Flare Merah Menyala di Kejagung, Massa Mahasiswa Bawa Keranda Bertuliskan ‘Febrie’
Massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) menggeruduk gerbang masuk Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (4/8/2026).
Aksi sempat memanas saat perwakilan massa menghidupkan flare merah.
Berdasarkan pantauan Suara.com, salah satu massa terlihat melempar flare ke area depan gedung. Bendera himpunan dan spanduk putih dipasang dan menutup gerbang hitam yang berlogo Kejagung itu.
Simbol berupa keranda mayat dan guling dari kain kafan putih bertuliskan “Febrie, menghiasi area depan gerbang.
Hadang Jalan
Sebelumnya, massa aksi sempat menutup lalu lintas kendaraan di depan Gedung Kejaksaan Agung atau Jalan Panglima Polim.
Massa mulai menutup sebagian jalan sejak pukul 15.35 WIB. Kendaraan roda dua dan empat hanya bisa melalui satu ruas sisi kiri jalan raya.
Massa memanfaatkan keranda untuk menghadang ruas jalan. Kembang mawar merah ditabur di area jalan.
Dua massa aksi bahkan sempat berbaring di dekat keranda sebagai upaya menghadang jalan. Hal itu menjadi aksi teatrikal dari massa aksi.
Aparat kepolisian tampak kewalahan menangani massa, terlenbih klakson dari kendaraan mulai nyaring berbunyi karena lajunya tersendat.
Meski demikian, aparat kepolisian akhirnya berhasil menertibkan barisan massa. Aparat kekinian dapat membuka ruas jalan yang sebelumnya dihadang. Namun, massa segera beralih menduduki gerbang Kejagung.
Aksi yang mereka lakukan kali ini adalah bentuk keresahan pada proses penegakan hukum yang tengah berjalan dalam kasus yang menyeret eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Ardiansyah.
Massa menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap aparat penegak hukum yang dianggap menjadi “aktor” atau dalang ketidakadilan dan melakukan tindak pidana korupsi di tengah kesulitan ekonomi rakyat.
Sumber: suara
Foto: Massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) menggeruduk gerbang masuk Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (4/8/2026). (Suara.com/ Cornelius Juan Prawira)
