Tak hanya Ratusan Pucuk Senpi, Ada Bunker Misterius di Sekolah Swasta Jaksel
Tak hanya ratusan senjata dan barang terlarang, sebuah ruang tertutup menyerupai bunker ditemukan di sekolah swasta di Jakarta Selatan.
Pihak yayasan mendesak Polres Metro Jakarta Selatan untuk segera membongkar bunker yang hingga kini masih terkunci rapat itu.
Kekhawatiran menyeruak lantaran pihak sekolah tidak berani membukanya sendiri tanpa pendampingan aparat penegak hukum.
Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, mengonfirmasi bahwa ada satu ruangan yang dari awal tidak bisa diakses oleh pengurus baru.
Hambatan akses ini terjadi sejak mantan Ketua Yayasan berinisial IWD resmi diberhentikan dari jabatannya.
“Masih ada ruangan yang belum bisa kami buka. Kami berharap ruangan itu yang berbentuk seperti bunker segera ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk dibuka. Kami berharap tidak ada lagi senjata yang bisa ditemukan di sana,” tegas Hermawanto, Kamis (6/8).
Pihak yayasan memilih bertindak berhati-hati dan menyerahkan seluruh prosedur pembukaan kepada Polres Metro Jakarta Selatan guna menghindari dampak hukum maupun risiko keselamatan.
“Kami ingin bunker ini juga dibuka. Kami akan meminta kepada aparat untuk tolong bantu kami membuka ruangan ini karena kalau kami sendiri khawatir ada risiko hukum,” lanjutnya.
Rekam Jejak Temuan Senjata hingga Barang Terlarang
Langkah tegas yayasan untuk melibatkan kepolisian bukan tanpa alasan. Dalam dua kali tindakan pembukaan ruangan sebelumnya, pengurus justru menemukan berbagai benda yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana.
Pada 10 hingga 11 Juli 2026, yayasan menemukan 995 pucuk senjata, amunisi, beserta berbagai aksesori senjata.
Penyisiran berlanjut pada Rabu (5/8) malam dengan pendampingan aparat. Pada penggeledahan tersebut, ditemukan kembali komponen senjata, peluru, alat pembuat amunisi, barang yang diduga narkotika, hingga puluhan keping CD porno.
“Pada tadi malam kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba dan juga menemukan CD porno,” ungkap Hermawanto.
Seluruh barang bukti tersebut telah diserahkan sepenuhnya kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Yayasan pun mendorong penanganan perkara ini dilakukan secara mendalam.
“Kami ingin kepolisian sangat serius, transparan dan profesional memproses perkara ini. Karena senjata ini berkaitan dengan keamanan nasional dan bisa berbahaya bila disalahgunakan,” tambah Hermawanto.
Aktivitas Terselubung di Lingkungan Pendidikan
Adanya temuan ini memicu keheranan mendalam dari internal sekolah. Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung, meyakini penyisiran menyeluruh terhadap seluruh area yang selama ini tertutup harus segera dituntaskan.
“Yang diam-diam dia lakukan di situ sembunyi, lalu dia buat bunker di sekolah. Ada pintu belakang masuk, debarkasi-embarkasi barang yang berbahaya di situ bisa dia lakukan diam-diam di belakang,” kata Untung.
Untung menyayangkan fasilitas di lembaga pendidikan yang membawahi jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA tersebut diduga disalahgunakan untuk aktivitas ilegal.
“Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini? Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati, TK, SD, SMP, SMA ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ?,” kata Untung. (*)
