10 Agustus 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Febrio Adiono Dikaitkan Tewasnya Sutrimo, Ternyata Pernah Jadi Ajudan Febrie Adriansyah

Oposisi Cerdas | Kematian Sutrimo, sosok yang disebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, masih menyisakan sejumlah pertanyaan.
Salah satu nama yang ikut menjadi sorotan dalam rangkaian peristiwa tersebut adalah Febrio Adiono, pria yang mengaku sebagai kerabat Sutrimo saat mengantarkan korban ke rumah sakit.
Febrio diketahui menjadi satu dari tiga pria yang membawa Sutrimo ke RS Muhammadiyah Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026. Sutrimo sebelumnya ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di depan sebuah klinik kecantikan terbengkalai di kawasan Kebayoran Baru.
Tim legal RS Muhammadiyah Taman Puring, Ahmad, mengatakan Febrio bersama tiga pria lainnya datang untuk mengantarkan Sutrimo. Namun, menurutnya, mereka tidak memberikan informasi lebih jauh mengenai kondisi maupun identitas korban.
Meski demikian, Febrio kemudian menjadi penanggung jawab pasien. Ia mengisi formulir rumah sakit dan menuliskan dirinya sebagai kerabat Sutrimo.
Dalam formulir tersebut, Febrio juga mencantumkan kronologi singkat terkait kondisi Sutrimo sebelum akhirnya meninggal dunia. Ia menuliskan bahwa Sutrimo sempat menghubunginya pada pagi hari 23 Juli 2026 sekitar pukul 06.37 WIB.
Dalam keterangannya, Sutrimo disebut sempat mengeluhkan sakit. Namun ketika Febrio menyusul, Sutrimo sudah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di depan klinik kecantikan yang telah terbengkalai di kawasan Kebayoran Baru.
Lokasi tempat Sutrimo ditemukan juga diketahui berada tidak jauh dari kediaman Febrie Adriansyah. Jarak antara klinik kecantikan tersebut dengan rumah Febrie disebut hanya sekitar 450 meter.
Ketika ditemukan, Febrio menyebut Sutrimo telah mengeluarkan busa dari bagian mulut dan hidung.
Nama Febrio kemudian semakin menarik perhatian setelah muncul informasi bahwa dirinya ternyata bukan sosok asing di lingkungan Kejaksaan Agung. Ia disebut pernah menjadi ajudan Febrie Adriansyah ketika masih menjabat sebagai Jampidsus.
Informasi tersebut kemudian dibenarkan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), Anang Supriatna. Dalam sesi doorstop dengan wartawan pada Jumat (7/8), Anang memastikan Febrio memang bekerja sebagai pegawai Kejaksaan Agung.
“Yang namanya Saudara Febrio, yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan, tapi bukan jaksa, pegawai Kejaksaan,” kata Anang. 
“Stafnya (Febrie) ya. Iya (Stafnya Febrie). (Saat ini) staf biasa. Nggak (mendampingi pejabat Kejaksaan lainnya),” ujar Anang.
Di sisi lain, keluarga Sutrimo yang sebelumnya memilih menerima kepergian korban kini memutuskan menempuh jalur hukum. Pihak keluarga telah membuat laporan ke Polresta Banyumas.
Laporan tersebut telah terdaftar dengan nomor STTLP/79/VII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.
Perkembangan tersebut membuat kematian Sutrimo masih menjadi perhatian. Selain proses hukum yang ditempuh keluarga, munculnya nama Febrio dalam rangkaian peristiwa kematian Sutrimo turut menjadi bagian dari informasi yang kini mendapat sorotan.