31 Agustus 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Tuding Ada Desain Degradasi Prabowo: GCP Bakal Boyong Pernyataan Budi Arie ke Bareskrim Mabes Polri

Oposisi Cerdas | Pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengenai kemungkinan terjadinya percepatan dinamika politik dan Pemilu 2029 berbuntut panjang.
Kelompok sukarelawan Gerakan Cinta Prabowo (GCP) menyatakan sikap tegas akan menempuh langkah hukum resmi terkait video yang viral di media sosial tersebut.
Ketua Umum GCP, H. Kurniawan, membeberkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi intensif bersama tim hukum guna mengkaji isi rekaman video saat Budi Arie berdiri di samping Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Rencana pendaftaran laporan hukum tersebut dijadwalkan bakal dilayangkan ke Bareskrim Mabes Polri dalam waktu dekat.
Kurniawan menilai, isu percepatan pemilu yang dilontarkan di hadapan publik sangat liar dan berpotensi memicu spekulasi yang meresahkan masyarakat.
Pihaknya mencium adanya dugaan skenario politik yang sengaja dirancang oleh pihak tertentu demi merusak kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Hasil diskusi dengan tim hukum kami, Bapak Doni, menyepakati bahwa dalam waktu dekat kami akan resmi melaporkan pernyataan Budi Arie ke Bareskrim Mabes Polri,” ujar Kurniawan saat memberikan keterangan kepada wartawan di Cibinong, Minggu, 30 Agustus 2026.
Kurniawan menganggap deretan isu politik yang bermunculan belakangan ini bukan sekadar kebetulan biasa.
“Kami melihat semua peristiwa ini adalah by design, sengaja dirancang oleh pihak-pihak yang ingin mendegradasi dan menurunkan citra Pak Prabowo demi menciptakan ketidakpuasan publik,” tegasnya secara blak-blakan.
Komitmen Siap Pasang Badan Mengawal Pemerintahan Hingga 2029
Merespons memanasnya suhu politik, GCP menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan relawan di tingkat pusat maupun daerah untuk tetap rapatkan barisan.
Mereka berkomitmen mengawal penuh kelancaran program-program pembangunan nasional di bawah nakhoda Presiden Prabowo.
“Kami siap pasang badan mengawal beliau sampai 2029. Bahkan, jika Allah memberikan kesehatan kepada Pak Prabowo, kami siap mendukung beliau berlanjut ke periode kedua demi kesinambungan Indonesia Maju,” pungkas Kurniawan.
Budi Arie Sudah Beri Klarifikasi dan Minta Maaf
Di sisi lain, Budi Arie sejatinya telah menyampaikan pembaruan klarifikasi serta permohonan maaf terbuka pada 26 Agustus 2026 lalu.
Ia menegaskan bahwa ucapannya mengenai proyeksi percepatan Pemilu 2029 murni merupakan analisis politik pribadi, bukan sebuah kehendak atau agenda politik resmi untuk mengubah mekanisme pemilu yang berlaku.
Dua hari berselang, Budi Arie kembali menekankan bahwa kehadiran Jokowi di sampingnya saat rekaman diambil sama sekali tidak merepresentasikan sikap mantan presiden tersebut.
Kendati Budi Arie sudah meluruskan konteksnya, GCP menegaskan langkah hukum yang disiapkan murni bertujuan menjaga stabilitas nasional agar tidak timbul kesalahpahaman publik.
Saat ini, rencana pelaporan tersebut masih dimatangkan pada tahap persiapan sembari menunggu berkas resmi terdaftar di Bareskrim Polri.***
Sumber: konteks
Foto: Buntut pernyataan percepatan Pemilu 2029, Relawan GCP siapkan langkah hukum laporkan Budi Arie ke Bareskrim. (Instagram/budiarie)