi yang beredar di media sosial sebaiknya diverifikasi melalui sumber resmi pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga terkait sebelum disebarluaskan lebih lanjut.
